Panduan Investasi Sambil Bayar Utang

Utang bak mimpi buruk yang selalu membayangi langkah kita. Padahal, pada saat bersamaan kita ingin berinvestasi, mungkinkah? Jawabnya, mungkin. Hanya saja dengan syarat ketat yang harus diikuti.

Momen dan kesempatan datang begitu cepat di era digital seperti sekarang ini. Jika tidak segera ditangkap, Anda akan ‘tergulung’ oleh waktu. Sebab, sebuah peluang bagus biasanya tak datang dua kali.

Layaknya sebuah peluang emas, kesempatan untuk berinvestasi pun tidak datang setiap saat. Jika modal cukup dan tak memiliki ganjalan utang, tentu kegiatan investasi tak menemui hambatan.

Investasi Sambil Bayar Utang

Lain cerita bila modalnya tidak ada. Kondisi semakin parah, apabila Anda justru masih terjerat kewajiban utang yang harus segera dilunasi.

Lalu, apakah mungkin berinvestasi saat masih terjerat utang, baik utang kartu kredit atau utang lainnya seperti cicilan rumah, mobil, dan lainnya? Mungkin saja!

Namun, Anda memang harus lebih teliti dalam merancang kemampuan finansial dan memiliki sikap superdisiplin.

Inventarisir Aset Vs Utang

Langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk mendukung niat investasi ketika masih terlilit utang ialah mendata kekayaan pribadi.

Telusuri harta Anda seperti, dana dalam tabungan, koleksi perhiasan, aset properti seperti tanah atau rumah, kendaraan bermotor, berbagai perangkat elektronik, termasuk surat berharga lainnya seperti reksadana, deposito, serta saham.

Pada saat sama, hitung secara cermat setiap utang yang Anda miliki dan di pos mana saja. Tandai yang mana utang yang memiliki bunga paling tinggi. Sebab, jika tidak segera dilunasi maka bunga itu akan terus berlipat ganda.

Dampaknya, hidup Anda pun tak akan nyaman karena dikejar utang dengan bunga kredit yang semakin mencekik leher.

Langkah berikutnya, segera cairkan aset yang bisa dimanfaatkan untuk menutup utang. Sekali lagi, yang harus segera dilunasi adalah utang dengan bunga tinggi. Setelah itu, jangan lupa untuk menyisakan dana untuk rencana investasi

Tetapkan Investasi

mengatur kuangan

Jika aset yang sudah dicarikan masih belum cukup untuk melunasi seluruh utang Anda, rescheduling dan bicarakan revisi besaran cicilan utang kepada lembaga pemberi kredit.

Dengan demikian, diharapkan Anda bakal mendapat sedikit keringanan, dalam bentuk tenor maupun minimum pembayaran, untuk melunasi sisa utang.

Jika pembayaran utang lebih ringan, Anda bisa mengalokasikan sebagian kecil dana untuk segera menetapkan investasi. Nantinya, hasil dari investasi Anda bisa digunakan untuk membantu melunasi utang.

Namun, Anda tetap harus ingat, prioritas utama adalah tidak membiarkan tunggakan utang menumpung. apalagi utang kartu kredit.

Ada baiknya, Anda memilih sistem autodebet terkait pelunasan kartu kredit ini. Jadi, Anda tak tergoda mengalokasikan anggaran membayar kartu kredit tepat waktu untuk yang lainnya.

Pasalnya, mencicil tepat waktu dengan besaran cicilan sesuai kesepakatan akan memengaruhi track record Anda. Terutama, jadi ganjalan jika ingin mengajukan kredit lainnya seperti kredit tanpa agunan (KTA) demi pengembangan usaha.

Ingat, jika Anda bertekad terjun di dunia usaha, kucuran kredit adalah nyawa.

Disiplin Atur Keuangan

Saat urusan utang telah diatur sedemikian rupa hingga tak berbuntut masalah lebih besar dan investasi telah ditetapkan secara teliti, terapkan aturan kontrol yang ketat. Anda harus disiplin dalam hal keuangan.

Cerdik dalam menetapkan pos-pos investasi yang dipilih dan cari investasi yang tidak mengharuskan pembayaran komisi alias fee.

Kedua hal tersebut penting untuk menekan biaya atau anggaran investasi yang mengganggu roda usaha Anda di masa depan.

Jika keuangan Anda terkait keseimbangan antara investasi dan pelunasan utang telah stabil, ada baiknya untuk disiplin dalam menabung agar hidup Anda ke depan lebih tertata.

Selain itu, juga harus dipertimbangkan untuk menyisihkan sebagian penghasilan sebagai dana darurat.

Jika Anda termasuk kelompok yang berani ambil risiko, bisa dicoba pilihan investasi untuk jangka menengah dan panjang. Misalnya, menginvestasikan dana pada deposito, reksadana, logam mulia, dan saham.

Nah, siapa bilang tidak bisa investasi saat terjerat utang? Bisa! Syaratnya, harus super disiplin dan tak boleh tergoda untuk mengalokasikan dana pada segala sesuatu yang kontra produktif.

Plus, harus selalu memutar otak dan cerdik mengembangkan modal pada pos-pos yang menguntungkan.

#InvestasiVsUtang

Baca juga: Panduan Lebih Kaya 2017

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • babang mariadi

    Peluang yang bagus. Tapi gaji tidak mencukupi, jadi galau.

    Reply
    • KreditGoGo

      Jangan langsung pesimis. Fokus mengalokasikan dana untuk investasi di awal, setelah itu baru membayar cicilan utang. Tidak perlu banyak, sisihkan saja beberapa persen dari uang bulanan untuk paling tidak menambah saldo tabungan.

      Reply