Wow, 10 Bos Muda Ini Digaji Hingga Rp 1 Triliun!

Bos-bos muda ini tidak hanya sukses meraih jabatan tertinggi dalam perusahaan, tapi juga sukses meraih penghasilan yang fantastis! Berikut adalah ulasannya.

Semakin besar gaji seseorang, maka semakin besar pula tanggung jawabnya terhadap perusahaan. Seperti seorang Chief Executive Officer (CEO) atau bos perusahaan yang tentu menanggung beban dan tugas berat.

Namun, hal itu sepadan dengan bayaran yang didapatkannya selama menjalankan perusahaan tersebut.

Bahkan, beberapa bos perusahaan terkemuka di Amerika Serikat memiliki pendapatan hingga Rp 1 triliun. Perusahaan yang ditempati bos ini tentu sudah terkenal di seluruh dunia. Yang lebih hebatnya lagi, usia mereka belum genap 40 tahun, lho.

Inilah daftar 10 bos muda dengan gaji hingga Rp 1 triliun.

Nick Woodman (39 Tahun)

Nick merupakan CEO dari GoPro, sebuah perusahaan produsen kamera digital yang sedang booming di dunia.

Perusahaan ini lahir berkat kecintaan Nick terhadap dunia selancar. Ia memang mengidamkan sebuah kamera yang dapat disematkan di lengan untuk mengabadikan momen-momen indah ketika berselancar.

Tahun ini, bayaran atau pendapatan Nick mencapai 77,4 juta USD. Bila dirupiahkan, nilainya mencapai Rp 1 triliun lebih (1 USD = Rp 13.600). Total bayaran tersebut berupa kompensasi tunai USD 2,7 juta, serta saham GoPro dengan nilai 74,7 juta USD.

Data ini berdasarkan jumlah dari gaji pokok, bonus, dan nilai saham GoPro terkini.

Marissa Mayer (39 Tahun)

Sebelum menjabat sebagai CEO Yahoo!, Marissa pernah bekerja selama 13 tahun di salah satu perusahaan internet terbesar di dunia, Google. Setelah pindah ke Yahoo!, karier Marissa makin menanjak. 

Pada 2012, dirinya resmi diangkat menjadi CEO dari Yahoo! menggantikan CEO sebelumnya.

Total bayaran Marissa tercatat mencapai 42,1 juta USD atau sekitar Rp 572 miliar lebih per tahun. Angka yang diterima Marissa tersebut terdiri dari kompensasi tunai 2,1 juta USD, dan saham senilai 40 juta USD.

Alex Roetter (36 Tahun)

Alex Roetter merupakan Senior Vice President of Engineering Twitter. Pria yang diketahui sangat jarang berkicau di akun Twitter-nya ini tercatat menerima pendapatan senilai 19,1 juta USD per tahun, atau sekitar Rp 259 miliar.

Nilai pendapatan yang diterima oleh Alex Roetter ini terdiri dari kompensasi tunai 304 ribu USD, dan saham dengan nilai 18,8 juta USD.

Jeffrey Straubel (39 Tahun)

Jeffrey Straubel merupakan Chief Technical Officer Tesla Motors, sebuah perusahaan otomotif yang khusus mengembangkan mobil sport dengan tenaga baterai berkecepatan dan bertorsi tinggi.

Ia tercatat menerima pendapatan senilai 17,1 juta USD, atau Rp 232 miliar lebih tahun ini. Pendapatan tersebut terdiri dari kompensasi tunai 250 ribu USD dan saham 16,9 juta USD.

Kevin Weil (31 Tahun)

Menjabat sebagai Senior Vice President of Product Twitter, Kevil Weil bertanggung jawab terhadap pengembangan produk dan desain di Twitter. Pria yang lulus dengan nilai cum laude di Universitas Harvard ini menerima pendapatan 13 juta USD tahun ini, atau Rp 176 miliar lebih.

Angka pendapatan tersebut terdiri dari kompensasi tunai 271 ribu USD, dan saham senilai 12,7 juta USD.

Chris Cox (32 Tahun)

Chris Cox merupakan Chief Product Officer di Facebook. Ia bertanggung jawab atas sekelompok programer dan desainer Facebook yang bertugas atas fitur dan produk baru.

Sesuai jabatannya, ia juga berkomentar terhadap topik mengenai perusahaan seperti fokus, privasi, dan arahan produknya.

Chris Cox diketahui menerima bayaran 12,5 juta USD tahun ini, atau sekitar Rp 170 miliar. Pendapatan ini berupa kompensasi tunai 1,4 juta USD, dan saham senilai 11 juta USD.

Tanguy Serra (37 Tahun)

Tanguy Serra merupakan Chief Operating Officer SolarCity, perusahaan produsen sistem listrik tenaga surya di Amerika Serikat. 

Bayarannya tercatat mencapai 12,3 juta USD atau sekitar Rp 167 miliar tahun ini. Angka tersebut terdiri dari kompensasi tunai 1 juta USD, dan saham 11,3 juta USD.

Matthew Erickson (38 Tahun)

Pria ini merupakan President sekaligus Chief Operating Officer dari Zayo Physical Infrastructure, perusahaan penyedia infrastruktur teknologi, khususnya internet di Amerika Serikat.

Pendapatan Matthew mencapai 9,5 juta USD tahun ini, atau sekitar Rp 129 miliar. Bayaran tersebut berupa kompensasi tunai 332 ribu USD, dan saham 9,2 juta USD.

James Levin (32 Tahun)

James menjabat Head Global Credit dan Executive Managing Director dari Och-Ziff Capital Management Group, yang merupakan perusahaan manajer investasi besar di Amerika Serikat.

Total bayaran James tercatat mencapai 9,3 juta USD, atau lebih dari Rp 126 miliar. Semua bayaran tersebut merupakan kompensasi tunai.

Timothy O'Shaughnessy (33 Tahun)

Timothy merupakan President dari Graham Holdings, perusahaan media yang dulu bernama The Washington Post Company. Bayaran Timothy mencapai 9,1 juta USD tahun ini, atau sekitar Rp 123 miliar.

Pendapatan tersebut berupa kompensasi tunai 256 ribu USD, dan saham senilai 8,8 juta USD.

Baca juga: 9 Pekerjaan Tidak Lazim dengan Gaji Fantastis

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama