Saatnya Meraih Kemerdekaan Finansial

71 tahun sudah Indonesia merdeka. Pada zaman globalisasi ini kemerdekaan tidak hanya berarti bebas dari penjajah tetapi bisa bermakna sebagai sebuah kebebasan dan kesuksesan finansial.

Ada sebuah artikel menarik dari personal finansial Kontan, artikel yang bisa menjadi bahan pembelajaran Anda dalam menyambut Kemerdekaan. Di zaman globalisasi ini kemerdekaan tidak hanya berarti bebas dari penjajah tetapi memaknainya sebagai sebuah kebebasan dan kesuksesan finansial.

Rakyat Indonesia yang bisa disebut merdeka secara finansial, ternyata masih terbilang minim. Bahkan, masyarakat kelas menengah pun masih banyak yang belum sampai pada tahap itu. Jangankan meraih kemerdekaan finansial, sebagian besar belum paham arti kemerdekaan finansial.

Apa itu Kemerdekaan Finansial?

Kemerdekaan finansial adalah ketika seseorang mencapai tujuan keuangan, yang mencakup setidaknya tiga tujuan yakni dana pendidikan anak, dana pensiun, dan proteksi terlindungi melalui asuransi. Jadi, pada saat Anda memerlukan dana untuk keperluan tersebut, kondisi keuangan secara keseluruhan tidak terganggu.

Maka, Kemerdekaan finansial itu bukan berarti punya uang yang banyak, bahwa kemerdekaan finansial bukan berarti ketiga tujuan keuangan tadi sudah tercapai, tetapi dapat menjaga semua alur keuangan dengan baik bisa dibilang sudah merdeka secara finansial.

Orang Indonesia Belum Sadar Kemerdekaan Finansial

Dari sekian banyak masyarakat Indonesia baru sekitar 20% masyarakat yang mencapai kemandirian finansial, sedangkan sisanya belum. Sebagian besar masyarakat belum sadar bahwa ada kebutuhan di masa depan yang harus disiapkan jauh-jauh hari.

Hal penting yang harus disadari dalam menuju kemerdekaan finansial adalah punya pola hidup sesuai dengan besarnya gaji atau penghasilan, sehingga pengeluaran bisa diatur lebih kecil ketimbang penghasilan

Apakah Anda ingin mewujudkan kemerdekaan finansial? Agar cita-cita ini bisa dicapai, maka Anda harus disiplin dalam setiap langkah. Untuk bisa mencapai kemerdekaan finansial, secara garis besar ada tujuh langkah yang harus ditempuh dalam meraih kemerdekaan finansial.

1. Identifikasi Aset

Langkah pertama yang penting dilakukan untuk mengetahui mana aset yang produktif dan yang kurang produktif. Aset produktif, seperti rumah yang bisa disewakan, tentu bisa menjadi pasive income. Sedang aset yang kurang produktif perlu Anda pikirkan solusinya, agar bisa ditingkatkan menjadi produktif ataukah justru lebih efisien jika dijual.

2. Melunasi Utang

Jika Anda memiliki utang konsumtif seperti utang kartu kredit, maka langkah utama sebelum ke langkah selanjutnya adalah melunasi utang terlebih dahulu. Ingat bunga kartu kredit sangat tinggi dan jangan sampai Anda hanya mampu membayar sebatas cicilan minimum.

Gunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran dan pastikan Anda mampu membayar lunas saat tagihan datang di bulan berikutnya. Jangan sekali-kali Anda berpikir bahwa kartu kredit adalah tambahan dana tunai. Risikonya Anda bisa terjebak dalam jeratan tagihan.

Jika Anda memiliki utang seperti KPR maka disarankan total cicilan tidak lebih dari 30% hingga 40% dari penghasilan. Kalau total cicilan sudah di atas 40% penghasilan, maka bisa dipastikan keuangan Anda tidak sehat karena tidak bisa menyisihkan untuk dana pendidikan anak dan dana pensiun.

3. Mengantisifasi Risiko

Merdeka secara finansial juga termasuk proteksi diri terlindungi. Kesehatan juga merupakan jaminan untuk seseorang mencapai kemerdekaan. Untuk itu asuransi jiwa maupun kesehatan juga penting untuk Anda miliki.

Sejak program BPJS Kesehatan diluncurkan pemerintah, hampir sebagian besar perusahaan asuransi mengeluarkan produk baru yang menarik untuk Anda pilih secara cermat. Jika Anda ingin setoran premi yang hemat, pilihlah produk asuransi yang mencakup asuransi kesehatan untuk suami-istri dan anak-anak dengan satu setoran premi.

Asuransi Axa Mandiri Hospitalife dapat menjadi pilihan, asuransi ini memberikan perlindungan maksimal untuk jenis asuransi kesehatan dan juga asuransi jiwa sekaligus. Ini adalah produk asuransi kesehatan sekaligus asuransi jiwa yang memberikan manfaat sekaligus keuntungan untuk Anda.

4. Siapkan Dana Darurat

Dana darurat adalah dana yang disiapkan untuk hal-hal yang tidak diinginkan atau bila ada kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi. Berapakah besaran dana darurat dan sebaiknya disimpan di manakah dana darurat tersebut?

Besaran dana darurat minimal adalah 3 kali pengeluaran bulanan. Penempatan dana bisa pada tabungan sebesar 1 kali pengeluaran dan deposito sebesar 2 kali pengeluaran bulanan. Namun jika Anda mampu menyisihkan dana darurat sesuai angka ideal yakni 6 kali pengeluaran bulanan, maka penempatan dana darurat bisa Anda sebar ke tiga atau empat jenis produk keuangan.

Yang patut diingat, jika dana darurat Anda pakai, misalnya guna menambah biaya rumah sakit karena melebihi limit asuransi, maka Anda harus memulai mengumpulkan dana darurat secara bertahap hingga terkumpul jumlah dana semula.

5. Tetapkan Tujuan Keuangan

Kemerdekaan finansial akan bisa Anda raih dan rasakan saat semua tujuan keuangan Anda tercapai. Setiap orang tentu memiliki tujuan keuangan sendiri-sendiri sesuai skala prioritas.Tujuan-tujuan keuangan seperti dana pendidikan, dana pensiun, membeli rumah harus dijabarkan lebih lanjut dan mendetail, misalnya berapa keperluan dananya dan kapan harus terkumpul.

6. Pilih Instrumen Investasi

Perkembangan instrumen investasi terus terjadi. Jangan sampai Anda ketinggalan informasi jika hendak meraih kemerdekaan finansial. Tapi, jangan juga terjebak investasi bodong karena tergiur iming-iming imbal hasil tinggi.

Memilih instrumen investasi memang harus disesuaikan dengan profil risiko Anda sebagai investor. Dalam memilih instrumen investasi jika sudah memiliki pengetahuan finansial yang cukup, misal informasi dari buku, koran, internet, maka Anda bisa melakukan sendiri pemilihan instrumen investasi baik jenis investasinya maupun pemilihan produknya.

Namun jika Anda masih ragu terhadap kemampuan dan pengetahuan terhadap produk investasi, Anda dapat menggunakan jasa perencana keuangan untuk membantu dalam memilih produk investasi yang tepat sesuai profil dan risiko yang berani Anda tanggung.

"Ternyata dengan adanya kebijakan Tax Amnesty oleh pemerintahan membuat iklim investasi saat ini berjalan baik. Hal ini bertambah baik dengan masuknya Sri Mulyani masuk sebagai Menteri Keuangan yang ternyata disambut positif pasar internasional. Investasi seperti saham di Indonesia justru membaik dan menjadi waktu terbaik untuk berinvestasi. Dan sekarang ini investasi bisa dimulai dalam jumlah kecil, jadi siapa pun bisa ikut. Jangan takut untuk memulai berinvestasi. Kalau untuk jangka panjang investasi saham bisa menjanjikan dibanding dengan tabungan atau deposito," ungkap Farah Dini, konsultan keuangan dari Janus Consultant kepada KreditGoGo.

7. Berinvestasi

Langkah ketujuh inilah yang menjadi penentu Anda dalam meraih kemerdekaan finansial. Aksi Anda berinvestasi secara tepat akan menentukan berapa lama waktu yang Anda butuhkan hingga sampai di titik kemerdekaan finansial.

Kuncinya, untuk mencapai kemerdekaan finansial adalah jangan mudah panik saat situasi ekonomi agak memburuk seperti sekarang. Lakukan investasi secara rutin dan konsisten sampai tujuan keuangan Anda tercapai. Selamat berinvestasi.

Anda bisa menemukan berbagai produk keuangan dari bank terbaik hanya di KreditGoGo, dan raihlah untung lebih banyak dengan penawaran hadiah menarik untuk pengajuan yang disetujui.

Baca Juga:
Cara Ampuh Lunasi Utang Kartu Kredit dengan Transfer Balance
Persiapan Biaya Kuliah Anak 10 Tahun Mendatang

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama