Saatnya Berinvestasi, Reksadana Terproteksi Semakin Banyak

Kebutuhan instrumen investasi reksadana terproteksi terus meningkat setiap tahun karena investasi ini minim risiko. Kenali jenis-jenis investasi reksadana lainnya berikut ini.

Kebutuhan instrumen investasi berupa reksadana terproteksi tampaknya semakin meningkat.

Dilansir oleh Kontan.co.id, per akhir Oktober, jumlah reksadana terproteksi mencapai 488 produk. Angka ini meningkat 27,42% dari posisi akhir 2015.

Reksadana Saham

Analis Infovesta Utama, Praska Putrantyo, mengatakan ada penambahan 210 produk reksadana secara total. Dari jumlah tersebut, produk reksadana terproteksi baru yang masuk pasar sebanyak 105 produk.

Selanjutnya, ada reksadana saham yang di periode tersebut mendapat tambahan 39 reksadana baru. Lalu reksadana pendapatan tetap dan reksadana campuran masing-masing bertambah 38 produk dan 18 produk sepanjang 10 bulan tahun ini.

Sedangkan reksadana pasar uang bertambah tujuh produk menjadi 107 produk.

Jika dilihat, reksadana terproteksi memang yang paling terlihat mengalami peningkatan yang signifikan. Karakteristik reksadana terproteksi memang dinilai lebih aman dibanding dengan jenis reksadana lain. Produk reksadana terproteksi ini juga serupa dengan instrumen deposito, sehingga banyak menarik investor.

Sebelumnya, mari kita mengenal lebih jauh kelima jenis investasi reksadana tersebut.

5 Jenis Investasi Reksadana yang Wajib Anda Tahu

Kunci sukses investasi reksadana adalah kecocokan antara tujuan keuangan dan jenis instrumen yang dipilih. Karena itu, Anda wajib paham mengenai jenis-jenis investasi reksadana jika ingin untung di instrumen ini.

Berikut ini adalah berbagai jenis investasi reksadana yang wajib Anda tahu.

jenis Investasi Reksadana

1. Reksadana Terproteksi

Reksadana Terproteksi adalah jenis investasi reksadana yang karakternya mirip dengan deposito. Reksadana ini memiliki masa jatuh tempo, membagikan keuntungan (dividen) secara periodik, dan biasanya nilai pokok investasi investor masih tetap utuh pada saat jatuh tempo.

Reksadana terproteksi cocok bagi pemodal yang mempunyai tujuan investasi jangka pendek. Misalnya investor pemula yang memiliki dana hanya Rp1,5 juta untuk investasi reksadana terproteksi melalui sebuah perusahaan manajer investasi.

Reksadana Terproteksi

2. Reksadana Saham

Ini adalah jenis investasi reksadana yang keuntungannya paling tinggi diantara jenis yang lainnya, tapi ini juga yang risikonya paling besar.

Dalam reksadana jenis ini, manajer investasi menempatkan dana investor ke instrumen saham. Tujuannya adalah memberikan tingkat keuntungan yang menarik dalam jangka panjang dengan cara mengkapitalisasi pasar modal Indonesia.

Risiko reksadana ini paling tinggi karena fluktuasi harga saham yang tajam. Oleh sebab itu, reksadana saham sebaiknya untuk investasi jangka panjang di atas 5 tahun.

 Reksadana Saham

3. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap bertujuan untuk memberikan suatu tingkat pengembalian yang menarik dengan penekanan pada stabilitas modal.

Kinerja reksadana pendapatan tetap didorong oleh perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia. Penurunan BI rate akan mendorong kenaikan harga obligasi, yang merupakan instrumen penempatan dana reksadana ini.

Reksadana Pendapatan Tetap

4. Reksadana Campuran

Reksadana ini menawarkan kombinasi investasi dalam berbagai instrumen. Tujuannya adalah memperoleh keuntungan dalam jangka panjang dengan investasi pada saham, obligasi, dan pasar uang.

Tapi keuntungan reksadana campuran tidak setinggi reksadana saham. Ini karena risikonya lebih rendah dibandingkan reksadana saham.

Keunggulan reksadana ini adalah komposisi portfolio bisa lebih fleksibel. Manajer investasi bisa meracik instrumennya dengan berbagai instrumen.

Bandingkan dengan reksadana saham yang hanya fokus di satu instrumen, sementara reksadana campuran bisa menggabungkan saham dengan hutang, obligasi, pasar uang, dan lain-lain.

Reksadana Campuran

5. Reksadana Pasar Uang

Reksadana ini melakukan investasi 100% pada instrumen pasar uang. Reksadana pasar uang adalah jenis investasi reksadana yang paling aman karena risikonya adalah risiko yang paling kecil.

Reksadana pasar uang bertujuan untuk memberikan keuntungan yang menarik melalui investasi pada instrumen pasar uang serta menurunkan tingkat risiko melalui diversifikasi penempatan instrumen pasar uang yang dipilih secara selektif.

Dan juga bertujuan memberikan tingkat likuiditas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu yang singkat.

Kesimpulan

Sebelum berinvestasi, Anda sebaiknya paham dulu mengenai profil jenis-jenis investasi reksadana yang akan Anda pilih. Bagaimana risiko dan return-nya serta cocok atau tidaknya dengan tujuan keuangan Anda.

Pemahaman ini penting. Karena ada berbagai jenis investasi reksadana yang ditawarkan di pasaran dengan tingkat keuntungan dan risiko yang berbeda-beda. Jangan sampai Anda memilih yang tidak sejalan dengan tujuan keuangan.

Pastikan juga yang dipilih memang sesuai dengan tujuan dan profil keuangan Anda. Demikian artikel ini, semoga bermanfaat.

Dapatkan juga informasi seputar keuangan lainnya dan produk-produk perbankan hanya di KreditGoGo.

#InvestasiReksadana

Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Reksadana dan Risikonya
Cara Cerdas Berinvestasi Deposito

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama