Pengusaha Sukses Ini Masih Anak Muda Loh!

Siapa yang tidak mau menjadi mereka, sudah sukses di usia muda memiliki penghasilan ratusan juta bahkan miliaran. Apa sih rahasianya? Yuk, kita tengok.

Menjadi sukses di usia muda adalah impian semua orang. Di Indonesia saat ini sudah banyak bermunculan generasi-generasi muda yang meraih sukses di usia masih puluhan tahun. Menjadi pengusaha muda memang tidak gampang sebab pengetahuan dan pengalaman masih minim dan terbatas. 

Tetapi sulit bukan berarti tidak mungkin. Kami mencoba memilih beberapa contoh pengusaha muda dari beberapa bidang usaha yang berbeda untuk memberikan inspirasi buat Anda. Mari simak kisah mereka.

1. Bidang Kuliner

Dalam beberapa tahun terakhir perkembangan bisnis kuliner di Tanah Air semakin masif, di Jakarta ada satu tempat yang isinya pengusaha-pengusaha muda di bidang kuliner. Anda pasti sudah sering mendengarnya.

Tempat tersebut adalah Pasar Santa, disana banyak gerai-gerai makanan dan minuman yang dikelola oleh kaum muda. Kami memilih satu pengusaha muda dimana sangat menginspirasi.

D.O.G (Dudes Of Gourmet)

D.O.G atau Dudes of Gourmet didirikan oleh empat orang pemuda Adiel Aziz, Arief Aziz, Aoki Anwar, dan Risky Jusuf. Mereka awalnya karyawan kantoran yang hobi kuliner, doyan makan dan suka masak bareng di kantor.

Mereka kemudian berangan-angan ingin terjun ke bisnis kuliner tetapi terkendala masalah modal sampai akhirnya menemukan sebuah kesempatan untuk membuat sebuah usaha makanan dengan melihat peluang di Pasar Santa. 

Diantara banyak gerai makanan di Pasar Santa D.O.G yang paling mencolok, orang selalu mengantri panjang. Hal tersebut tidak lain karena inovasi hotdog yang ditawarkan. Ciri khas dari D.O.G adalah roti untuk hotdognya yang berwarna hitam. 

Selain itu olahan daging dipasok oleh pemasok terkemuka dan terjamin kualitasnya. Sausnya terdiri dari 3 jenis, semuanya diolah sendiri oleh D.O.G. Inovasi berbeda dalam bisnis membuat mereka unggul sedangkan produk berkualitas membuat pelanggan puas dan tidak pernah lari ke tempat lain. 

Dalam 2 minggu D.O.G sudah bisa mencapai break even point. Dalam sehari D.O.G bisa menjual Blackdog sebanyak 500 porsi untuk setiap porsi dihargai Rp 33 ribu – Rp 45 ribu. Coba Anda hitung berapa pemasukan dalam sehari? Menguntungkan bukan.

2. Bidang Fashion

Perkembangan bisnis fesyen memang tidak ada matinya. Seperti fashion busana muslim yang belakangan ini semakin berkembang. Kami ambil contoh yang dapat menginspirasi kaum muda.

Hijup.com

Diajeng Lestari. Sosok wanita muda inilah yang ada dibalik suksesnya Hijup.com. Wanita berumur 29 tahun ini dulunya adalah seorang pegawai kantoran biasa, dia bekerja sebagai tim Marketing Research di sebuah perusahaan. Kemudian wanita ini banting setir sebagai seorang pebisnis.

Hijup sendiri adalah salah satu e-commerce fesyen yang khusus menawarkan produk fashion muslim. Diajeng Lestari sempat merasa jenuh dengan pekerjaannya dan juga dia merasa kesulitan dalam mencari baju dan jilbab yang cocok untuk dikenakan dalam kesehariannya.

Kemudin lahirlah Hijup sebagai suatu wadah tempat menjual dan memasarkan fashion muslim secara online. Awal mula berdiri pada tahun 2011 Hijup hanya memiliki 11 brand tetapi sekarang sudah menampung lebih dari 500 brand dari 500 designer berbeda.

Kesuksesan memang dibutuhkan keputusan yang besar, dan tak jarang keputusan tersebut membutuhkan pengorbanan serta keberanian yang besar juga. Sosok Diajeng Lestari yang dulunya seorang pekerja kantoran mengejar mimpinya dan menjemput peluang. Jika Anda memiliki minat fashion kenapa tidak mencobanya?

3. Bidang Travel

Perkembangan pariwisata nasional memancing pertumbuhan bisnis travel semakin pesat. Hal tersebut juga memancing geliat usaha travel di bidang traveling digital. Orang-orang semakin sering memesan tiket, hotel ataupun paket perjalanan secara online. Salah satu yang merajai bidang travel digital dan dapat menginspirasi adalah Traveloka.

Traveloka

Anda pasti tahu Traveloka, saat mencari tiket pesawat pasti mengunjungi websitenya dan memesan tiket melalui Taveloka. Siapa sangka dibalik kesuksesan Traveloka ada sosok muda yang membangun bisnis travel online ini dari nol yaitu Ferry Unardi.

Pria kelahiran Padang 16 Januari 1988 ini berhasil membawa Traveloka menjadi salah satu agen perjalanan online terbesar di Indonesia. Awal idenya memulai bisnis ini adalah saat ia kesulitan mencari tiket pesawat ketika akan pulang dari Indianapolis, Amerika Serikat, ke tanah kelahirannya di Padang, Sumatera Barat.

Berawal dari kata-kata "jika tidak ada layanan yang menawarkan apa yang Anda butuhkan, maka buatlah sendiri” saat itulah Ferry Unardi mulai menyusun perlahan-lahan ide untuk cikal bakal Traveloka. 

Mencoba keluar dari zona nyaman adalah cara untuk mencapai kesuksesan. Melewati masa yang paling sulit dalam merintis adalah kekuatan untuk membangun sebuah hal besar. Ferry memilih untuk berhenti kuliah MBA di Harvard Univercity, keputusannya dipertanyakan banyak orang.

Saat itu keadaan pasar untuk industri e-tiketing baru mulai mendapatkan perhatian di Indonesia, itulah saat Traveloka lahir dan belum seperti saat ini. tetapi sekarang Anda bisa lihat bagaimana Traveloka sudah berkembang pesat.

Traveloka menawarkan kemudahan buat Anda dalam mendapatkan tiket penerbangan. Anda bisa memilih berbagai penerbangan dengan harga yang kompetitif dan kemudahan transaksi. Jadi apa yang dicita-citakan Ferry tercapai, bahwa orang dapat mencari layanan perjalanan dengan akses dimanapun.

Dapat Anda lihat kesuksesan mereka semua dicapai dari usia yang masih muda. Contoh pemuda pemudi seperti mereka memberikan semangat buat kita menggali apa yang terbaik dalam diri kita. Selagi masih muda ayo berkarya!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama