Ini Alasan Mengapa Seorang Entrepreneur Tidak Boleh Sombong

Indonesia masih menjadi lahan segar untuk membuka usaha, bisnis, ataupun perusahaan. Tapi jangan salah, karakter yang satu ini bisa bikin jatuh apa yang sudah kita bangun.

  1. mudah tergantikan
  2. di dunia entrepreneur reputasi sangatlah penting
  3. bertanggung jawablah untuk setiap hal
  4. orang lain menggantungkan hidupnya pada anda
  5. siap mengecewakan banyak orang
  6. jangan khawatir jika mudah dilupakan orang
  7. membangun bisnis perlu lebih dari sekedar uang
  8. terbiasa gagal, terbiasa menelan pil pahit
  9. anda akan menghadapi banyak sekali penolakan

Kadang kita merasa bangga, suatu bisnis bisa terbangun. Juga, suatu prestasi tersendiri jika kita sudah punya penghasilan sendiri atas perusahaan kecil yang kita dirikan. Orang tua menjadi bangga. Teman bahkan memberi apresiasi. Tanpa kita sadari, semua itu bisa ‘menjatuhkan’ kita atas apa yang telah kita bangun. Sebagai seorang pengusaha (entrepreneur), kita sering dihadapkan dengan banyak pencapaian dan keberhasilan. Itu semua karena pencapaian pembelajaran kita atas segala sesuatu. Pelanggan pertama kita, profit pertama kita, balik modal pertama kita, tim manajemen pertama kita, penanganan klien yang baik, profit yang terus berkembang, relasi media yang baik, promosi pertama kita, dan masih banyak lagi.

Sebagai seorang entrepreneur, semua yang telah kita bangun bisa runtuh hanya dalam beberapa hari karena hal yang satu ini: sombong. Yuk, simak artikel di bawah ini yang mengulas bahwa entrepreneur dilarang sombong.

Mudah Tergantikan

Sebagai orang pertama yang menjalin relasi baik dengan banyak orang, Anda pasti dihargai banyak orang. Entah itu pelanggan, mitra, pemasok, kolega, bahkan rekan tim kerja di kantor. Namun jangan lupa, tim yang selama ini berada di bawah Anda, yang membantu segala sesuatu agar perusahaan Anda menjadi sukses, bisa saja menggantikan kita. Mengapa? Mungkin saja karakter mereka lebih baik. Mungkin saja gaya kepemimpinan mereka lebih baik. Bisa saja mereka lebih cerdas, atau bahkan lebih kompeten dari Anda. 

Jangan pernah merasa berpuas diri atas apa yang pernah Anda capai. Itu penting karena tingkat persaingan di dunia entrepreneur semakin tinggi. Setiap hari ada saja orang yang punya ide/gagasan yang lebih baik untuk mereka wujudkan. Bahkan, mereka tidak segan-segan untuk menjalin persahabatan dengan pesaing sekalipun. Tingkat keahlian berkomunikasi mereka dengan pangsa pasar di Indonesia pun mereka latih dengan baik. Maka, jangan pernah berhenti bersikap lapar, juga tetap perlakukan orang lain di sekitar Anda dengan baik. Termasuk bawahan. Termasuk tim kreatif. Dengan begitu, Anda tidak akan mudah tergantikan.

ilustrasi: sombong.

Di Dunia Entrepreneur, Reputasi Sangatlah Penting

Jangan mentang-mentang Anda adalah pemilik usaha, Anda bisa seenaknya bersikap seperti seorang bos. Justru sebaliknya, Anda sebenarnya adalah ‘pelayan’ dari bawahan Anda. Juga jangan menjadi public enemy number one di lingkungan pekerjaan Anda. Itu membuat Anda menjadi manusia yang layak untuk dibenci semua orang di sekitar. 

Gunakan teknik berkomunikasi Anda untuk menjadi orang yang luar biasa dan paling mudah ditemui orang lain. Buat diri Anda menjadi orang yang berintegritas dan terhormat. Dengan begitu, orang di sekitar akan otomatis menghormati Anda.

Bertanggungjawablah untuk Setiap Hal

Sebagai entrepreneur, Anda-lah orang pertama yang dicari ketika terjadi sebuah masalah. Masalah timbul bukan berarti berasal dari bawahan Anda. Tidak perlu membuat karyawan Anda saling tunjuk. TEAM adalah kependekan dari Together Everyone Achieve More

Jadi, setiap orang dalam tim bertanggungjawab untuk memperbaiki kesalahan tim. Sebuah kesalahan haruslah cepat dikoreksi. Itu seperti tubuh yang harus cepat pulih. Cepat sembuh, agar bisa bangkit kembali. Anda akan jauh lebih produktif jika segera mengurai apa solusi dari masalah tersebut, memperbaikinya, dan mencegah tidak terulang kembali. Lalu, bergeraklah maju.

Orang Lain Menggantungkan Hidupnya pada Anda

Ketika menjadi entrepreneur, pengaruh Anda akan memberi dampak pada orang lain. Baik secara langsung maupun tidak. Pelanggan Anda akan semakin menaruh kepercayaan bahwa layanan yang perusahaan Anda buat bisa memberikan kepuasan. Karyawan Anda pun akan semakin bergantung pada Anda dalam hal mata pencaharian mereka. Di sisi lain, investor pun mengharapkan laba atas investasi yang mereka berikan. Setiap keputusan dan tindakan yang Anda ambil memiliki pengaruh pada hidup mereka. Termasuk keluarga kecil mereka. Maka, ingatlah selalu untuk melakukan yang terbaik bagi semua orang, bukan hanya diri Anda sendiri.

Siap Mengecewakan Banyak Orang

Hubungan profesional mungkin suatu saat harus berakhir. Atau bahkan akan berakhir. Orang-orang yang dahulu terhubung dengan Anda secara profesional mungkin tidak akan selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan. Itulah hidup. Pasti ada mereka yang suka dan yang tidak. Anda juga tidak bisa tumbuh jika terus mempertahankan karyawan yang tidak berbobot, atau tidak bisa tegas terhadap pelanggan yang kasar. Lemak perlu dipangkas. Kolesterol perlu dibabat. Tapi, lakukan dengan hati-hati. Jangan sampai meninggalkan rasa pahit di mulut mereka agar terhindar dari konsekuensi yang mungkin akan Anda hadapi.

Jangan Khawatir jika Mudah Dilupakan Orang

Misalkan perusahaan Anda masuk pemberitaan di media massa. Mereka memberitakan karena prestasi perusahaan Anda yang luar biasa. Tapi jangan lupa, media massa juga seperti pisau bermata dua. Kadang Anda diliput kerundungan karena pemberitaan negatif yang mereka buat. Santai saja. Jangan khawatir. Itu tanda bahwa Anda butuh inovasi. Buatlah inovasi yang baru, tapi jangan sensasi ya!

ilustrasi: pertemanan.

Membangun Bisnis Perlu Lebih dari Sekadar Uang

Bagi Anda yang sudah pernah membangun suatu perusahaan kecil, pasti pernah merenung, “Sudah sekian banyak hal yang saya korbankan. Saya tidak menyangka bisa sampai setinggi ini.” Dalam membangun bisnis, ada harga yang perlu Anda bayar. Itu biasanya hubungan dan kebahagiaan. Subjektif memang. Tapi itulah sebagian besar orang yang fokus pada apa yang mereka inginkan. 

Jangan sombong karena mentang-mentang Anda banyak modal. Pekerjaan akan dengan mudah menyita waktu Anda. Waktu itu memang berharga. Jika sampai pada level itu, bijak-bijaklah menginvestasikan waktu. Jangan sampai waktu berlalu tanpa hasil. Kalau Anda sombong karena sudah investasikan uang yang sangat banyak, uang bisa dicari. Tapi waktu tidak akan pernah bisa kembali. Begitu juga kawan baik Anda.

Terbiasa Gagal, Terbiasa Menelan Pil Pahit

Pada pengalaman saya, ketika dulu mendirikan perusahaan di bidang online news, teman dan sahabat harap-harap cemas apakah saya bisa berhasil atau tidak. Sebagian kecil dari mereka berharap saya gagal. Tapi sebagian besar dari mereka berharap saya berhasil karena hasrat saya di bidang Jurnalisme. Wajar, karena memang mereka meragukan kemampuan Anda. Jangankan mendirikan perusahaan, buka warung kecil pun banyak orang berburuk sangka. 

Kegagalan akan menjadi teman Anda sepanjang perjalanan itu. Jika Anda sebagai entrepreneur kadung sombong, bahkan terlalu arogan dalam segala hal, siap-siaplah menelan banyak pil pahit. Tapi, kadang Anda harus berhenti melanjutkan jika proyek usaha Anda sudah tidak masuk akal untuk dilanjutkan. Nah, ketika memulai sebuah startup business baru, pastikan Anda sudah siap dari sebelumnya. Jangan terlalu lama terpuruk. Segera bangkit adalah obat yang terbaik. Belajarlah terus dalam segala hal.

Anda akan Menghadapi Banyak Sekali Penolakan

Sebagai orang yang baru memulai usaha, Anda akan menghadapi banyak sekali penolakan. Dari siapa pun itu. Penolakan pertama mungkin berasal dari anggota keluarga sahabat terdekat. Jangan ejek balik mereka dengan mengatakan mereka sombong atau tidak tahu diri. Dengan berkata begitu kepada mereka, justru Anda-lah yang sombong. Padahal satu pun bukti dari tindakan Anda yang sukses. 

Tetaplah rendah hati kepada mereka yang mengatakan “tidak”. Dengan rendah hati, Anda sebenarnya sedang melayakkan diri untuk mendapatkan kata “ya” dari mereka. Berusahalah mengadakan komunikasi dengan orang yang tepat, dengan sembari meningkatkan keahlian berkomunikasi Anda dan teknik menjual Anda. Dengan begitu, Anda telah mengubah penolakan dengan keberterimaan.

Jadi, SobatGoGo, apakah kamu punya cerita tentang atasan yang sombong? Atau, Anda sendiri yang sebenarnya sombong terhadap bawahan Anda? Yuk berubah!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama