5 Cara Cerdas Memanfaatkan Pesangon

Terkena PHK bukanlah akhir dari segalanya. Banyak cara dan usaha yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan uang pesangon Anda. Simak tips lengkapnya di sini!

Kehidupan tidak selamanya berjalan mulus. Ada kalanya pasang surut. Begitu pun dengan pekerjaan. Bila perusahaan tempat Anda bekerja mengalami kegagalan dalam melakukan aktivitas bisnis, maka kemungkinan Anda akan terkena imbas pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Tentunya hal ini menjadi momok yang menakutkan bagi setiap pekerja. Namun di sisi lain, Anda akan mendapatkan ‘keuntungan’ berupa uang pesangon PHK.

Berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003 pasal 156 bahwa untuk sesorang yang telah memiliki masa kerja lebih dari 1 tahun, maka uang pesangon minimal adalah sebesar 2 bulan gaji.

Terkadang, uang pesangon menjadi sesuatu yang menggiurkan untuk dihambur-hamburkan. Namun, alangkah lebih baiknya jika menggunakan uang pesangon secara cerdas. Berikut kami berikan tipsnya.

Turunkan Gaya Hidup

two woman hang out at cafe

Hal terpenting yang perlu dilakukan setelah terkena PHK adalah menurunkan gaya hidup dan segera mencari sumber pemasukan baru. Sebab, berapa pun uang pesangon yang diterima, jika tidak dikelola dengan sangat hati-hati, maka akan cepat habis.

Tabungan atau Deposito

Uang pesangon dalam bentuk tunai memang tampak aman. Namun, sebenarnya berisiko jika tidak bisa mengaturnya. Bisa-bisa uang pesangon akan lebih cepat habis tanpa disadari. Oleh karena itu, sebaiknya jangan pernah mengambil uang pesangon dalam bentuk uang tunai.

Simpanlah uang pesangon dalam bentuk tabungan atau deposito di bank. Cara ini cocok bagi Anda yang konservatif dan ingin bermain ‘aman’. Sebab, walaupun nantinya perkembangan uang tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan investasi, tapi memang relatif lebih aman.

Lunasi Utang

Turunkanlah pengeluaran rutin bulanan maksimal 80 persen dari gaji Anda ketika masih bekerja. Cara ini sudah termasuk (bila ada) cicilan KPR dengan total alokasi sebesar 48 persen dari pesangon. Siapkan dana ini minimal untuk 3 bulan.

Setelah itu, segera lunasi (bila ada) utang kartu kredit. Namun jika dana tidak mencukupi, tekanlah pokok utang tersebut dan cicilah seluruh utang kartu kredit Anda sebesar 15 persen dari gaji saat Anda bekerja. Siapkan dana ini minimal untuk 3 bulan.

Investasi

investment tree


Sambil terus berusaha mencari pekerjaan baru, mengalokasikan dana untuk kebutuhan sehari-hari dan menyicil utang, sebagian pesangon juga sebaiknya dialokasikan untuk investasi. Cara ini bertujuan agar uang pesangon tidak habis dalam sekejap untuk dikonsumsi.

Sisihkanlah minimal 15 persen dari pesangon untuk investasi jangka pendek, menengah atau panjang, tergantung kebutuhan Anda. Tempatkanlah pada instrumen investasi yang tepat. Pilihlah salah satu diantara jenis investasi seperti reksadana, emas atau properti.

Investasi berbeda dengan tabungan atau deposito yang hanya berbunga sedikit dan tak cukup untuk membendung laju inflasi. Investasi reksadana misalnya, pada umumnya akan menghasilkan keuntungan yang lebih dari inflasi.

Namun harus diingat bahwa investasi memiliki prinsip, yakni risiko berbanding lurus dengan keuntungan. Maka dari itu, makin kecil risiko, berarti makin sedikit keuntungan yang bisa diraih. Carilah informasi sebanyak-banyaknya sebelum memutuskan berinvestasi.

Mendirikan Usaha

plan for business

Setelah memenuhi berbagai poin di atas, langkah selanjutnya untuk memaksimalkan uang pesangon adalah mendirikan usaha. Mulailah dari usaha kecil-kecilan, dan jalani sesuai dengan passion dan kompetensi. Alokasikanlah sebesar 20 persen dari total uang pesangon.

Uang pesangon untuk alokasi ini sudah termasuk untuk cadangan tambahan modal minimal 3 bulan. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga jika hasil usaha Anda tidak sesuai dengan perencanaan.

Mudah bukan mengelola uang pesangon? Jika bisa mengelolanya dengan baik, maka akan mendapatkan manfaatnya secara maksimal. Jadi, PHK bukan berarti berhenti berusaha. Tetap semangat!

Baca juga: Pensiun Dini, Berguna atau Jadi Bencana?


0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama