5 Perbedaan Kartu Kredit Syariah dan Konvensional

Produk kartu kredit syariah telah cukup lama hadir di Indonesia, namun belum begitu banyak dikenal luas. Lalu apa bedanya dengan kartu kredit konvensional pada umumnya?

kartu kredit

Pernahkah mendengar tentang kartu kredit syariah? Saat ini produk kartu kredit berjenis syariah sudah mulai bermunculan dan banyak digunakan oleh masyrakat. Pengaruh dari perkembangan bisnis kartu kredit juga mulai merambah bank-bank syariah. Lalu apa bedanya dengan kartu kredit konvensional?

Dalam segi penggunaan kartu kredit syariah dan kartu kredit konvensional hampir tidak ada bedanya. Begitu juga bentuk fisik dan fitur yang dimiliki keduanya. Kartu kredit syariah sama dengan kartu kredit konvensional bisa digunakan untuk transaksi pembelian, misalnya untuk berbelanja.

Jadi apakah perbedaan antara kartu kredit syariah dan kartu kredit konvensional? Berikut ini kami jabarkan lima alasan yang membedakan keduanya.

1. Skema Perjanjian

kartu kredit syariah

Kartu kredit syariah didukung oleh 3 jenis skema perjanjian yang menjadi dasar kesyariahannya. 3 jenis perjanjian terdiri dari: penjaminan atas transaksi dengan merchant, pinjaman dana atas fasilitas penarikan uang tunai dan sewa atas jasa sistem pembayaran dan pelayanan.

Sedangkan pada sistem kartu kredit konvensional kredit diberikan atas akad pinjaman, dan nasabah diharuskan mengembalikan pinjaman bersama bunga. Nantinya dari skema yang dipilih oleh nasabah, bank syariah penerbit kartu mengenakan biaya kepada pemegang kartu.

2. Penerapan Bunga

Jika pada umumnya kartu kredit konvensional dikenakan sistem bunga untuk transaksi yang dilakukan, sedangkan pada kartu kredit syariah, bunga tidak diperbolehkan karena dianggap riba. Jadi pembiayaan syariah tidak menggunakan prinsip akad bunga.

Namun menggunakan akad murabahah (jual beli), ijarah wa iqtina (sewa dengan perubahan kepemilikan), dan musyarakah mutanaqishah (capital sharing). Dalam kartu kredit konvensional, nasabah dikenakan bunga yang nilainya 3-4% per bulan sebagai bentuk pengambilan keuntungan terhadap pelunasan tagihan yang dicicil. 

Pengenaan bunga juga akan dibungakan lagi ketika nasabah tidak dapat membayar penuh tagihannya. Inilah yang harus Anda perhatikan, pada kartu kredit konvensional sistem bunga yang diterapkan adalah bunga berbunga.

Sedangkan pada kartu kredit syariah sebagai pengganti bunga, nasabah akan dikenakan fee yang nilainya tergantung pada sisa kewajiban bukan dari nilai pembelanjaan. Dengan demikian biaya yang dikenakan menjadi relatif lebih murah dibanding kartu kredit konvensional.

3. Penerapan Fee

bunga kartu kredit syariah

Pada kartu kredit konvensionel diterapkan sistem bunga, nah sebagai penganti sistem bunga pada kartu kredit syariah diterapkan fee. Untuk fasilitas transaksi dengan merchant, besarnya biaya didasarkan pada nilai transaksi sehingga bersifat fluktuatif.

Meskipun komponen fee banyak, namun dari sisi nominal, fee yang dikenakan oleh kartu kredit syariah lebih rendah dibandingkan suku bunga yang dikenakan pada kartu kredit konvensional. Sehingga pengguna kartu dapat menikmati keuntungan dari rendahnya biaya tersebut dibandingkan kartu kredit lain.

4. Penerapan Denda

Denda dikenakan jika nasabah telat membayar. Penerapan denda disini untuk melatih nasabah lebih disiplin melunasi utang yang terjadi sesuai dengan transaksi. Terdapat 2 jenis denda yang akan dikenakan yaitu ta’widh, sebagai biaya penagihan bank, sebesar 17 ribu per bulan dan yang kedua adalah sebesar 3% dari tagihan.

Tetapi denda tersebut bukanlah bunga seperti pada kartu kredit konvensional, itu merupakan qardhul hasan yang akan disumbangkan ke BAZIS dan bukan hak bank. Dari hasi denda tersebut bank tidak akan mengambil keuntungan karena akan disalurkan untuk kebutuhan sosial.

5. Sistem Tarik Tunai ATM

tarik tunai atm dengan kartu kredit

Pada kartu kredit konvensional ketika melakukan tarik tunai akan dikenakan biaya penarikan sebesar 4-10% dari total nominal yang ditarik, tergantung dari masing-masing bank penerbit kartu tersebut. Selain itu biaya bunga cash advance jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan biaya buga retail/belanja.

Sedangkan pada kartu kredit syariah untuk penarikan tunai di ATM hanya dikenakan biaya penarikan sebesar Rp 80 ribu. Biaya Monthly Fee untuk cash advance sama besarannya dengan biaya monthly fee untuk retail / belanja yaitu sama dengan 2,95%.

Jika pemegang kartu kredit konvensional melunasi seluruh utang sebelum tanggal jatuh tempo tetap akan ada perhitungan bunga sesuai jumlah hari dari total penarikan ditambah dengan biaya penarikan. Sedangkan pemegang kartu kredit syariah telah melunasi seluruh hutangnya sebelum tanggal jatuh tempo, maka hanya dikenakan biaya penarikan saja

Perbedaan diatas akan lebih memberikan refensi mana jenis kartu kredit yang tepat untuk Anda. Jadi perhatikan kembali apa saya keuntungan yang diberikan oleh masing-masing jenis kartu kredit.

Baca juga : Kapan Waktu yang Tepat Menggunakan Kartu Kredit?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama