Punya Uang 5 Juta, Ditabung atau Diinvestasikan?

Jika Anda secara mendadak memperoleh uang Rp 5 juta, apa yang akan Anda lakukan? Artikel ini berusaha memberikan arahan jika kondisi tersebut dihadapkan pada Anda.

Memiliki uang bukan berarti akan langsung memberikan kebahagiaan bagi Anda. “Ibarat Ketiban Durian Runtuh” orang menyebutnya. Yang artinya ialah rejeki yang diperoleh secara tiba-tiba. Saya meng-analogikan jika suatu ketika Anda secara mendadak memperoleh uang, misal diperoleh dari hasil bonus pekerjaan, diberikan oleh keluarga atau justru menemukan di jalan. Nominalnya juga cukup banyak sebesar Rp 5 juta. Menyikapi kondisi tersebut, saya akan bertanya: akan digunakan untuk apa uang tersebut, untuk ditabung atau justru diinvestasikan. Di saat yang bersamaan, saya mengasumsikan Anda memiliki tabungan yang cukup dan tidak mengalami permasalahan keuangan seperti menunggaknya hutang KTA atau terlilit beban kartu kredit.

Kembali ke pertanyaan tersebut, keduanya cukup dapat dikategorikan sebagai bukan merupakan pilihan yang umum, karena biasanya ketika orang menerima uang sebanyak itu biasanya akan dihadapkan pada dua pilihan yaitu dibelanjakan atau ditabung, betul? Untuk menjawab pertanyaan diawal, kita harus menelaah terlebih dahulu sisi positif atau negatif baik pada pilihan ditabung” atau “diinvestasikan.

Investasi > Tabungan ?

Untuk opsi ditabung, sisi positifnya bisa diperoleh dari adanya penambahan jumlah tabungan yang Anda miliki, sehingga tujuan tabungan yang merupakan dana darurat pun akan bertambah. Namun untuk sisi negatif, uang Anda menjadi tidak efektif. Mengapa? Itu karena seperti yang sebelumnya saya sebutkan bahwa saat ini Anda diasumsikan tidak memiliki beban finansial dan dana darurat yang Anda miliki sudah cukup atau telah terpenuhi.

Sisi negatif ditabung” akan difasilitasi oleh sisi positif dari opsi “diinvestasikan, yang dengan nominal Rp 5 juta tersebut Anda dapat membuat uang sebesar itu untuk menjadi produktif. Beberapa produk investasi pun dapat dibeli dengan nominal yang relatif terjangkau. Reksadana misalnya yang kini banyak perusahaan asset management yang menawarkan harga reksadana mulai dari Rp 100 ribu saja. Cukup murah, bukan? Atau Anda memiliki opsi produk investasi lainnya seperti membeli logam mulia atau obligasi.

Lalu bagaimana dengan sisi negatif dari opsi investasi? Seperti kita ketahui, investasi memiliki risiko. Sehingga apapun produk investasi yang dibeli pastinya dapat sewaktu-waktu akan mengalami penurunan nominal akibat adanya risiko. Untuk produk reksadana misalnya beberapa risiko yang akan diterima ialah fluktuasi pergerakan IHSG beserta saham-saham yang terkait dengan reksadana yang bersangkutan, lalu jika Anda membeli emas atau logam mulia, beberapa risiko yang akan mempengaruhi diantaranya ialah harga emas global dan juga pergerakan nilai tukar mata uang rupiah dan dollar.

Tiap pilihan di atas memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Namun jika Anda diasumsikan mengalami kecukupan secara finansial dan menerima uang dadakan sebesar Rp 5 juta pada saat ini, opsi investasi akan menjadi pilihan yang tepat. Terlebih lagi jika Anda memang belum memiliki suatu instrumen investasi sama sekali.

Berdasarkan quote dari Peter Lynch, "Know what you own, and know why you own it.". Anda sebagai pemilik aset harus mengerti benar mengenai pilihan yang akan Anda buat. Uang sebesar Rp 5 juta akan sangat bernilai di masa depanjika Anda investasikan ketimbangan Anda belanjakan. Momentum ini akan menjadi sebuah pelajaran yang cukup berari dalam hal perencanaan keuangan yang didalamnya juga kadang dihadapkan pada kondisi pemasukan yang tak terduga.

Jangan takut untuk memilih. Pilihan selalu ada pada Anda!

(source image)

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama