Mengintip Peluang Kerja Sarjana Bisnis

Saat ini, ada banyak institusi pendidikan yang mengkhususkan menghasilkan sarjana bisnis. Pertanyaannya, kalau sarjana bisnis semakin banyak, bagusnya kerja apa ya? Apakah masih harus sesuai dengan program studi sebelumnya?

Dalam hidup, ada momen-momen krusial yang kadang bisa bikin kita bimbang. Masuk SMP mana, mau SMU favorit yang jauh dari rumah, atau langsung kerja setamat SMU. Bagi mereka yang baru lulus SMU, selamat, kamu baru saja melewati satu fase dalam hidup. Tapi masih ada fase lainnya. Misalnya penentuan program studi untuk kuliah. Mengambil keputusan ini bisa lebih gamang dari memutuskan mau menikahi gadis yang mana.

Kenapa bisa bimbang? Itu biasanya karena anak muda yang baru lulus SMU memikirkan masa depannya, apakah lulusannya bisa langsung kerja atau masih menganggur dulu.

Nah bagi sebagian besar orang di Jakarta, orang tua akan merekomendasikan putra-putri mereka untuk mengambil studi atau program kuliah yang berkaitan dengan bisnis, manajemen, akuntansi, atau ekonomi. Bisa salah satu, atau bisa juga ambil dua program studi sekaligus. Tergantung intitusi pendidikan yang menyediakan, apakah memang ada program studi Manajemen Bisnis, atau Ekonomi Akuntansi, misalnya Kwik Kian Gie School of Business. Selain itu juga ada juga beberapa lembaga kursus yang hanya menyediakan pembelajaran Akuntansi atau Sekretaris.

sarjana bisnis

Program Studi Bisnis? Kenapa Justru Itu yang Terlintas di Benak Masyarakat Ya?

Itu karena masyarakat kita melihat bahwa perekonomian Indonesia sedang menuju arah lebih baik. Indikator lain mungkin adalah pemahaman orang Indonesia terhadap Keuangan semakin baik. Dan kemajuan teknologi serta perbankan sedang bagus-bagusnya. Itu makanya institusi pendidikan yang khusus menyediakan program studi Perbankan, Akuntansi, Aktuaris, bahkan Asuransi menjadi lebih spesifik Untuk diketahui, profesi Aktuaris adalah profesi yang paling dibutuhkan di perusahaan mana pun.

Juga jangan heran, pemilihan program studi itu pun kadang tidak didasarkan pada kemauan pribadi atau sisi praktis untuk masa depan, tapi cuma dilihat seberapa keren jurusan tersebut didengar kawan-kawan. Jadi jika kita balik logika berpikirnya, kalau kita berpikir pilih jurusan yang hanya enak didengar teman, bisa apa nanti kalau memang tidak menguasai ilmunya?

Beda Program Studi? Tidak Masalah

Di Indonesia sendiri, hampir sebagian besar perusahaan memang masih mencari karyawan profesional dari bidangnya yang ia kuasai. Hal kedua, sebuah perusahaan pasti melihat gelar akademik dan institusi pendidikan yang diperoleh oleh si pelamar, apakah bonafide atau sedang-sedang saja. Dan inilah yang yang paling menantang, seorang karyawan profesional pastinya menguasai bidang ilmunya, walau latar belakang program studinya ada yang tidak sesuai. Misalnya alumni Sastra Jepang bekerja di departemen IT.

Kecil kemungkinan karyawan IT berasal dari jurusan Sastra Jepang, tapi bukan berarti tidak bisa ditemukan. Bisa saja orang tersebut bekerja di sebuah perusahaan Jepang yang bergerak di bidang IT, dan kebetulan keahlian bahasa yang ia kuasai adalah Bahasa Jepang.

Sarjana Bisnis? Bisa Apa Sih?

Ada satu lagi yang masih terus dibutuhkan, yaitu sarjana di bidang ilmu pengetahuan bisnis dan ilmu pengetahuan administrasi bisnis. Dua gelar ini ke depannya masih tetap akan berguna, dan ada peluang karir terbuka bagi kamu yang studi di bidang ini.

Tapi harus diingat, mereka yang baru menyandang status sarjana bisnis pun belum tentu bisa langsung kerja. Mereka pun harus bersaing dengan gelar sarjana yang sama dari kampus lain. Atau bahkan harus dites dulu sejauh mana keahlian dan ilmu mereka bisa diterapkan di suatu perusahaan. Jadi, sarjana bisnis masih bisa menganggur dong?

Ya memang ada kemungkinan itu. Walau ada dasar-dasar pengetahuan dalam hal bisnis, belum tentu juga mereka yang sudah menyandang gelar itu bisa langsung kerja. Itu tergantung si individu. Ada juga yang bisa langsung bekerja di perusahaan bonafide, tapi tidak sedikit mereka yang malah menganggur.

Baru Lulus Sarjana Bisnis, Berwiraswasta? Kenapa Tidak!

Harus diakui, memang tidak mudah untuk menjalankan bisnis, walau sekecil apa pun. Tapi justru akan semakin ‘salah’ jika kita tidak pernah memulai dan merasakan jatuhnya berbisnis, dan kemudian memiliki waktu cukup untuk bangkit kembali. Kalau begitu, untuk bikin bisnis mimpi saja tidak cukup dong? Ya iyalah. Kamu harus bisa memulai dengan benar.

Jika sarjana di bidang bisnis atau mereka yang bergelar administrasi bisnis sudah menyelesaikan studinya, coba bikin suatu perusahaan. Institusi pendidikan di Indonesia malah sudah mengarahkan lulusannya jangan hanya bekerja untuk orang lain, tapi juga dimotivasi untuk membuat suatu perusahaan kecil. Bahkan sekelas startup business. Dengan begitu, perusahaan kecil ini bisa langsung menyerap tenaga kerja profesional. Jika bingung dari mana memulai usaha, coba gali apa hobi terpendam kamu. Itu biasanya berhasil untuk dijadikan awal bisnis.

Sang pemilik bisnis pun perlu mengerti praktik perekrutan, undang-undang tenaga kerja, permintaan pasar, marketing, dan akunting. Bukan hanya itu, ia juga harus mengerti dasar-dasar pengelolaan tim karyawan, menjaga hubungan baik dengan pelanggan, dan mampu mengambil keputusan di saat yang tepat.

Tapi kalau kita melihat banyak contoh orang yang sukses mendirikan perusahaan dari bawah, dan melihat latar pendidikannya yang bahkan cuma tamat Sekolah Menengah Umum, jadi mereka yang bergelar sarjana bisnis pun bisa tersaingi? Jawabannya, sangat bisa!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama