5 Keuntungan Memiliki Kartu Kredit Syariah

Kartu kredit syariah memberikan penawaran yang berbeda dari kartu kredit konvensional. Berikut ini adalah 5 keuntungan yang ditawarkan jika memilikinya.

Kartu Kredit iB

Walaupun keberadaan kartu kredit saat ini sudah menjadi bagian penting dari keseharian masyarakat, masih ada beberapa orang yang belum merasa nyaman menggunakan kartu kredit karena masih dibebani dengan banyaknya biaya beban bunga setiap bulannya.

Namun penawaran lain hadir dari produk bank syariah yaitu kartu kredit syariah atau biasa disebut Kartu Kredit iB (Islamic Banking). Kartu kredit syariah, seperti kartu kredit pada umumnya, dapat digunakan untuk berbelanja di berbagai merchants, menarik uang tunai melalui ATM, membayar berbagai tagihan, membeli tiket pesawat terbang maupun mengisi ulang pulsa handphone.

Penggunaan kartu kredit syariah memang masih belum sepopuler kartu kredit konvensional. Tetapi kartu ini memberikan pandangan yang berbeda tentang bagaimana Anda mengatur pembelanjaan kebutuhan hidup. Jadi Anda bisa mencoba mempertimbangkan untuk menggunakan kartu kredit syariah.

Kira-kira apa saja keunggulan yang ditawarkan kartu kredit ini, apa sajakah keuntungan yang membuatnya berbeda dari kartu kredit konvensional? Nah, berikut ini adalah beberapa keuntungan yang ditawarkan kartu kredit syariah.

1. Menjadi Lebih Hemat

penggunaan kartu kredit syariah

Dalam sistem penggunaan kartu kredit syariah memiliki batasan yang harus dipenuhi ketika menggunakannya dan itu mengacu dari fatwa Dewan Syariah Nasional No: 54/DSN-MUI/X/2006. Batasan tersebut salah satunya adalah agar tidak memicu pengeluaran yang berlebihan atau dikenal dengan sebutan Israf.

Untuk mematuhi batasan-batasan tersebut bank syariah bisa menetapkan pagu maksimal pembelanjaan bagi nasabah. Idealnya nasabah kartu kredit syariah harus menyiapkan dana simpanan atau investasi di bank syariah.

Dana simpanan nasabah ini bisa berupa rekening tabungan dengan jumlah dana tertentu. Besarnya simpanan biasanya berada di bawah limit kartu, yaitu 10% dari batas limit yang sudah disepakati.

2. Tidak Ada Sistem Bunga

Seperti produk syariah pada umumnya, kartu kredit syariah tidak ada penerapan sistem bunga layaknya kartu kredit konvensional. Bank penerbit kartu biasanya menerima fee (ujrah kafalah) sesuai perjanjian atau akad dengan nasabah pemegang kartu.

Ini yang membuat kartu kredit syariah lebih nyaman. Pembayaran biasanya dilakukan dengan akad Kafalah (jaminan transaksi), Qardh (pemberian pinjaman), dan Ijarah (biaya keanggotaan atau iuran tahunan).

Dengan akad tersebut, maka pendapatan bank syariah sebagai penerbit kartu kredit adalah dari biaya tahunan, biaya bulanan, biaya tambahan saat berbelanja, dan biaya penagihan. Meskipun komponen fee banyak, namun dari sisi nominal, fee yang dikenakan oleh kartu kredit syariah lebih rendah dibandingkan suku bunga yang dikenakan kartu kredit umumnya.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat dengan Bunga Bank Syariah

3. Tidak Ada Bunga Keterlambatan

Tidak Ada Sistem Bunga

Jika pada kartu kredit konvensional dibebankan bunga jika Anda terlambat melakukan pembayaran tagihan dan sistem yang berlaku adalah bunga berbunga, sehingga jika semakin lama Anda menunggak akan semakin banyak bunganya.

Berbeda dengan kartu kredit syariah, jika Anda melakukan keterlambatan tentu akan ada denda yang dikenakan. Namun sistemnya berbeda dengan kartu kredit pada umumnya. Jumlah denda ini ditarik dari biaya penagihan bank serta jumlah presentase tertentu dari tagihan.

4. Anda Bisa Sekalian Beramal

Biaya denda yang dibayarkan nasabah akibat keterlambatan membayar tagihan tidak menjadi hak bank penerbit kartu. Denda ini akan dialihkan ke arah sektor-sektor sosial. Ini akan menjadi kebajikan atau Qardhul Hasan yang langsung disumbangkan pada lembaga amal yang telah ditunjuk.

Secara tidak langsung dengan membayar denda keterlambatan Anda bisa sekaligus beramal. Namun bukan berarti Anda boleh sering telat dalam membayar tagihan. Penerapan denda dimaksudkan agar nasabah disiplin dan bertanggung jawab dalam menggunakan kartu kredit syariah.

5. Biaya Administrasi di Merchant Lebih Rendah

Biaya Administrasi

Fasilitas transaksi dengan merchant pada kartu kredit syariah memiliki keunggulan tersendiri. Rata-rata besarnya fee pada merchant yang ditetapkan oleh bank syariah tergolong rendah jika dibandingkan suku bunga kartu kredit konvensional. Besarnya fee yang dikenakan didasarkan pada nilai transaksi, sehingga bersifat fluktuatif.

Kartu kredit syariah memang menawarkan sistem yang berbeda dengan kartu kredit pada umumnya. Tetapi Perlu diingat, kartu kredit syariah bukan alat untuk mengerem perilaku pemborosan. Semua itu kembali lagi pada pemahaman Anda dan kedisiplinan dalam penggunaan.

Baca juga: Tetap Eksis Dengan Kartu Kredit Syariah

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama