Properti, Investasi Prospektif Pada 2017

Tinggal hitungan hari kita segera menjejak tahun 2017. Simak dan segera ambil ancang-ancang beberapa jenis investasi prospektif di Tahun Ayam Api. Siapkan piranti dan segera tancap gas!

Tak genap sebulan tahun akan segera berganti. Berbagai resolusi pun dicanangkan untuk direalisasikan tahun depan. Tak terkecuali resolusi berinvestasi pada jenis-jenis usaha menjanjikan di Tahun Ayam Api. Tak hanya menjanjikan materi namun juga non materi.

Salah satu investasi menjanjikan adalah sektor properti. Terutama investasi properti di kawasan wisata yang sedang berkembang atau akan dikembangkan. Hal ini sesuai kebijakan pemerintah yang akan menggenjot habis sektor pariwisata menjanjikan.

investasi properi ruko

Catat saja, 10 destinasi wisata yang disebut New Ten Balitengah gencar dibenahi dan dipromosikan. Ke-10 destinasi tersebut adalah Danau Toba Sumatera Utara, Bangka Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu DKI Jaya, Candi Borobudur Jawa Tengah, Gunung Bromo Jawa Timur, Mandalika Lombok, Pulau Komodo Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Morotai Maluku Utara.

Apalagi, Presiden Joko Widodo secara terang-terangan menganjurkan untuk investasi properti di daerah-daerah wisata dalam berbagai kesempatan. Bukan itu saja, pemerintah juga menggenjot infrastruktur. Termasuk, jalur laut. Menantang bukan?

Mulai Dari Investasi Tanah

transaksi jual beli tanah properti

Untuk investasi properti bisa dimulai dari investasi tanah. Carilah bidang-bidang tanah di kawasan prospektif, tapi masih berharga miring. Posisi yang strategis dari area tanah tersebut juga harus menjadi bahan pertimbangan saat Anda membeli tanah.

Jika pun urung mendirikan bangunan, tanah tetap memiliki nilai jual tinggi. Rasanya tak ada cerita tanah bernilai surut. Apalagi, jika tanah berada di lokasi strategis atau lokasi yang sedang dikembangkan untuk proyek strategis seperti pariwisata. Artinya, jika kepepet harus dijual, tanah memiliki nilai jual tinggi yang bisa dimanfaatkan sebagai modal merintis usaha lainnya.

Nah, akan lebih maknyus lagi jika pada lahan prospektif tersebut didirikan properti yang jadi kebutuhan kawasan wisata seperti café, restoran, penginapan, ruko, homestay, atau bahkan resort dan hotel. Semua tergantung seberapa luas lahan yang ada plus modal.

Properti bisa dikelola sendiri atau dikontrakkan. Tentu, dengan nilai kontrak tinggi mengingat posisi strategis di kawasan wisata atau kawasan ekonomi yang sedang berkembang.

Teliti Sebelum membeli

Ada beberapa hal harus diperhatikan agar aman dan untung membeli tanah. Pertama, simak nilai jual objek pajak (NJOP). Usahakan harga tak lebih dari satu setengah kali lipat NJOP.

Selanjutnya, teliti legalitas tanah berdasarkan status. Sebaiknya beli tanah dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) atau Hak Guna Usaha (HGU). Jangan lupa juga untuk menyimak masa berlaku status tanah. Jika perlu, libatkan notaris agar lebih aman.

Begitu tanah di tangan, segera lakukan balik nama sertifikat. Ini penting untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan. Ingat, untuk memulai sebuah usaha, minimalkan berbagai celah yang bisa dimanfaatkan untuk jadi masalah

Kredit Multiguna dan KPR jadi teman

ilustrasi kredit multiguna dan KPR

Terkadang modal tak cukup saat kita menemukan tanah strategis atau bahkan properti yang jadi incaran. Sementara, butuh waktu dalam mencairkan dana jika kita harus menjual aset. Padahal, di sisi lain, banyak saingan yang juga ingin mendapatkan tanah idaman tersebut. Wajar saja, namanya juga tanah strategis di kawasan prospektif, tentu banjir peminat. Lalu, bagaimana solusi terbaiknya?

Menggandeng kredit multiguna adalah salah satu solusi. Dengan mengagunkan BPKB mobil atau sertifikat rumah, kita bisa mendapat modal awal. Minimal, dana yang cair cepat tersebut bisa dimanfaatkan sebagai uang muka untuk mengikat tanah incaran.

Langkah sama bisa diterapkan jika keputusannya adalah membeli properti di kawasan wisata katimbang tanah. Membeli properti bisa jadi lebih efektif dibanding membeli tanah.

Kombinasi kredit multiguna dan KPR bisa dipertimbangkan. Standard Chartered Bank Home Suite, misalnya. Produk kredit dengan agunan ini memberi kemudahan untuk membeli properti di kawasan wisata yang tengah berkembang.

Proses pengajuan terhitung tidak ribet untuk semua kalangan. Fasilitas kredit dengan plafon hingga Rp8 miliar dan tenor hingga 25 tahun jadi pilihan yang menjanjikan keleluasaan. Apalagi, ditambah benefit asuransi kebakaran dan jiwa.

Nah, Anda ingin segera tancap gas untuk ambil bagian dalam pengembangan pariwisata yang sedang gencar digalakkan? Segera tentukan langkah untuk memulainya. Tunggu apalagi? Bisnis di kawasan wisata yang kian berkembang tak ada matinya.

#InvestasiProperti

Baca juga:
Dokter Finansial: Cerdas Berinvestasi Lewat Properti
Apartemen: Solusi Hunian Terbaik

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama