Gunakan Kartu Kredit Untuk Modal Usaha, Mungkinkah?

Mencari modal bisnis dari bank seperti lewat KTA memang tidak mudah, selain proses yang ribet, mereka belum tentu menyetujui aplikasi kita. Bagaimana dengan usaha menggunakan kartu kredit?

Setiap usaha, pasti membutuhkan modal yang cukup untuk bisa dijalankan. Namun, bagaimana kalau Anda tidak memilikinya? Rata-rata pasti menjawab akan mencari pinjaman Kredit Tanpa Agunan. Namun, bagaimana kalau permintaan itu tidak disetujui oleh pihak bank? Sebenarnya ada cara lain, yaitu dengan kartu kredit.

Saat ini, tawaran kartu kredit dari bank dengan limit besar semakin banyak di pasaran. Bahkan, sudah ada yang mulai menyasar nasabah entrepreneur kelas rumahan atau UKM. Namun, mungkinkah mendirikan bisnis dengan bermodal utang yang bersifat konsumtif? Meski tidak dilarang, namun ada banyak hal yang harus dipertimbangkan.

Kartu Kredit Mudah Didapat Dibanding Pinjaman Lain

Seperti yang sudah disebutkan di atas, mengajukan kredit usaha ke bank bukanlah perkara mudah, apalagi dibandingkan dengan mendapatkan pinjaman konsumtif, seperti kredit pemilikan kendaraan bermotor dan kartu kredit. Sebab, setiap calon pengusaha yang ingin mendirikan bisnisnya sendiri harus terlebih dulu masuk dalam tahap merintis. Inilah yang membuat para kreditur ogah memberikan uangnya karena kurangnya kepercayaan.

Memang, masih ada satu jalan lain, yaitu dengan menggunakan kredit dengan agunan, yaitu dengan menjaminkan aset seperti berupa sertifikat rumah ataupun BPKB kendaraan bermotor. Namun, itu pun kalau Anda sudah memilikinya, kalau belum, apa yang mau diberikan pada bank? Tidak ada bukan? Karena itu, kartu kredit sering dijadikan solusi atas masalah permodalan usaha.

Perhatikan Syarat Dari Bank

Bila tekad sudah bulat untuk menjalankan bisnis bermodal utang konsumtif dari kartu kredit. Hal yang harus Anda perhatikan adalah syarat dan ketentuan bank, terutama mengenai batas minimum saldo, tenggat waktu pembayaran, bunga, dan besaran denda yang dikenakan kalau terjadi keterlambatan pembayaran.

Pada umumnya, kartu kredit tidak mengenakan bunga jika si nasabah membayar tagihan penuh sebelum jatuh tempo. Di samping itu, tanggal jatuh temponya adalah 20 hari setelah tanggal cetak tagihan.

Jadi, jika cetak tagihan turun tanggal 1 Juni, jatuh tempo kartu kredit adalah pada 21 Juni. Karena itu, jika ingin mendapat modal usaha dari kartu kredit itu tanpa terbebani biaya bunga, pastikan arus kas bisnis Anda bisa memenuhi pembayaran tagihan sebelum tenggat waktu berakhir.

Memang, bila ada nasabah yang mengajukan aplikasi kartu kredit, mereka tidak akan mempermasalahkan penggunaan produknya itu. Namun, tidak ada "makan siang yang gratis," karena itu, sebagai pengguna, Anda yang harus cermat dalam menggunakannya.

Cocokkah Dengan Jenis Usaha yang Akan Dijalankan?

Pertanyaan selanjutnya, usaha apa yang mau didirikan? Hal ini berkaitan dengan kemampuan Anda dalam membayar utang kepada bank. Usahakan cari jenis bisnis yang bisa memberikan aliran pemasukan yang relatif lancar dan perputaran uang yang cepat. Hal ini bisa dicari lewat riset baik dengan membaca buku, browsing di internet, hingga bertanya langsung kepada orang yang lebih berpengalaman atau pakar.

Ingat, layanan ini memiliki tenggat waktu pembayaran yang pendek dan bunga yang cukup tinggi. Karena itu, bila tidak yakin bisnis Anda bisa memberikan aliran pemasukan yang diinginkan, jangan gunakan kartu kredit sebagai sumber modal utama. Jadikan saja sebagai pendukung kalau suatu saat membutuhkan dana talangan.

Tidak hanya itu, jangan gunakan limit yang terlalu tinggi, karena kalau berutang secara berlebihan, Anda sendiri yang akan sulit nantinya. Karena itu, sebagai awal, carilah usaha yang tidak membutuhkan modal besar seperti berjualan pulsa, pakaian, atau hijab yang sekarang sedang tren.

Disiplinlah Terhadap Penggunaannya

Kartu kredit berfungsi sebagai tambahan uang? Salah besar! Berhenti berpikir seperti itu. Nyatanya, dengan menggunakannya, kita akan memiliki utang yang nyatanya justru menambah beban keuangan.

Namanya juga utang, jadi mesti dibayar. Kalau bicara kartu kredit, bayarlah sebelum tanggal jatuh tempo kalau tidak mau terkena penalti atau denda. Karena itu, penting bagi para pebisnis untuk memeriksa kesehatan finansial usahanya.

Lacak Kesehatan Keuangan Bisnis Kita

Sebagai pebisnis, salah satu pekerjaan rumah yang mesti dilakukan adalah rajin memeriksa likuiditasnya. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, menggunakan kredit konsumtif sebagai modal usaha membutuhkan aliran pemasukan yang relatif lancar dan perputaran uang yang cepat. Mengutip dari Kontan, Diana Sandjaja, perencana keuangan MRE Consulting, ada beberapa rasio keuangan untuk mengukur tingkat kesehatan bisnis kita, terutama dari sisi likuiditas.

1. Current Ratio

Yakni sejauh mana penjaminan pembayaran utang secara lancar. Angkanya bisa didapatkan dari hasil pembagian pemasukan rutin dengan utang. kartu kredit hitungannya masuk utang, jadi pastikan bisnis Anda punya pendapatan yang lancar sebagai penjamin utang itu.

2. Average Collection

Yaitu periode waktu yang dibutuhkan untuk menagih kredit kepada pelanggan bila menggunakan metode kredit dalam berdagang. Angkanya didapatkan dari nilai utang usaha dibagi penjualan kredit harian.

Semakin besar nilainya maka makin tinggi keperluan modal. Sebagai contoh, bila utang usaha Rp 430, sedang penjualan Rp 1.450. Maka, periode waktu pelunasan dibutuhkan 108 hari atau hampir 3,5 bulan.

3. Inventory Turnover Ratio

Yaitu berapa lama inventori atau keberadaan barang dari masuk gudang hingga kemudian terjual. Angkanya diperoleh dari harga pokok penjualan dibagi persedian.

Sebagai contoh, persediaan senilai Rp 625, harga pokok penjualan Rp 875. Maka, Inventori adalah sebesar 1,4 kali. Sedangkan, jangka waktu yakni 365 hari dibagi 1,4 kali menjadi 260 hari. Jadi, dari persediaan menjadi barang terjual memerlukan waktu selama 260 hari.

4. Account Payable Turnover

Yaitu rasio untuk mengukur jumlah perputaran utang usaha. Itu bisa mengetahuinya dengan membagi harga pokok penjualan dengan kredit modal.

Contoh, bila utang usaha Rp 115, lalu harga pokok penjualan Rp 875. Maka, perputarannya adalah 7,6 kali. Lalu, turnover berarti 365 hari dibagi 7,6 kali menjadi 48 hari. Maka, pembayaran uang ke supplier rata-rata adalah per 48 hari sekali.

Kartu Kredit = Utang yang Mahal

Menurut Diana, sebetulnya, dalam dunia bisnis, memanfaatkan utang sebagai salah satu sumber modal pengembangan usaha sudah lazim dilakukan. Namun, sebagian besar yang digunakan berupa KTA. Namun, bagaimana jika yang dipakai adalah produk konsumtif seperti dari kartu kredit?

Sebenarnya saya sangat tidak menyarankan menggunakan kredit untuk berbisnis, apalagi kredit konsumtif yang biayanya mahal. Lebih baik memakai sistem bagi hasil dengan mencari investor, kata Fauziah Arsiyanti, Financial Advisor Fahima Advisory.

Namun, meski memiliki nilai bunga yang mahal, masih saja banyak yang masih mau memanfaatkan utang konsumtif dari kertu kredit untuk berbisnis. Kalau sudah begitu, si debitur harus berhitung cermat dan berhati-hati terhadap segala risiko yang mungkin muncul.

Karena itu, hati-hati berutang menggunakan kartu kredit ya!

Kalau Tetap Ingin Menggunakan Kartu Kredit?

Mencari pinjaman dari bank seperti Kredit tanpa agunan memang tidak mudah. Namun, bagi Anda yang tetap ingin memperoleh modal usaha dengan menggunakan produk perbankan konsumtif ini, ada beberapa kartu kredit dari beberapa bank besar yang bisa menjadi pilihan untuk digunakan.

1. BCA MC2 Tazmania

kartu kredit ini sangat cocok digunakan bagi Anda yang membutuhkannya sebagai penunjang gaya hidup Anda. Dengan desain yang unik, lucu, sehingga menjadikannya cocok bagi kaum muda. Produk ini juga cocok dipakai oleh para pemula yang baru belajar mengenai kartu kredit.

2. BCA VIsa Batman

BCA Visa Batman merupakan kartu kredit yang mempunyai fasilitas kurang lebih sama dengan BCA MC2 Tazmania.

3. BNI Visa Silver

BNI Visa Silver merupakan kartu kredit yang bisa Anda gunakan sebagai kebutuhan dalam memenuhi keinginan Anda ketika memakainya. Ada dua jenis sub-type dari produk ini, yaitu Visa dan MasterCard yang penggunaannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda,

4. Danamon Classic

Danamon Classic hadir untuk memberikan kemudahan pada seluruh kegiatan berbelanja Anda. Nikmati kenyamanan bertransaksi dengan fitur-fitur yang khusus dan penawaran menarik di sepanjang tahun.

5. Mandiri Everyday

Kartu ini sangat cocok bagi Anda yang baru pertama kali menggunakan kartu kredit di Bank Mandiri. Selain itu, Anda berhak memilih desain tampilan yang sesuai dengan kepribadian Anda.

6. Mandiri Visa SIlver

Anda ingin bebas biaya tahunan? Mandiri Visa Silver adalah solusinya. Produk ini adalah pilihan tepat bagi Anda yang sangat tertarik pada setiap penawaran terbaik.

7. CIMB Niaga Visa Classic

Prooduk ini menghadirkan banyak pelayanan dan fasilitas ekslusif yang meberikan kemudahan dalam bertransaksi dan juga poin reward yang didapatkan.

Ketujuh produk di atas adalah contoh produk kartu kredit yang berlaku pada Anda yang memiliki pendapatan Rp 3 juta rupiah dan cocok digunakan bagi yang beru pertama kali memakainya.

Tertarik mendapatkan layanan kartu kredit tersebut? Yuk daftar sekarang secara online di KreditGoGo.com.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama