Dilema Fresh Graduate Antara Kerja dan Lanjut Pasca Sarjana

Hore akhirnya lulus kuliah. Setelah menjadi fresh graduate apakah Anda sudah menentukan pilihan antara meneruskan sekolah atau justru bekerja? Mungkin ini akan jadi pilihan yang sulit, karena tingkat pendidikan akan menjamin besaran gaji yang diterima. Benarkah?

Biaya pendidikan dari tahun ke tahun selalu meningkat, terutama di tingkatan Universitas pada program S-2. Para orangtua sering mengeluh terhadap situasi ini. Karena selain merepotkan, tidak jarang gara-gara hal ini para murid menjadi putus sekolah. Belum lagi untuk jenjang Strata Satu, masih banyak di antara mereka yang hanya di gaji dibawah Rp 3 juta. Maka tak aneh jika mereka lebih memilih untuk melanjutkan sekolah ke pasca sarjana, dengan harapan upah mereka akan semakin tinggi seriring dengan tingkat pendidikan yang semakin tinggi pula. 

Siapa yang bisa disalahkan? Tidak ada. Semua pihak ikut bertanggung jawab atas terjadinya fenomena ini. Namun, masalah ini memiliki berbagai macam solusi, jika Anda berusaha maka Anda akan mendapatkan jalan. Seperti pepatah mengatakan, “ada banyak jalan menuju Roma.”

Gaji fresh graduate hanya Rp 3 juta?

Mari kita asumsikan Anda seorang fresh graduate S-1 jurusan accounting yang bekerja di sebuah perusahaan bank dengan gaji sebesar Rp 3,1 juta per bulan. Bagi sebagian orang nominal itu termasuk kecil, tergantung Anda menyikapinya bagaimana. Seiring dengan waktu perlahan-lahan besarannya akan meningkat, namun untuk untuk kurun waktu berapa lama? Mungkin belasan tahun. Tidak dipungkiri pula bahwa Anda ingin mempunyai rumah, menikah dan mempunyai anak, dan lain sebagainya. 

Kemudian terbesit pikiran untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu pasca sarjana. Namun, setelah mengetahui estimasi biayanya, Anda akan tercengang dengan jumlahnya yang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Tapi, dengan tingkat pendidikan setinggi itu, gaji yang akan di dapatkan pun tidak akan main-main alias you’ve got yourself a real deal. 

Bisakah beasiswa menjadi pilihan?

Keinginan untuk menuntut ilmu sih masih besar, tapi seringkali malah terbentur dengan biaya. Nah, Anda pasti sudah sering mendengar kata beasiswa. Ini tidak seperti pinjaman atau investasi yang dilakukan oleh asuransi pendidikan,ini tidak perlu dibayar kembali. Ini adalah hadiah. Ini sudah seperti diberikan oleh berbagai entitas, seperti sekolah, sumbangan pribadi, bisnis, organisasi keagamaan, organisasi nirlaba, pemerintah, dan asosiasi profesi. Ada ribuan beasiswa yang tersedia untuk program mahasiswa pasca sarjana di seluruh negeri. 

Bagi fresh graduate ini sering menjadi dilema. Bagaimana tidak keinginan untuk terus menuntut ilmu dan mempunyai hasrat yang tinggi untuk menjadi orang pintar malah terbentur dengan dana yang selangit. Sebagai contoh, Biaya pendidikan (SPP) Program magister (S2) di SPs UGM untuk mahasiswa dengan masa studi 4 semester, berkisar sekitar Rp 30.000.000,00 sesuai dengan kebijakan dari masing-masing Program Studi. Sedangkan jika Anda memilih program pasca sarjana di Universitas Trisakti, Anda diwajibkan membayar Rp 15 juta per satu semester. Menurut survei yang dilakukan, kampus S-2 termahal di Indonesia dipegang oleh President University yang dipatok biaya Rp 50 juta per paket. 

Pendidikan pasca sarjana terlalu mahal

Mahalnya biaya pendidikan dikarenakan kurikulum internasional yang digunakan. dosen pengajar terdiri dari dosen-dosen kompeten dari luar negeri atau lulusan universitas luar negeri. Suasana belajar yang berbahasa Inggris penuh dan menerapkan kelas kecil, di mana satu kelas hanya 5-12 orang. Anda jangan berkecil hati terlebih dahulu, karena Anda masih tetap bisa berkuliah dengan dana yang dipersiapkan dari beasiswa. Berikut adalah beasiswa yang sering menjadi hidangan utama bagi para pencari biaya untuk sekolah pascasarjana baik di dalam maupun luar negeri.

1. Beasiswa Unggulan adalah program beasiswa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang bertujuan menggaet para calon dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan perguruan TINGGI (PTN/PTS) untuk melanjutkan pendidikannya. Beasiswa Unggulan atau biasa disingkat BU, menyediakan beasiswa studi S2 dan S3 di dalam negeri dan luar negeri. Biasanya, BU mulai ditawarkan awal Maret hingga April.

2. Beasiswa Dikti Beasiswa satu INI memiliki kemiripan dengan BU. Bedanya pada sasaran dari beasiswa. Beasiswa Dikti ditujukan bagi dosen tetap PTN, dosen DPk, dan dosen tetap PTS. Pada Gelombang 1 lalu, Beasiswa Dikti hanya menyediakan pilihan studi di luar negeri. Pendaftaran secara online dibuka antara Juli hingga Oktober.

3. Beasiswa Bidik Misi Ini salah satu beasiswa Kemdikbud yang ditujukan bagi siswa kurang mampu agar bisa melanjutkan pendidikan tinggi. Pada 2012, beasiswa ini menyediakan sekitar 30.000 alokasi beasiswa dan tersebar di seluruh PTN di INDONESIA. Beasiswa Bidik Misi dibuka awal Maret untuk jalur undangan, berikutnya awal Mei untuk jalur SNMPTN. Selain itu, perguruan tinggi juga menyediakan seleksi secara mandiri.

4. Beasiswa Sampoerna Tawaran beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa asal Papua. Ada sekitar 10 beasiswa disediakan pada 2012 lalu. Beasiswa Sampoerna mengkhususkan bagi mahasiswa yang memiliki prestasi dan berjiwa kepemimpinan.

5. Beasiswa Djarum Melalui programnya Djarum Beasiswa Plus, beasiswa satu ini rutin digulirkan. Sasarannya adalah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan S1. Beasiswa Djarum menggandeng sejumlah perguruan tinggi untuk memberikan beasiswanya.

6. Beasiswa CIMB Melalui programnya beasiswa BUTIK-CIMB, beasiswa ini menjaring mahasiswa yang berprofesi sebagai wirausaha muda di masa kuliah. Selain itu, melalui CIMB Group juga disediakan beasiswa S2 dan S3 di luar negeri. Beasiswa CIMB biasanya ditawarkan awal Juni.

8. Beasiswa On Going Tawaran beasiswa on going disediakan oleh Dikti untuk para dosen tetap PTN maupun PTS yang sedang menempuh pendidikannya di luar negeri. Biasanya, beasiswa ini ditawarkan sekitar awal Juli.

9. Beasiswa Kemenag Kementerian Agama juga memiliki penawaran beasiswa sendiri yang ditujukan bagi para dosen dan tenaga kependidikan PTAIN/PTAIS. Beasiswa ini hanya bisa diambil untuk studi di luar negeri mulai jenjang S2 hingga S3.

10. Beasiswa BIDIK MISI KEMENAG Selain Bidik Misi Kemdikbud, ada Bidik Misi Kemenag. Keduanya memiliki kesamaan karena sama-sama ditujukan bagi siswa kurang mampu. Bidik Misi Kemenag akan menanggung biaya kuliah di Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN).

11. Beasiswa BLACKBERRY Program beasiswa ini bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). BlackBerry menyediakan sekitar 18 beasiswa Master dan Doktor untuk kuliah berbasis riset di ITB. Beasiswa BlackBerry juga ditawarkan sekitar Mei.

12. Beasiswa Kaltim Beasiswa Kaltim hanya ditujukan bagi mahasiswa asal Kalimantan Timur (Kaltim), baik yang kuliah di Kaltim maupun di luar Kaltim. Beasiswa ini menyediakan alokasi mulai dari jenjang D3, S1, S2, hingga S3.

13. Beasiswa Kukar Serupa dengan Beasiswa Kaltim, beasiswa Kukar merupakan beasiswa lokal yang hanya ditujukan bagi mahasiswa asal Kutai Kartanegara. Sekup beasiswa ini lebih luas, mulai dari D1, D2, dan D3 hingga S1, S2, dan S3.

14. Beasiswa P3SWOT Beasiswa ini disediakan Kemdikbud bagi sejumlah penggiat profesi, di antaranya peneliti, penulis, pencipta, seniman, wartawan, olahragawan, dan tokoh. Beasiswa P3SWOT dibuka di awal tahun dan berakhir 31 Desember.

15. Beasiswa FAST TRACK Salah satu beasiswa program fast track disediakan Kemdikbud. Beasiswa ini dibuka Januari hingga 31 Desember. 

16. Beasiswa GURU dan Kepsek Guru, kepala sekolah, dan pengawas kini juga memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi. Direktorat P2TK Kemdikbud mengalokasikan beasiswa untuk mereka setiap tahunnya. Beasiswa diberikan secara penuh untuk program S2 yang akan diambil. 

17. Beasiswa CIO Beasiswa CHIEF INFORMATION OFFICER (CIO) disediakan oleh Kementerian Kominfo bekerjasaman dengan UGM. Beasiswa ini ditawarkan bagi PNS/CPNS di lingkungan kementerian maupun non kementerian baik pusat maupun daerah. Beasiswa ditawarkan untuk program S2.

18. Beasiswa Universitas Universitas umumnya memiliki penawaran beasiswa secara mandiri. Beasiswa kampus ini ada yang dibuka untuk perkuliahan baru, tapi juga banyak yang ditawarkan kepada mahasiswa yang sedang studi. Variasi beasiswa, seperti program yang ditawarkan, jenjang kuliah, hingga jumlah beasiswa merupakan kebijakan tersendiri setiap universitas. 

19. Beasiswa Lokal Beasiswa lokal dapat didefinisikan sebagai beasiswa dengan sekup tertentu, baik dari segi sasaran, tempat, maupun jumlahnya. Beasiswa lokal umumnya disediakan pemerintah daerah atau lembaga donor kepada kelompok yang diinginkan. Contoh beasiswa lokal adalah beasiswa Kaltim atau beasiswa Kukar.

20. Beasiswa Yayasan Peluang beasiswa ini bisa Anda dapatkan dengan menghubungi pihak yayasan yang biasa memberi donor. Umumnya yayasan perusahaan besar sudah bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi. Jadi, cukup tanyakan atau cari tahu yayasan mana yang biasa memberikan beasiswa di kampus Anda.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama