7 Kecerobohan Pengguna Kartu Kredit

Kartu kredit memang sangat berguna untuk membantu Anda bertransaksi. Tetapi beberapa kecerobohan sering dilakukan sehingga Anda terjebak pada tagihan yang membengkak.

Pasar kartu kredit

Kartu kredit sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Bank Indonesia memperkirakan pengguna kartu kredit di Indonesia pada tahun 2016 mencapai 16 juta pengguna. 

Saat ini kartu kredit tidak hanya digunakan oleh kalangan tertentu saja tetapi sudah menyasar ke berbagai lapisan masyarakat. Kehadiran kartu kredit memang berguna untuk memudahkan berbagai macam transaksi. 

Bagaimana cara pemilik kartu kredit menggunakan kartu menentukan apakah nantinya kartu itu akan berguna atau justru menjadi sumber masalah keuangan. Jika digunakan secara benar dan bijaksana kartu kredit dapat mendatangkan keuntungan dan manfaat bagi pemiliknya. 

Sedangkan jika digunakan dengan seenaknya tanpa kontrol  yang baik tentu akan merugikan pemilikinya, tagihan kartu kredit Anda melebihi batas dan terjerat bunga yang tinggi. Beberapa pengguna kartu kredit sering kali ceroboh dan tidak memperhatikan hal-hal tertentu sehingga seringkali berujung pada masalah keuangan. 

Berikut ini adalah 7 kecerobohan pengguna kartu kredit yang sering dilakukan:

1. Jarang Memeriksa Laporan Tagihan

Laporan Tagihan

Terlalu asik menggunakan kartu kredit sering membuat Anda lupa bahwa kartu kredit sudah mencapai batas. Anda jarang memeriksa laporan tagihan sehingga tagihan sudah mendekati over limit . Banyak manfaat yang bisa kita dapat dari memeriksa tagihan kartu kredit. 

Seperti membantu Anda mengetahui pengeluaran Anda perbulannya. Selain itu, bisa juga menghindari kejadian buruk seperti kesalahan dalam penagihan atau pencurian identitas melalui kartu.

2. Membayar dengan Minimum Payment

Kemudahan dalam pembayaran tagihan bulanan kartu kredit sering kali membuat Anda meremehkan hal ini. Anda membayar tagihan kartu kredit hanya dengan membayar minimum payment saja. Fasilitas ini bisa menguntungkan tetapi juga bisa merugikan. 

Jika Anda terbiasa membayar dengan jumlah minimal tagihan yang tertera di lembar tagihan setiap bulanya bisa-bisa Anda terjerat hutang yang besar. Ini dikarenakan pihak penerbit kartu kredit menerapkan bunga ber bunga yang sangat merugikan nasabah.

3. Telat Membayar Tagihan

Memiliki kartu kredit juga membutuhkan sebuah kedisiplinan terlebih untuk membayar tagihan kartu kredit. Kebiasaan orang di Indonesia adalah senang sekali dengan hal yang mepet-mepet begitu pula dengan pembayaran hutang.

Pemegang kartu kredit sering kali tanpa disadari dengan sengaja menunda pembayaran tagihan bulanan. Kedisiplinan dalam membayar tagihan merupakan hal yang penting sehingga Anda tidak akan membayar biaya keterlambatan

4. Meminjamkan Kartu Kredit

. Meminjamkan Kartu Kredit

Dari sekian banyak pengguna kartu kredit pasti sering melakukan hal ini meminjamkan kartu kredit untuk orang terdekat. Kebiasaan ini akan menyebabkan tagihan bulanan Anda membengkak. Kecuali jika transaksi yang dilakukan oleh peminjam bisa Anda kontrol.

5. Membayar Hutang Dengan Kartu Kredit

Kartu kredit merupakan pinjaman tidak selayaknya digunakan untuk membayar utang. Menggunakan kartu kredit untuk membayar utang sama saja dengan gali lubang tutup lubang. Ini termasuk kesalahan yang sering dilakukan karena pengguna tidak memiliki dana darurat.

Penggunaan kartu kredit untuk cicilan utang biasanya untuk membayar cicilan mobil, rumah atau pinjaman lainnya. Bunga kartu kredit termasuk progresif sehingga semakin lama cicilannya makin tinggi.

6. Menjadikannya Kartu Debit

 Hutang Dengan Kartu Kredit

Jangan sekali-kali beranggapan bahwa kartu kredit itu sama dengan kartu debit atau lebih sering disebut dengan kartu ATM. Ini adalah persepsi yang salah. Hindari pemakaian kartu kredit untuk menarik uang cash karena penarikan uang tunai dari ATM akan membuat Anda membayar lebih mahal. 

Anda harus membayar biaya penarikan, belum lagi biaya bunga yang dibebankan pihak bank penerbit kartu kredit. Setiap penarikan di ATM akan dikenakan biaya sebesar 4% atau minimal Rp 50 ribu, tergantung mana yang lebih besar.

7. Digunakan untuk Gesek Tunai

 Gesek Tunai

Sama halnya dengan tarik tunai di ATM, gesek tunai atau disebut gestun juga sering kali dilakukan oleh pengguna kartu kredit. Jika tarik tunai dilakukan melalui mesin ATM, gestun dilakukan melalui merchant atau toko. Perbedaan dengan tarik tunai, biaya penarikan gestun jauh lebih kecil. 

Biaya penarikan ATM bisa mencapai 4% sedangkan gestun hanya 2% - 3%. Karena tidak ada batasan limit penarikan, maka biaya tersebut hanya dikenakan 1x saja ke nasabah. Biasanya gestun dimanfaatkan jika membutuhkan dana mendesak. 

Jika Anda sering menggunakan kartu kredit untuk gesek tunai kerugian yang didapat adalah catatan kredit Anda akan buruk, selain itu Anda berpotensi terjerat kredit macet akibat penggunaan kartu kredit yang tidak sesuai dengan kemampuan membayar.

Dari 7 kecerobohan diatas manakah yang pernah Anda lakukan? Periksa kembali laporan tagihan Anda dan mengontrol penggunaan kartu kredit akan lebih baik, manfaatkanlah diwaktu yang tepat dan mendesak.

Baca juga: 5 Kesalahan Pemakaian Uang dan Cara Mengatasinya

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama