Perlu dan Jangan Dalam Investasi Saham

Di satu sisi, saham menawarkan keuntungan yang menarik, tapi di sisi lain investasi ini memiliki tingkat resiko yang tinggi. Karena itu perlu pemahaman yang baik agar laba yang diraih bisa maksimal.

Apakah Anda seorang seorang investor yang berinvestasi di pasar saham? Jika ya, seberapa sukses sih Anda menelurkan uang Anda sektor ini? Tentu jawabannya berbeda-beda.

Seperti yang sudah diceritakan pada artikel berjudul “Ayo Berkenalan Dengan Investasi Saham”, saham adalah satuan nilai dalam instrument finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan.

Bila sudah menjadi investor, maka Anda dapat dikatakan kita sudah membeli sebagian dari perusahaan tersebut. Pembayaran laba untuk pemegang saham sifatnya berfluktuatif (volatile), yaitu dapat naik dan turun secara tiba-tiba, bergantung dengan kondisi pasar global.

Analisis saham

Dengan sifat fluktuatifnya, saham dikenal memiliki tingkat resiko yang cukup besar. Makanya, sebelum bermain saham, Anda perlu mengetahui hal-hal yang mesti dilakukan dan tidak pada produk investasi ini, apa saja itu? Ini dia :

1. Rencanakan dengan baik

Setiap ingin melakukan investasi, sebaiknya lakukan perencanaan terlebih dahulu mengenai kebutuhan, tujuan, dan tingkat resiko. Namun, khusus untuk saham, Anda masih harus memperhatikan proporsinya dalam portfolio.

Karena itu, sebagian investor ada yang menggunakan jasa penasihat keuangan meski harus merogoh kocek lebih dalam. Namun, dengan keuntungan dan ilmu investasi yang didapat, rasanya hal itu tidak akan menjadi masalah.

2. Buka rekening nasabah

Maksudnya adalah rekening nasabah Perusahaan Efek. Saat membuka akun di lembaga yang juga dikenal sebagai perusahaan sekuritas ini, maka identitas Anda akan secara resmi tercatat dalam pembukuan mereka.

Karena itu, biasanya ada penandatanganan perjanjian mengenai kewajiban dan hak antara Anda dengan perusahaan sekuritas sebelum membuka rekening di sana. Perhatikan surat perjanjian itu, pahami biaya jual beli sahamnya, dan berinvestasilah dengan baik untuk jangka panjang.

  • Khusus untuk biaya jual beli, biasanya seperti ini porsinya
  • Nilai pembelian saham + komisi pialang + PPN 10 persen
  • Nilai penjualan saham + komisi pialang + PPN 10 persen + PPh 0,1 persen
  • Di Bursa Efek Indonesia, pembelian minimal saham yang diharuskan adalah 1 lot atau 500 lembar saham. Secara umum, tidak ada batasan maksimal lot yang bisa dibeli para investor. Jadi, bila ingin membeli saham perusahaan A yang harga sahamnya Rp 100, maka uang yang harus disiapkan adalah Rp 50.000.

3. Lakukan analisis

Nah, ini yang sering tidak dipahami para investor, seringkali mereka berinvestasi saham namun tidak mengerti apa yang harus dilakukan ketika sudah terjun. Perlu diingat, bila sudah membeli saham, maka Anda harus secara proaktif menganalisis fluktuasi saham dan mencari tahu performa perusahaan. Karena itu, pelajarilah jenis analisis saham di bawah ini.

  • Analisis teknikal, yaitu menganalisis fluktuasi harga saham yang menciptakan suatu tren dengan melihatnya secara individu dan keseluruhan di pasar modal melalui grafik khusus.
  • Analisis fundamental, yaitu menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan saham yang dibeli melalui analisis perusahaan, industri, dan ekonomi makro-mikro. Biasanya, hal ini bisa dilihat dari laporan keuangan yang menggambarkan performa perusahaan dalam periode tertentu.

Selain yang harus dilakukan, sebagai pemegang saham, Anda juga tidak boleh melakukan hal-hal di bawah ini:

1. Nama besar

Tidak boleh melihat sebuah perusahaan hanya dari nama besarnya saja. Sebab nyatanya, banyak perusahaan beraset besar justru memiliki performa saham yang buruk. Hal ini sangat berkaitan dengan emosi, jangan pilih saham hanya karena dia pernah bernilai tinggi namun anjlok di saat sekarang.

Karena itulah, sebelum berinvestasi, sebaiknya pemegang saham mampu mengerti analisis fundamental dan teknikal terlebih dahulu.

2. Aset

Jangan berjudi dengan menaruh aset investasi di satu saham perusahaan saja. Sebaik apapun performa saham dari perusahaan yang Anda pilih, nilainya masih bisa jatuh karena berbagai alasan seperti turunnya laba perusahaan, anjloknya nilai rupiah, dan sebagainya.

Karena itu, perlu lakukan diversifikasi dalam investasi saham.

3. Buru-buru

Maksudnya adalah, jangan terburu-buru dalam berinvestasi di sektor saham. Banyak perusahaan sekuritas yang menjanjikan berbagai keuntungan yang bisa menggiurkan siapapun. Ingat, investasi bukan hanya masalah untung, tapi juga rugi.

Intinya, saham sebenarnya merupakan instrument investasi yang menarik karena bisa menawarkan margin laba yang besar. Namun berbagai keuntungan itu tentunya hanya bisa didapat bila Anda pintar menganalisis dan mengikuti perkembangan saham perusahaan. Sebab, kalau investasi saham semudah bermain game PlayStation, mungkin semua orang sudah menjadi kaya.

Jangan sampai salah dalam menganalisis, sebab taruhannya adalah hilangnya aset dalam jumlah besar. “Low risk low gain, high risk high gain”, resiko dalam investasi berbanding lurus dengan laba yang didapat. Karena itu, hati-hatilah dalam berinvestasi!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama