Sudah Layakkah Gaji Anda sesuai UMP Saat Ini?

November 2014, harga BBM naik. Itu membuat kebutuhan hidup menjadi berubah. Artikel ini membahas masih layakkah pendapatan yang Anda terima?

  • ump
  • upah minimum
  • gaji
  • standar gaji
  • kenaikan bbm

Sudah membaca berita belum akhir-akhir ini? Jika belum bagi Anda yang sering menggunakan kendaraan beroda empat dan beroda dua pasti tahu bahwa harga bahan bakar minyak mengalami kenaikan.

Menurut laman internet Tempo, kenaikan BBM dilakukan pada November 2014. Harga bahan bakar minyak yang saat ini KreditGoGo pantau adalah, Premium dengan harga Rp8.500 dan Pertamax Rp 9.950 (November 26, 2014). Kenaikan itu pasti akan merembet ke harga layanan yang lain, misalnya tarif penyeberangan antar-pulau naik 7% dan tarif angkutan umum naik sebesar 10%.

Beberapa pekan sebelumnya, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menyatakan seluruh provinsi di Indonesia telah menetapkan upah minimum provinsi atau biasa disebut UMP 2015. Menurut situs Liputan6, rata-rata kenaikan UMP secara nasional mencapai 12,77 persen dari Rp 1,58 juta menjadi Rp 1,78 juta. Angka ini mencapai persentase 99,53 persen dari rata-rata Komponen Hidup Layak secara nasional, yang dipatok Rp1,82 juta.

Tapi sebelum jauh membahas, bagi SobatGoGo yang belum mengerti apa sih yang disebut dengan Kebutuhan Hidup Layak itu?

Definisi Kebutuhan Hidup Layak

Bagi Anda yang belum tahu, Kebutuhan Hidup Layak yang selanjutnya disingkat KHL adalah standar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seorang pekerja di sebuah perusahaan untuk dapat hidup layak baik secara fisik, non-fisik, dan sosial, untuk kebutuhan 1 (satu) bulan.

Ada undang-undangnya? Ada. Sejak pertama kali diluncurkan, UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pemerintah menetapkan standar KHL sebaai dasar dalam penetapan Upah Minimum seperti yang diatur dalam Pasal 88 ayat 4.

kebutuhan hidup layak

Apa Saja Variabel yang disebut Kebutuhan Hidup Layak?

Oke. Sekarang SobatGoGo sudah mengerti kan apa yang dimaksud dengan Kebutuhan Hidup Layak? Nah sekarang mari kita bahas definisi selanjutnya. Pasti di antara kita pernah bekerja sebagai karyawan kantoran. Benar nggak? 

Sebagai karyawan kantoran, pastinya menghemat uang adalah aktivitas yang pasti dilakukan. Atau kalau mau menambah penghasilan sendiri selain pendapatan dari kantor, ya pastinya membuat bisnis sendiri. Betul kan? Yang penting jangan boros deh.

Sebagai karyawan kantoran yang memiliki kecerdasan yang cukup, pastinya kita bertanya-tanya apa saja sih variabel yang bisa disebut Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Indonesia ini. 

Menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja No 17 tahun 2005 tentang Komponen dan Pentahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak, ada beberapa komponen yang bisa dimasukkan dalam pencapaian Kebutuhan Hidup Layak. Komponen-komponen itu adalah sebagai berikut.

  • Makanan & Minuman (11 item)
  • Sandang (9 item)
  • Perumahan (19 item)
  • Pendidikan (1 item)
  • Kesehatan (3 item)
  • Transportasi (1 item)
  • Rekreasi dan Tabungan (2 item)

Tapi itu yang lama, SobatGoGo. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No 17 Tahun 2005 itu kemudian direvisi oleh Keputusan Menteri Tenaga Kerja No 13 Tahun 2012 tentang Perubahan Penghitungan KHL. Asal tahu saja, jumlah kebutuhan yang awalnya 46 jenis, kini menjadi 60 jenis berdasarkan surat keputusan menteri yang baru itu (2012).

Sesuaikah dengan Gaji Sekarang?

Ini pertanyaan standar yang selalu disimpan di benak kita masing-masing. Jika memang laju inflasi menjadi naik, BBM naik, dan biaya transportasi pun menjadi sedikit lebih mahal, apakah gaji yang kita terima sekarang masih cukup atau memang tidak cukup? 

Memang, ukuran cukup atau tidak tergantung dari banyak faktor. Misalnya dari opini si orangnya, ini disebut pandangan subjektif. Bisa juga dari perhitungan yang sudah diperhitungkan dari berbagai faktor, misalnya perhitungan kebutuhan transportasi sehari-hari.

Lalu, berapa penghasilan atau pendapatan minimal yang harus kita peroleh untuk bisa hidup secara layak di tengah gempuran inflasi? 5 juta per bulan? 7 juta per bulan? 10 juta per bulan? Tidak usah bayangkan hidup mapan dengan gaji pas-pasan. Kalau mau penghasilan lebih, cari atau bikinlah usaha sampingan versi Anda sendiri, misalnya berwaralaba.

Jika Anda masih kekurangan, apalagi tiap bulan ditagih-tagih penagih utang kartu kredit lantaran kartu kredit yang macet, maka bisa jadi artinya Anda masih belum hidup layak. Dalam bahasa keren Inggrisnya adalah financially incompetent.

Oke. Saya mau ajak SobatGoGo menghitung apakah gaji sekarang sudah sesuai dengan UMP 2015 atau belum. Mari lihat kebutuhan pengeluaran kita tiap bulan.

  • Biaya Kebutuhan Hidup Sehari-hari.

Kebutuhan sehari-hari adalah untuk makan, bayar listrik, air PAM, langganan koran, beli sabun, sabun cuci baju, odol, termasuk biaya kebutuhan rokok (itu juga kalau Anda merokok ya!). Perkiraan saya, Anda mesti mengeluarkan uang sejumlah Rp 1 juta per bulan untuk kebutuhan ini.

  • asuransi mobilBiaya Transportasi dan Komunikasi.

Seperti kita ketahui, tarif tol terus merambat naik, dan kemacetan membuat penggunaan bensin menjadi boros. Katakanlah Anda naik mobil ke kantor, dan biaya bensin tidak ditanggung oleh kantor, kita bisa asumsikan akan habis sekitar Rp 1,5 juta per bulan untuk bensin, tol, dan biaya parkir. 

Ditambah biaya pengeluaran pulsa telepon dan paket internet di telepon genggam, bisa jadi Anda habis Rp 2 juta tiap bulan untuk pengeluaran ini. Belum lagi jika kendaraan Anda diasuransikan, misalnya TLO atau Comprehensive, pasti akan ada pengeluaran premi untuk mobil itu.

  • Biaya Asuransi dan Kesehatan.

Bagi karyawan kantoran, jika tempat Anda memberikan asuransi, itu bagus. Tapi jika tidak, carilah asuransi kesehatan dan/atau asuransi jiwa yang sesuai dan cocok untuk pekerjaan Anda yang sekarang dijalani. Sekadar tips, pilihlah asuransi yang berdasar premi atau manfaat yang diberikan. Berdasar premi, sesuai dengan pendapatan Anda. Berdasar manfaat, sesuai dengan perlindungan yang Anda pilih. Untuk hal ini, mungkin Anda akan mengeluarkan dana sekitar Rp1 juta - Rp 1,5 juta per bulan.

  • Biaya Kredit Mobil.

Berbahagialah Anda yang mendapat fasilitas transportasi dari tempat bekerja. Kalau tidak, siapkan dana sekitar Rp 130 juta - Rp 200 juta untuk membeli mobil keluarga (misalnya Avanza, Rush, atau Grand Livina). Jika Anda membelinya dengan kredit dan dengan tenor 5 tahun, itu artinya Anda mesti siap mengalokasikan dana sekitar Rp 4 juta tiap bulan hingga lunas.

Oke. Sekarang setelah menghitung dengan pengeluaran dasar ala perhitungan KreditGoGo di atas, sudah layakkah gaji yang Anda terima sekarang?

Naik Gaji, Layak dan Pantaskah?

Setelah menghitung seluruh pengeluaran dari empat variabel di atas, bisa dibilang angka pengeluaran Anda berada pada angka Rp 4 juta - 6 juta tiap bulan. Itu baru pengeluaran. Jadi jika ditotal, kemungkinan besar akan dibutuhkan sekitar Rp 6 juta - 8 juta tiap bulan untuk pos pendapatan Anda. Tentu Anda juga harus menghemat pengeluaran rokok Anda. Itu akan lebih menghemat banyak uang.

Kalau Anda memiliki penghasilan sekitar Rp 3 juta - 4 juta tiap bulan, setelah mempertimbangkan kenaikan inflasi dan biaya transportasi akibat kenaikan BBM di 2015, apalagi sudah tidak sesuai dengan Upah MInimum Provinsi, pertanyakan sendiri di benak Anda, sudah layakkah gaji yang Anda terima karena tingginya kebutuhan hidup tahun ini? Apakah sudah saatnya mengajukan naik gaji? 

Mari SobatGoGo, gunakan teknik komunikasi yang baik dan negosiasikan gaji terbaikmu.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama