5 Alasan Mengapa Harus Resign di Akhir Tahun

Anda merasa jenuh dengan pekerjaan sekarang? Ingin mencari suasana kantor baru? Kami beberkan 5 alasan kenapa Anda harus resign di akhir tahun.


Apa yang Anda rasakan ketika harus berangkat kerja? Bosankah atau ogah-ogahan? Atau jangan-jangan untuk beranjak dari tempat tidur saja malas? Hmm… jangan pernah remehkan alasan-alasan tersebut. Sesekali menganalisis bahasa tubuh sendiri itu perlu loh.

Mungkin memang alasan-alasan itu menunjukkan bahwa Anda harus resign dari tempat bekerja.

Keinginan resign pun kini semakin kuat karena momen akhir tahun. Ya, hal ini kerap membuat orang yakin memutuskan untuk segera move on dan mencari pekerjaan baru. Lantas, apa saja alasan yang membuat seseorang harus resign di akhir tahun?

Tidak Ada Target Pencapaian

Seharusnya, setiap perusahaan memberikan target pencapaian bagi para pekerja seperti promosi atau kenaikan gaji. Apalagi bagi yang sudah mengabdikan diri selama bertahun-tahun bekerja di sebuah perusahaan.

Target pencapaian inilah yang membuat seseorang selalu termotivasi untuk berbuat lebih baik dan lebih baik lagi. Dengan mendapatkan promosi atau kenaikan gaji, tentu akan membuat seseorang lebih berkembang lagi ke depannya.

Namun, jika target pencapaian tersebut terlihat sirna karena satu dan lain hal, maka tidak ada gunanya lagi bertahan dan mengerjakan sesuatu tanpa ada pencapaian. Kondisi ini sama seperti hidup tanpa tujuan. Maka dari itu, segeralah resign.

UMR Naik

Ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa harus resign di akhir tahun. Sebab mulai tahun depan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah memiliki rancangan formula perhitungan upah minimum regional (UMR).

Dari hasil perhitungan tersebut, kenaikan UMR adalah sebesar 10 hingga 11 persen setiap tahun.

Penetapan upah minimum dilakukan setahun sekali untuk jangka periode 4—5 tahun ke depan. Rinciannya, bila tahun ini pemerintah beserta pengusaha dan pekerja merumuskan UMR tahun 2016, maka di saat itu juga dirumuskan upah minimum masing-masing untuk tahun 2017 hingga 2021.

Setiap tahun akan ada kenaikan dalam satu periode 5 tahun. Nantinya, gubernur lah yang menetapkan upah minimum tahun I sekian, tahun II sekian, tahun III sekian, dan seterusnya.

Gaji Tak Kunjung Naik

Apakah selama ini Anda mendapatkan gaji dalam besaran yang tetap? Jika sudah bekerja bertahun-tahun tapi gaji tak kunjung naik, maka saatnya membicarakan dengan bos mengenai hal ini.

Jika perusahaan tak juga memberikan kompensasi atau kenaikan gaji, maka saatnya resign. Berarti perusahaan tersebut tidak peduli terhadap kesejahteraan karyawan. Pertanyaannya, apakah masih mau bertahan di perusahaan yang tidak memperhatikan kesejahteraan karyawan?

Tawaran Kerja Lebih Baik

Tahun Baru berarti harapan baru. Mendapatkan tawaran pekerjaan baru tentu akan melahirkan harapan baru bagi banyak orang. Terlebih lagi jika Anda memiliki setumpuk pengalaman kerja. Apabila pekerjaan yang sesuai dengan minat Anda berhamburan di luar sana, maka persiapkanlah mental untuk bersaing lagi.

Namun, menerima tawaran kerja tidaklah mudah. Sebelum menerimanya, Anda wajib mempertimbangkan berbagai faktor seperti jarak, gaji, profil perusahaan, lingkungan kerja, prospek kerja, profil pekerjaan, asuransi dan cuti.

Anda perlu melakukan sejumlah pengecekan dan menemukan informasi yang cukup tentang apapun yang berkaitan dengan tawaran pekerjaan. Jangan sampai menyesal dengan keputusan resign yang nantinya malah membuat Anda tidak nyaman dengan pekerjaan baru.

Perusahaan Mengalami Penurunan atau Stagnan

Sebuah perusahaan tentu akan mengalami pasang surut. Perhatikanlah apakah perusahaan tempat Anda bekerja sedang berkembang pesat atau stagnan.

Sebagai salah satu karyawan yang dimiliki perusahaan, tentu Anda harus berkontribusi terhadap perusahaan. Namun, jika Anda sudah melakukannya secara maksimal tapi perusahaan belum juga menunjukkan peningkatan, tak ada salahnya resign lalu berkarya di tempat lain.

Baca juga: Wirausaha VS Kerja Kantoran, Pilih Mana?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama