Raih Keuntungan dengan Investasi Halal

Mau investasi tapi takut riba? Simpan uang Anda di rekening deposito pada bank syariah yang menerapkan sistem Mudharabah Muthlaqoh, Insya Allah halal.

Saat ini, menabung saja tidaklah cukup untuk jaminan di masa depan. Bunga tabungan tak bisa lagi mengimbangi laju inflasi. Anda harus mulai berinvestasi jika ingin menyiapkan dana pensiun atau dana pendidikan anak.

Langkah pertama adalah memilih instrumen investasi yang tepat. Bagi investor pemula, kami sarankan untuk mencoba investasi dengan tingkat resiko kecil, misalnya membeli emas atau membuka rekening deposito.

Ada 2 jenis deposito yang berlaku di Indonesia: produkcdeposito konvensional dan produk deposito syariah. Apa bedanya dan bagaimana prinsip kerja deposito syariah? Ini uraiannya!

Deposito syariah

Beda Deposito Syariah dan Konvensional

Perbedaan mendasar antara deposito syariah dan konvensional terletak pada konsep perhitungan bunga. Sesuai dengan aturan islam, pada bank syariah tidak dikenal sistem bunga.

Pada deposito konvensional, bunga yang akan diterima nasabah telah ditentukan oleh bank, biasanya antara 4% - 8%, tergantung kebijakan bank, jumlah setoran awal, dan jangka waktu penyimpanan.

Sedangkan pada deposito syariah, prinsip yang digunakan oleh bank adalah sistem bagi hasil atau yang lebih dikenal dengan istilah mudharabah mutlaqah.

Apa Itu Mudharabah Muthlaqah?

Deposito syariah menggunakan prinsip Mudharabah Muthlaqah. 

Bentuk kerja sama ini dilakukan oleh dua pihak atau lebih, biasa disebut pemilik modal (nasabah) dan pengelola (bank). 

Prinsip ini memberikan kebebasan penuh ke pihak bank untuk mengelola investasinya.

Keuntungan akan dibagi dengan sistem bagi hasil. Porsi atau nisbah yang diperoleh masing-masing pihak akan sesuai dengan kesepakatan pada saat akad.

Misalnya, nisbah bagi hasil pada awal kesepakatan adalah 80:20, artinya hasil keuntungan sebesar 80% akan diberikan ke Anda dan selebihnya, 20% ke bank.

Besar bagi hasil juga ditentukan oleh jangka waktu penyimpanan. Semakin lama tenor yang dipilih, maka semakin besar pula persentase yang akan didapatkan

Simulasi Perhitungan Deposito Syariah

Bagaimana cara menghitung sistem bagi hasil? Perhatikan ilustrasi berikut.

Mr GoGo mendepositokan uang sebesar Rp 20 juta di Bank Uang Syariah dalam jangka waktu 3 bulan dengan nisbah 55:45.

Bagi hasil dilihat dari seberapa banyak nasabah deposito di tenor 1 bulan. Jika jumlah seluruh deposito tenor 1 bulan adalah Rp 10 miliar dan keuntungan bagi hasil adalah Rp 100 juta, maka keuntungan Mr GoGo adalah:

(Rp 20 juta : Rp 10 miliar) x (55% x Rp 100 juta) = 0,002 x Rp 55 juta = Rp 110 ribu.

Dari perhitungan tersebut, diketahui bahwa bulan ini Mr GoGo akan mendapatkan Rp 110 ribu. Angka ini tidak tetap. Jumlah yang diterima setiap bulan akan berbeda, tergantung dari jumlah deposito dan keuntungan bank.

Bank Syariah yang Menyediakan Deposito

Ada banyak bank syariah yang menyediakan tabungan berjangka. Berikut 3 bank syariah pilihan KreditGoGo.

Bank Muamalat

Produk simpanan berjangka dari Bank Muamalat adalah Deposito Mudharabah iB. Deposito syariah ini bisa dilakukan dalam mata uang rupiah atau dollar Amerika dengan 4 pilihan jangka waktu: 1, 3, 6, hingga 12 bulan.

Salah satu manfaat yang diperoleh nasabah adalah sertifikat deposito mudharabah dapat digunakan sebagai jaminan pembiayaan atau referensi di Bank Muamalat.

BNI Syariah

BNI Syariah Deposito dikenal juga dengan istilah Deposito iB Hasanah.

Investasi berjangka ini menawarkan nisbah yang lebih tinggi dari tabungan. Besarnya tergantung dengan jangka waktu penyimpanan. 

Untuk 1 bulan, nisbah nasabah adalah 49%, 3 bulan 51%, 6 bulan 53% dan 12 bulan 55%.

Bank Mandiri Syariah

Tak mau kalah, Bank Syariah Mandiri (BSM) juga memiliki produk tabungan berjangka, yaitu Deposito BSM. Bedanya, deposito hanya bisa dilakukan dalam mata uang rupiah. Namun, pilihan jangka waktu tetap beragam, mulai dari 1, 3, 6, dan 12 bulan.

Keunggulan deposito BSM adalah terdapat fasilitas Automatic Roll Over (ARO). Investasi Anda akan diperpanjang otomatis jika tidak dicairkan saat jatuh tempo.

Yuk, raih keuntungan maksimal dengan investasi yang halal! 

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • salman

    Nice idea

    Reply