10 Alasan Bank Menolak Pengajuan Kartu Kredit

Pengajuan kartu kredit Anda ditolak oleh bank? Cari tahu penyebabnya dan perhatikan tips kami untuk cepat dapat persetujuan saat mengajukan berikutnya.

Mengajukan kartu kredit itu mudah, kini bisa lewat online. Yang sulit adalah mendapatkan persetujuannya.

Tak jarang, ada pula orang yang ditolak pengajuan kartu kreditnya hingga berkali-kali. Dari pihak bank pun kadang tidak memberitahu alasan penolakannya secara rinci. Ketentuan yang berlaku pada bank tentunya tidak dapat diganggu gugat.

Secara general, ada 10 alasan yang menjadi pertimbangan bank saat memproses pengajuan kartu kredit Anda yaitu:

1. Penghasilan Tidak Sesuai

Kartu kredit dibuat dalam berbagai jenis dengan pilihan limit yang berbeda. Hal tersebut ditujukan sesuai dengan kebutuhan calon pemegang kartu dan disesuaikan dengan jumlah penghasilan yang dimilikinya.

Rata-rata penghasilan minimum yang ditetapkan oleh bank adalah Rp3 juta. Nilai itu pun berbeda pada setiap bank.

Jika penghasilan Anda dibawah Rp3 juta, bisa dipastikan, bank akan menolak aplikasi Anda. Bank wajib memperhatikan kemampuan finansial calon nasabah agar tidak terjadi kredit macet.

Jadi, semakin besar penghasilan Anda, maka peluang kartu kredit untuk disetujui pun lebih besar. Limit yang diberikan juga lebih tinggi.

2. Riwayat Kredit Buruk

Coba ingat lagi, apakah Anda pernah menunggak pembayaran tertentu? Salah satu pertimbangan bank sebelum menyetujui pengajuan kartu kredit Anda adalah rekam jejak kredit yang Anda miliki, seperti kredit kendaraan, cicilan KTA, dan lain sebagainya.

Baca juga: 5 Tips Pilih Kartu Kredit Untuk Bisnis UKM

Bank akan memeriksa sejarah kredit Anda melalui BI (Bank Indonesia) Checking. Jika Anda mengalami tunggakan pembayaran, maka besar kemungkinan pengajuan kartu kredit ditolak.

Tidak ada cara mudah dalam menghindari rekam jejak kredit yang buruk. Anda perlu mulai mendisiplinkan diri dalam membayar tagihan sesuai dengan tenggat waktu.

3. Formulir dan Dokumen Tidak Lengkap

Pengisian data dalam formulir aplikasi harus lengkap. Jika ada satu saja yang tidak Anda isi, maka pengajuan kartu kredit bisa ditolak. Begitu juga dengan dokumen yang diminta.

Agar proses lebih cepat, serahkan persyaratan dokumen dengan lengkap dan pastikan Anda memfotokopi dokumen dengan jelas. Jika ada dokumen yang buram hingga tidak terbaca, maka dokumen akan dianggap tidak sah.

Apabila pengiriman dokumen melalui email, sebaiknya dikirim terlebih dahulu ke alamat email pribadi untuk memastikan penerima dapat men-download dokumen tersebut.

4. Gagal Melakukan Verifikasi

Dalam formulir pengajuan kartu kredit, Anda diharuskan mengisi data formulir yang berisi nomor telepon pribadi, kantor, rumah, dan keluarga dekat yang bisa dihubungi.

Kebanyakan dari calon nasabah menganggap enteng hal ini dengan memasukkan nomor secara asal. Asumsinya adalah tidak akan dicek oleh pihak bank, atau kalaupun dicek dan tidak berhasil tak akan jadi soal.

Padahal, banyak kasus penolakan diakibatkan dari kegagalan pihak bank menghubungi nomor yang Anda berikan sehingga masuk dalam daftar HTC (Hard to contact). Jadi, usahakan untuk memberikan nomor yang valid dan selalu siap menjawab telepon.

5. Sering Berpindah-pindah Kerja

Apakah Anda sering berpindah-pindah kerja? Hal ini bisa membuat bank mempertimbangkan kembali pengajuan kartu kredit Anda. Sebab,bank akan menganggap Anda sebagai seseorang yang tidak loyal.

Baca juga: Bagaimana Cara Menaikkan Limit Kartu Kredit?

Paling tidak pertahankan status karyawan Anda selama kurang lebih satu tahun, dengan begitu akan lebih mudah untuk bank memverifikasi data dan menyetujui aplikasi Anda.

6. Data Penghasilan Mencurigakan

Gaji menjadi syarat utama bank dalam menilai kemampuan finansial Anda. Artinya, Anda perlu menyerahkan bukti slip transfer gaji sebagai data validasi.

Tetapi, banyak calon nasabah yang sering melakukan pemalsuan data penghasilan atau slip gaji agar bisa lolos proses pengecekan.

Hal ini justru membuat Anda dicurigai.Bank memiliki kemampuan untuk menganalisa data penghasilan melalui data perbankan internal. Jadi, sebaiknya hindari niat memalsukan data penghasilan Anda.

7. Kredibilitas Perusahaan

Yang perlu Anda ketahuhi adalah, bank memiliki daftar perusahaan-perusahaan yang dikategorikan sesuai nilai reputasinya. Pertimbangannya dari banyak sumber, termasuk data Bank Indonesia.

Perusahaan yang masuk dalam daftar blacklist di Bank Indonesia akibat kredit akan membuat bank mempertimbangkan kembali pengajuan kartu kredit pegawainya.

Baca juga: Cara Kartu Kredit Lancarkan Persiapan Nikah

Meski sudah disetujui, biasanya akan ada persyaratan tambahan yang diajukan oleh pihak bank. Sayangnya, Anda tidak dapat mengetahui daftar perusahaan tersebut.

8. Tidak Mengajukan di Bank Tempat Menabung

Anda memiliki banyak rekening di bank-bank tertentu, tapi apakah semuanya merupakan rekening aktif yang Anda gunakan untuk menabung? Percuma saja memiliki rekening tapi tak pernah digunakan untuk menabung.

Sebab, saat Anda mengajukan kartu kredit, bank akan melihat transaksi keuangan pada rekening milik Anda. Akan lebih baik jika mengajukan kartu kredit di bank tempat Anda sering menabung atau bank yang digunakan kantor untuk membayar payroll.

9. Punya Banyak Kartu Kredit

Tidak ada salahnya memiliki kartu kredit lebih dari satu, tapi ternyata hal ini juga bisa berdampak pada pengajuan kartu kredit Anda berikutnya. Apalagi jika Anda sering menunggak pembayaran tagihan kredit.

Dalam peraturan BI, pihak penerbit kartu kredit maksimal hanya bisa memberikan dua kartu bagi satu nasabah. Tetapi aturan ini dikembalikan pada kebijakan risiko yang diberlakukan penerbit kartu untuk calon nasabah dengan penghasilan di atas Rp10 juta per bulan.

10. Mengajukan Kartu Kredit Secara Bersamaan

Saat mengajukan kartu kredit, bank akan melihat reputasi kredit Anda. Oleh karena itu, jika Anda mengajukan dua kartu kredit secara bersamaan, bank akan menilai Anda sedang membutuhkan kredit dalam jumlah besar. Lebih baik Anda mengajukan satu persatu terlebih dahulu dengan membandingkan penawaran yang diberikan.

Pengajuan Kartu Kredit Ditolak, Bisa Apply Kembali?

Bisa, jadi tak perlu berkecil hati. Namun, tentu saja pihak bank memberikan jangka waktu tertentu untuk pengajuan kartu kredit kembali ini.

Biasanya sekitar enam bulan, karena setelah rentang waktu tersebut pihak bank akan memperbaharui data-data aplikasi pengajuan yang ditolak. Sebaiknya Anda bersabar menunggu enam bulan lagi dengan mempelajari sepuluh hal di atas agar tidak mengalami kejadian yang sama.

Mengajukan Kartu Kredit Secara Online

Jika sudah genap enam bulan dan Anda ingin mengajukan kartu kredit kembali. Sebaiknya Anda mengajukannya secara online agar lebih mempermudah dan tidak membuang waktu Anda. Lalu bagaimana prosesnya?

Kunjungi situs pengajuan kartu kredit terpercaya seperti KreditGoGo.com lalu lakukan registrasi dengan mengisi formulir pengajuan. Setelah itu akan dilakukan proses filtering dan pihak bank akan menghubungi Anda.

Baca juga: Untungnya Punya Kartu Kredit Lebih Dari Satu

Apabila data sudah terverifikasi, maka akan dilakukan penjemputan dokumen. Tahap selanjutnya adalah proses analisis kredit yang dilakukan oleh pihak bank. Jika disetujui maka Anda akan menerima kartu kredit dalam waktu 14 hari kerja.

Semoga dengan informasi di atas, pengajuan kartu kredit Anda bisa cepat disetujui.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama