5 Hal yang Tidak Boleh Anda Gunakan Pada Kartu Kredit

Di Indonesia, perlu waktu cukup lama untuk lepas dari jejak buruk perkreditan, terutama penggunaan kartu kredit. Hal konyol berikut ini bisa membuat Anda berpikir dua kali kalau mau menggunakan kartu kredit.

Biasanya, jika membeli barang secara online atau membayar cicilan barang elektronik, agar sesuatunya menjadi mudah, pengguna perbankan di Indonesia biasanya akan menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran. Pemegang kartu kredit pun diharapkan tepat waktu dalam membayar cicilannya.

Jika dipikir secara baik-baik, kartu kredit bisa menjadi juru selamat ketika Anda bijak menggunakannya. Pemegangnya juga dituntut paham bagaimana mekanisme pembelanjaan dan suku bunga yang ‘menempel’ di kartu tersebut. Walau demikian, ada beberapa pembayaran atau pembelanjaan yang bisa sangat berisiko terhadap credit history kartu kredit Anda. Bahkan beberapa pembayaran bisa sangat baik, dalam hal ini keuangan pribadi, dibayarkan dengan menggunakan kartu debit atau uang tunai.

Apa saja itu? Yuk kita tengok.

Biaya Masuk Kuliah atau Universitas

Membayar uang kuliah atau biaya masuk ke sebuah universitas dengan menggunakan kartu kredit sangat tidak dianjurkan. Atau bisa dibilang, hampir tidak ada institusi pendidikan yang mau menerima kartu kredit sebagai alat pembayaran biaya kuliah seorang mahasiswa. Persoalannya, masa studi di sebuah institusi pendidikan di Indonesia ada yang tidak genap 6 bulan. Malah ada yang cuma 3 bulan.

Dengan termin sependek itu, maka jangan heran pihak perbankan tidak berminat bekerja sama dengan universitas untuk pembayaran uang kuliah, dengan menggunakan kartu kredit. Secara pribadi pun, seorang mahasiswa baru tentu belum layak bisa memegang kartu kredit, kecuali keuangan pribadinya cukup lancar.

Coba pertimbangkan untuk mengajukan beasiswa. Bagi mereka yang memiliki prestasi sedari SMU, ada SIMAK untuk masuk Universitas Indonesia. Ada juga SNMPTN untuk jalur Umum. Lalu, ada juga beasiswa dari Yayasan Beasiswa Jakarta. Dan masih banyak lagi yang bisa ditelusuri di Mbah Google.

Minum di Bar

Memang menyenangkan sesekali minum di sebuah bar, diajak seorang kawan pergi ke luar setelah jam kantor di hari Jumat. Menghabiskan waktu akhir pekan sepertinya asyik ya ke tempat seperti itu?

Jangan salah. Ketika gelas pertama kita minum di bar, mungkin masih sadar. Itu memang minuman yang kita pesan masih di bawah kadar alkohol yang dianjurkan. Tapi ketika sudah lewat dari 5-6 gelas, kesadaran kita mulai hilang.

Selama uang tunai masih dicetak, usahakanlah untuk membayar tagihan minuman alkohol Anda dengan menggunakan uang tunai. Sebesar apa pun tagihannya. Mengapa harus uang tunai? Secara psikologis, uang tunai akan ‘membatasi’ berapa gelas Anda bisa minum di bar. Dengan demikian Anda tidak kaget ketika lihat tagihan membengkak hanya karena minum di bar. Bagi Anda yang tidak bisa mengontrol keuangan pribadi, coba sesekali bayar minuman di bar tersebut pakai uang tunai. Pasti cepat pulang! Hehehee..

Beli Makanan dan Kebutuhan Sehari-hari

Sepertinya ini suatu hal konyol ya? Masa beli makanan saja mesti pakai kartu kredit. Makanan, di mana pun tempatnya, usahakan beli dengan menggunakan uang tunai. Jangan pakai kartu kredit Anda untuk itu! Selain mencegah pemborosan, makanan adalah hal yang paling dibutuhkan dalam hidup manusia. Jangan pernah beli urusan perut dengan sebuah uang plastik.

Memang di sebuah toko supermarket menawarkan diskon tertentu untuk makanan tertentu. Tapi pasti itu adalah makanan ringan. Logikanya, jika memang diskon yang ditawarkan adalah makanan ringan, jangan pernah beli dengan kartu kredit. Masa untuk memenuhi kebutuhan perut Anda perlu mencicil? Kan aneh!

Biaya Rumah Sakit

Jika asuransi kesehatan Anda tidak menanggung biaya selama di rumah sakit, mungkin adalah ide yang bagus untuk melunasi biaya rumah sakit pakai kartu kredit. Tapi ingat, jadikan itu sebagai solusi terakhir ya. Bukan cara alternatif pembayaran.

Walau bagaimanapun, jika Anda tidak punya dana darurat, dan merasa kesulitan membayar tagihan rumah sakit, siap-siaplah untuk melihat tagihan yang lumayan bengkak!

Cobalah untuk bernegosiasi dengan pihak rumah sakit, bagaimana cara yang lebih solutif agar pembayaran biaya rumah sakit sedikit lebih lancar. Mungkin juga bisa dilihat dari perencanaan keuangan Anda yang teledor dan tidak adanya pengaturan keuangan yang baik.

Judi

Mabuk-mabukkan dan judi adalah contoh sempurna dari sekian banyak kebiasaan buruk untuk menuju kehidupan keuangan yang jauh dari layak.

Dan yang lebih konyol, membeli kupon judi togel di internet dengan menggunakan kartu kredit bisa jadi membuat Anda didaftar hitamkan oleh bank. Mungkin di seluruh Indonesia dan dunia. Kayanya di Indonesia hampir tidak ada ya orang segila itu? Tapi bisa jadi di antara masyarakat Indonesia yang superkaya pernah menggunakan kartu kreditnya untuk judi di luar negeri. Bisa jadi kan?

Gunakan Mata Pisau yang Positif

Penggunaan kartu kredit ibarat dua sisi mata pisau yang sama tajam. Salah pakai di satu sisi, akan berdampak pada hasil yang salah. Tapi sebaliknya, jika benar menggunakannya, akan berdampak besar manfaatnya. Kartu kredit akan memiliki dampak buruk jika Anda kurang memiliki rasa tanggung jawab terhadap pengaturan keuangan pribadi.

Coba bikin pengaturan keuangan pribadi dengan pos-pos yang sederhana. Bertanggung jawab dan disiplin dalam membayar tagihan kartu kredit, Anda akan menikmati benefit cashback dan rewards poin dari bank favorit Anda. Coba saja!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama