OJK Launching Reksa Dana Baru, Kenali Keuntungannya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan produk investasi baru, yaitu Reksa Dana Dinamis Target Waktu dan Dana Investasi Multi-Asset. Dua produk ini bisa jadi pilihan untuk mengembangkan dana sebagai investasi.

Belum lama ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan akan meluncurkan dua investasi baru, yaitu Reksa Dana Dinamis Target Waktu dan Dana Investasi Multi-Asset.

Secara prinsip, kedua produk tersebut bisa dibilang sama dengan investasi reksa dana yang sudah ada saat ini. Hanya saja, terdapat perbedaan dari segi strategi pengelolaan portofolionya.

Reksa Dana Dinamis Target Waktu adalah reksa dana yang memiliki jangka waktu tertentu dan kebijakan investasi yang menyesuaikan dengan jangka waktu tersebut.

Dijelaskan dalam draf peraturan OJK (POJK) 04/2016, reksa dana ini dapat mengubah komposisi Efek bersifat ekuitas (saham perusahaan) yang berisiko tinggi menjadi lebih konservatif, yang berisi Efek bersifat utang (obligasi) dan pasar uang.

“Sedangkan, Dana Investasi Multi-Asset merupakan tempat atau wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari pemodal tertentu. Dana tersebut kemudian diinvestasikan oleh manajer investasi pada Portofolio Efek (kumpulan surat berharga) maupun selain Efek. Ini merupakan produk investasi bagi investor besar dan sophisticated yang melampaui kapasitas reksa dana konvensional Dana Investasi Multi-Asset,” jelas Farah Dini Novita, Penasihat Keuangan sekaligus Vice CEO & Co-Founder JanusID.

Investasi yang Cocok untuk Pasangan Muda

Dilihat dari kebijakan investasinya, Reksa Dana Dinamis Target Waktu lebih agresif di awal. Jika target sudah terpenuhi, strategi investasinya akan berubah merujuk pada konservatif.

Misalnya, bagi pasangan muda yang banyak membutuhkan investasi untuk meningkatkan modal. Setelah target modal mereka cukup dan keduanya memasuki usia pensiun, maka investor akan mengalihkan pada produk yang lebih konservatif. Dalam hal ini, untuk menjaga likuiditasnya dan tentu saja menghasilkan cashflow.

Berbeda dengan produk reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham, portofolio Reksa Dana Dinamis Tenggat Waktu tidak terpaku pada mayoritas jenis efek tertentu.

Reksa dana ini dapat mengubah komposisi portfolio efek. Dari yang mengandung sebagian besar efek bersifat ekuitas berisiko tinggi menjadi konservatif yang berisi efek bersifat utang atau instrumen pasar uang seiring bertambahnya usia reksa dana.

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Reksadana

Di sini, manajer investasi wajib menyusun jadwal perubahan kebijakan investasi (glide path) sejak reksa dana diterbitkan hingga target waktu yang ditetapkan. Jadwal tersebut harus dicantumkan dalam kontrak investasi kolektif dan prospektus Reksa Dana Dinamis Target Waktu.

Farah Dini juga mengatakan, jika reksa dana ini juga harus menggambarkan persentase rencana alokasi investasi pada setiap jenis efek dan untuk setiap penggalan periode (interval).

Persentase tersebut dapat ditetapkan dalam bentuk angka absolut atau skala (range). Selisih antara angka tertinggi dan angka terendah tidak lebih dari 20%. Interval ini wajib ditetapkan paling lama lima tahun.

Keuntungan sebagai Investor

Menurut Muliaman D Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK, kedua produk tersebut merupakan bentuk pemenuhan aspirasi industri pengelolaan investasi Indonesia yang membutuhkan produk one-stop-solution.

Muliaman juga memandang penambahan produk baru ini memiliki peran penting dalam menyediakan likuiditas untuk pembiayaan pembangunan melalui non-APBN.

Baca juga:  Mengenal Lebih Jauh Reksadana dan Risikonya

Apakah produk ini menguntungkan bagi para investor? Farah Dini berpendapat hal tersebut tergantung kepada tujuan investornya untuk memegang jenis instrumen ini. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Besar minimum penempatan.
  2. Biaya. Apakah biayanya sama dengan reksa dana biasa?
  3. Jangka waktu investor akan memegang reksa dana.
  4. Asumsi return dari reksa dana baru ini.
  5. Kategori reksa dana masuk ke dalam jenis apa, pasar uang, pendapatan tetap, campuran atau saham?

Skema Penyaluran Dana Investasi

Skema kerja yang dipakai dalam penyaluran dana investasi kepada proyek-proyek infrastruktur tentunya memanfaatkan skema pasar modal.

Skema pembiayaan yang akan menggunakan Dana Investasi Infrastruktur itu diharapkan dapat menjadi jalan keluar untuk mengatasi kebuntuan pembiayaan, baik untuk proyek-proyek yang masih berstatus greenfields (praproduksi) maupun yang sudah berjalan (brownfields).

Baca juga:  Saatnya Berinvestasi, Reksadana Terproteksi Semakin Banyak

“Saran terbaik adalah pelajari dengan seksama produk tersebut sebelum membelinya,” kata Farah Dini.

Bagaimana menurut Anda tentang produk reksa dana baru di atas? Semoga penjelasan singkat kami dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan untuk Anda yang tertarik berinvestasi reksa dana.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama