Yuk, Intip Peta Perencaan Kota sebelum Berinvestasi Tanah

Ada baiknya Anda melihat peta perencanaan kota sebelum berinvestasi tanah. Jangan sampai investasi yang Anda lakukan berakhir buntung akibat salah perhitungan.

Jaman sekarang, banyak orang yang lebih memilih uangnya diinvestasikan daripada menabung di Bank. Dari sekian banyak jenis investasi, hampir semua orang lebih memilih investasi tanah, karena investasi tanah dinilai jauh lebih menguntungkan dan memiliki nilai kenaikan harga yang sangat cepat dibandingkan dengan bentuk investasi lainnya. Selain itu investasi tanah juga minim biaya perawatan dan biaya asuransi.

Rata-rata kenaikan nilai tanah setiap tahunnya adalah sekitar 20%-25%. Namun ada baiknya sebelum Anda membeli tanah, Anda harus memerhatikan beberapa hal agar investasi Anda tepat sasaran, seperti:

Pastikan Lokasi Tanah Yang Anda Pilih Strategis

Harga jual tanah bisa mengalami kenaikan berlipat-lipat ganda jika terletak di lokasi yang sangat strategis, seperti di daerah yang akan dibangun jalan tol, rumah sakit besar, sarana pendidikan, dan city center.

Seperti Kecamatan Cigudeg yang bisa disebut sebagai wilayah pinggiran kota Bogor. Di peta perencanaan kota, daerah ini akan berkembang menjadi kabupaten Cigudeg. Selain itu, jalur ini juga menjadi jalur alternatif ke daerah Banten. Sehingga dapat dikatakan daerah ini memliki prospek yang bagus untuk berinvestasi tanah. Kisaran harga tanah di sini yang terletak dekat dengan jalan utama adalah Rp 240 ribu per meter persegi pada tahun 2012.

Sedangkan harga tanah di daerah Kecamatan Gantar, Haurgeulis adalah Rp 2 juta per bata dengan satu bata setara dengan 14 meter. Tanah di daerah sini bisa dikatakan strategis karena di dekat wilayah ini akan dibangun proyek jalan tol via Cirebon.

Pilih Tanah Yang Setengah Matang

Tanah seperti ini adalah tanah yang berprospek baik namun berada di luar dari daerah permukiman namun masih jarang permukiman. Mengapa? Karena tanah setengah matang seperti ini pembeliannya sangat murah namun setelah dibangun nilai jualnya menjadi tinggi. Sebaiknya Anda lihat peta perencanaan kota sebelum berinvestasi, pilih daerah yang akan dijadikan wilayah perdagangan atau pemukiman. Karena pasti tanah ini akan terus berkembang kedepannya.

Contoh: Tanah di daerah Ciomas, Bogor, terletak di perkampungan yang belum terlalu ramai tetapi di depannya terdapat perumahan yang rencananya nanti akan dibangun jalan yang penghubung. Tanah seluas 352 meter persegi ini pada tahun 2011 seharga Rp 50 juta. Tetapi pada tahun 2014, tanah ini berhasil terjual Rp 143 juta. Wow, kenaikannya yang cukup tinggi!

Pertimbangkan Bentuk Dan Ukuran Tanah

Jika tanah Anda terletak di pinggir jalan raya, usahakan bagian depan tanah lebih lebar dibandingkan bagian belakangnya. Bagian muka yang lebih lebar lebih menarik perhatian apalagi jika digunakan untuk tempat usaha, tentu sangat menguntungkan. Jangan lupa juga bentuk tanahnya harus persegi agar mudah ketika hendak dibangun.

Jika tanah Anda terletak di lokasi permukiman, belilah tanah yang tidak terlalu besar. Sebab ini akan memudah pemilik tanah jika akan menjualnya kembali. Bayangkan jika tanah yang Anda miliki seluas 1 ha tetapi terletak di daerah permukiman, akan sulit untuk dijual kecuali jika Anda memotongnya menjadi kavling.

Jangan Beli Tanah Yang Akan Menjadi Jalur Hijau

Pasti enak, daerahnya akan teduh, tidak banyak polusi. Pendapat yang seperti itu salah besar! Apa yang akan anda dapat? Bukannya untung malah buntung, sebab kedepannya izin mendirikan bangunannya akan sangat sulit mendapatkannya.

Pastikan Anda Memiliki Pinjaman Dana Yang Sesuai

Jika Anda sudah menemukan tanah yang sesuai, mungkin dengan menggunakan kredit tanpa agunan (KTA) bisa membantu Anda untuk mewujudkan tanah impian Anda. Berikut beberapa KTA yang bisa Anda gunakan untuk melakukan investasi tanah:

1. ANZ MoneyLine

Pinjaman tanpa agunan ANZ MoneyLine dengan tenor sampai dengan 5 tahun, jumlah pinjaman mulai dari Rp 4 juta-Rp 200 juta. Suku bunga 0,99% untuk 3 sampai 60 bulan.

2. BCA KTA

BCA KTA menawarkan KTA yang memiliki maksimum tenor 3 tahun. Jumlah pinjaman maksimum Rp 100 juta dengan suku bunga 1% per bulan untuk durasi 1 tahun, 1,03% per bulan untuk durasi 2 tahun, 1,07% per bulan untuk durasi 3 tahun. Pinjaman bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

3. BII Kredit Tanpa Agunan

Pinjaman Tanpa Agunan BII memiliki maksimum tenor 4 tahun dengan jumlah pinjaman maksimum Rp150 juta. Bunga pinjaman tetap mulai dari 17,8% untuk 1 sampai 3 tahun dan 19.08% untuk 4 tahun. Pinjaman bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

4. BNI Fleksi KTA Payroll

BNI Fleksi KTA Payroll menyediakan pinjaman tanpa agunan dengan maksimum tenor 5 tahun, jumlah pinjaman maksimum Rp100 juta Bunga pinjaman tetap mulai dari 10,5% untuk 1 tahun, hingga 11% untuk 2 tahun, 11,5% untuk 3 tahun, 12% untuk 4 tahun, dan 12,5% untuk 5 tahun. Pinjaman bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

5. CIMB Niaga Xtra Dana Payroll

Pinjaman CIMB Niaga Xtra Dana Payroll dengan maksimum tenor 3 tahun yang memiliki jumlah pinjaman maksimum Rp 200 juta. Suku bunga mulai dari 18,44% untuk 1 tahun, 18,44% untuk 2 tahun, dan 19,14% untuk 3 tahun.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama