5 Pilihan Karir Teburuk di 2016

Faktor tekanan dan pendapatan yang rendah membuat beberapa pekerjaan memiliki masa depan yang tidak cerah. Berikut ini adalah daftar lima pekerjaan terburuk di tahun 2016

Faktor situasi dan kondisi tertentu menyebabkan sejumlah profesi paling tidak menyenangkan dan memberikan masa depan yang buruk. Sehingga, muncul pemikiran untuk mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan, baik dari sistem kerja maupun pembayaran.

Beragam situs setiap tahunnya mengeluarkan referensi pekerjaan teburuk dan terbaik. Daftar tersebut kerap dijadikan panduan orang-orang yang ingin mencari kerja. Dilansir dari CNBC, Minggu (24/4), ada beberapa pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra untuk menjalankannya, namun hanya mendapatkan bayaran yang sedikit.

Sehingga dinilai pekerjaan ini merupakan karir terburuk daripada jenis pekerjaan lainnya. Berikut lima pekerjaan tahun ini yang tidak direkomendasikan untuk Anda yang tengah meniti karir untuk masa depan.

1. Wartawan Koran

Profesi ini menuntut pekerjanya untuk mencari dan mengolah berita untuk terbit di media cetak itu dianggap kurang baik dimasa depan karena berbagai alasan. Beberapa di antaranya adalah rendahnya penghasilan serta rentan diberhentikan.

Berdasarkan laporan CareerCast 28th Jobs Rated, wartawan media cetak menjadi pekerjaan terburuk selama tiga tahun berturut-turut. Pekerjaan ini menempati posisi teratas untuk kawasan Amerika Serikat

Terlebih lagi dengan invasi media sosial yang mempengaruhi eksistensi media cetak di zaman yang serba digital seperti sekarang ini. Sehingga banyak orang yang beralih ke media online dan membuat orang semakin enggan membeli koran cetak.

2. Pembasmi Hama

Menurut Quincy Jones dari Harpoon Pest Solution di Pensylvania profesi pembasmi hama ini memiliki stigma negatif. Sebab, setiap orang berpikir profesi ini bukan jalan karir karena berurusan dengan hama dan insektisida.

Selain itu faktor pendapatan juga mempengaruhi. Di Amerika Untuk profesi ini, Anda hanya dibayar sebesar USD 30 ribu per tahun hanya untuk berurusan dengan tikus, serangga, dan binatang pengganggu lainnya.

Baca juga: 8 Profesi yang Tahan Terhadap Krisis Ekonomi

3. Supir Taksi

Selanjutnya yang masuk kedalam daftar pekerjaan terburuk adalah supir taksi. Mengendarai taksi memiliki banyak tekanan, para supir taksi harus bertemu orang-orang dengan beragam sifat setiap harinya. Selain itu ini tidak diimbangi dengan penambahan bayaran.

Baru-baru ini pun dengan berkembangnya teknologi ada beragam ide yang mulai menggeser jasa transportasi ini yaitu dengan adanya aplikasi online untuk transportasi yang lebih menawarkan kemudahan dan tarifnya lebih ekonomis.

4. Sales Ritel

Profesi ini dinilai sebagai pekerjaan yang berat. Anda diharuskan berdiri selam berjam-jam dan tidak jarang sales ritel harus melayani beragam sifat pelanggan. Yang paling buruk adalah pelanggan yang marah atau protes .

Dengan tekanan pekerjaan yang berat sayangnya, untuk sales ritel hanya dibayar sebesar USD 20 ribu per tahun. Hal ini berbanding terbalik dengan para CEO yang menghabiskan hari di balik meja dengan hari yang tak berat.

"Padahal sales ritel bisa menjual produk hingga USD 150 ribu per tahun selama 40 jam kerja," kata Kosultan Ritel dan CEO The Retail Doctor, Bob Phibbs.

5. Penebang Kayu

Daftar yang kelima adalah penebang kayu, profesi ini mengandalkan kekuatan fisik dan sangat rentan bahaya. Banyak orang yang memotong pohon-pohon besar secara manual dengan mesin potong yang besar. Mereka menempatkan diri sendiri dalam bahaya yang tidak terduga sewaktu-waktu.

Kecelakaan bisa saja terjadi dan jaminan pun belum tentu diberikan. Editor untuk Asosiasi Penebang Kayu Timur Laut Eric Johnson mengatakan dengan bayaran USD 35 ribu per tahun serta pandangan negatif dari masyarakat, profesi ini menjadi salah satu profesi berbahaya yang pernah ada.

Daftar ini dianggap cukup mewakili industri kerja di banyak negara. Karena profesi ini umumnya memiliki penghasilan yang cenderung rendah dan rentan stres. Apakah pekerjaan Anda masuk kedalam daftar tersebut?

Baca juga: 10 Profesi Bergaji Murah di Indonesia, Tapi Mahal di Luar Negeri

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama