Lanjut Sekolah Magister ? Kenapa Tidak ?

Persaingan yang sengit di dunia kerja sering memaksa seorang lulusan S1 untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Namun, ternyata mengambil sekolah S2 tidak semudah itu loh, banyak pertimbangan yang harus dipikirkan.

Masih ingatkah Anda ketika merasakan nikmatnya memakai toga saat wisuda kuliah dulu ? Kalau digambarkan, mungkin itu adalah momen melepas beban setelah berjibaku dengan padatnya mata kuliah dan sulitnya menyelesaikan skripsi. Namun, pernahkan muncul dipikiran untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi ke S2 atau S3 ?

Pada dasarnya, setiap manusia selalu memiliki naluri untuk belajar, baik secara formal maupun informal, usia sekolah sampai sudah bekerja, kebutuhan akan hal tersebut selalu menjadi salah satu yang terpenting. Terkadang, beberapa dari Anda mungkin pernah merasa kalau ilmu yang dimiliki masih terlalu kurang. Terutama ketika dihadapkan dengan persaingan dunia kerja yang begitu ketat.

Kuliah magister bisa menjadi jawaban atas sengitnya pasar kerja

Bahkan, belakangan ini mulai muncul anggapan kalau lulusan S1 sudah seperti “kacang goreng”, Maksudnya adalah jumlahnya bertebaran begitu banyak, sayangnya hal ini tidak diimbangi oleh lapangan kerja cukup sehingga sebagian besar dari mereka tidak memiliki pekerjaan karena kalah bersaing.

Karena itu, sebagian fresh graduate atau pegawai memilih untuk melanjutkan pendidikan sampai S2, bahkan sampai S3. Tidak ada salahnya, sebab hal ini sangat berguna, terutama untuk menambah ilmu serta mampu menambah relasi. Di samping itu, dengan sekolah lagi, maka itu akan menjadi sebuah investasi besar yang nantinya mampu memberikan nilai tambah pada Curiculum Vitae (CV).

Pertanyaannya, apakah mewujudkan keinginan melanjutkan pendidikan S2 atau S3 sangat mudah ? Salah besar bagi yang menganggap seperti itu.

Siapkah Kondisi Finansial Anda ?

Sekolah makin lama makin mahal. Mungkin terdengar klise, namun inilah masalah utama mengapa masih sedikit orang yang mampu menggapai jenjang pendidikan ini. Sama seperti S1, bila dikalkulasikan, sebenarnya biaya kuliah magister tidak jauh berbeda dengan jenjang sebelumnya itu. Namun, yang membuatnya begitu besar adalah karena dia hanya ditempuh selama 2-3 tahun.

Dari riset yang dilakukan, beberapa universitas swasta di Jabodetabek seperti Paramadina dan Bina Nusantara mematok biaya per semester di atas Rp 10 juta. Sebagai perbandingan, kalau di jenjang S1, uang sebesar itu bisa digunakan untuk membayar iuran sebanyak 2 semester ! Itu pun belum termasuk ongkos, buku, thesis, dan sebagainya.

Di mana Anda Ingin kuliah ?

Indonesia memiliki banyak perguruan tinggi, baik itu swasta dan negeri menawarkan program lanjutan setelah S1. Masalahnya, apakah kualitas pendidikan yang akan didapat sesuai dengan kebutuhan Anda ? Ingat, jangan sembarangan ! Sebab hal ini berhubungan dengan masa depan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih tempat kuliah S2.

1. Akreditasi

Sebelum mendaftar, lihat dulu apa akreditasi yang dimiliki oleh perguruan tinggi tersebut. Bila masih mendapat skor C, lebih baik mencari di tempat lain yang sudah A atau B. Namun, kualitas selalu berbanding lurus dengan biaya, sebab biaya belajar di kampus kelas atas pastinya lebih mahal dari yang dibawahnya.

2. Periksa jadwal kuliah

Khusus bagi Anda yang sudah bekerja dan ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi, cobalah cari universitas yang menawarkan jadwal kuliah fleksibel. Sebagai saran, pilihlah kampus yang memiliki kelas malam atau akhir pekan sehingga tidak mengganggu aktivitas di kantor.

Pilih jurusan sesuai S1 atau sesuai pekerjaan ?

Mengapa pertanyaan ini muncul ? Karena saat ini banyak diantara kita yang memiliki pekerjaan berbeda dengan latar belakang pendidikan. Sebagai contoh, entah sudah berapa banyak lulusan ilmu hukum yang saat ini bekerja di bidang perbankan yang notabene lebih cocok untuk jurusan ekonomi. Oleh sebab itu, bagi yang ingin meneruskan sekolah, hal ini tidak boleh lepas dari perhatian.

Yuk siapkan dana untuk kuliah S2

Namun, sebagai saran, pilihlah jurusan yang sesuai dengan background S1 Anda. Jika nantinya memilih untuk mengambil yang lain, usahakan masih memiliki kurikulum yang berhubungan dengan jurusan asli.

Tujuan mengambil S2 ?

Apapun yang dilakukan setiap orang, pada dasarnya harus memiliki tujuan. Khusus untuk S2, apakah ini berkaitan dengan karir, atau hal lain. Karena itu, pertimbangkan pula masalah kemampuan, minat, serta kepribadian agar tidak mengambil jurusan yang salah ketika melanjutkan pendidikan nanti.

Bila belum memikirkan hal tersebut, ada baiknya dimulai dengan mencari tahu pekerjaan apa yang Anda inginkan pasca menyelesaikan kuliah magister.

Pertanyaan, jawaban, hingga saran yang ditulis pada artikel ini dibuat berdasarkan hasil wawancara penulis dengan beberapa teman dan keluarga yang sudah menempuh S2. Jadi, apa yang diungkapkan di atas tidak perlu membuat Anda menjadi ragu untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Apalagi, keuntungan yang ditawarkan adalah nilai tambah di portofolio dan Curiculum Vitae yang sangat berguna bagi karir.

Bisa mendapatkan sekolah S2 memang tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Sudah banyak orang yang berhasil dalam karir setelah menempuh pendidikan tersebut. Lalu, bagaimana dengan Anda ?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama