Mengenal Lebih Dekat Tentang Menabung Saham

Selama ini saham kerap dikaitkan dengan modal besar dan tingkat kerumitan tinggi. Namun kini dengan adanya program menabung saham, dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam berinvestasi.

Berinvestasi saham merupakan salah satu jenis usaha cukup menjanjikan. Mengapa demikian? Karena walaupun memerlukan modal tidak sedikit, tetapi imbal hasil yang ditawarkan cukup menggiurkan.

Kendati begitu, nyatanya masih banyak masyarakat yang belum melirik investasi saham. Tingkat kerumitan tinggi serta membutuhkan modal besar, menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat belum tertarik untuk terjun ke dunia investasi saham.

Oleh karena itu, untuk memperkenalkan saham kepada masyarakat luas dengan menganalogikannya seperti tabungan, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan kampanye "Yuk Nabung Saham", pada 12 November 2015 lalu.

Peresmian kampanye tersebut dilakukan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla.

Pendekatan ini diambil lantaran masyarakat Indonesia umumnya sudah sangat familiar atau mengenal tata cara menabung di bank. Sehingga masyarakat diharapkan lebih mudah menerima budaya berinvestasi dengan cara yang mereka kenal.

Langkah-Langkah Menabung Saham

Lalu muncul pertanyaan, apakah itu menabung saham? Menabung saham adalah skema cara berinvestasi, dimana investor mengalokasikan sejumlah dana untuk ditransfer ke rekening efek di perusahaan sekuritas.

Dana dari rekening efek inilah yang kemudian dibelikan saham secara berkali sesuai periode.

Dalam praktik menabung saham, calon investor perlu melakukan beberapa langkah-langkah seperti di bawah ini.

  • Datang langsung ke bank untuk membuka rekening tabungan seperti biasa. Nantinya, sejumlah dana ditempatkan pada rekening bank tersebut secara rutin.
  • Membuka rekening investasi dengan membuat akun identifikasi investor (Single Investor Identification/SID) pada broker. Saat ini, sudah banyak broker saham yang bekerja sama dengan pihak bank. Sehingga calon investor cukup melakukan kunjungan ke satu lokasi saja untuk melakukan pembukaan rekening dan SID tersebut.
  • Uang yang disimpan dalam rekening bank akan dipotong secara otomatis (autodebet) untuk dibelikan saham ataupun produk reksadana yang disetujui oleh investor. Misalnya, menyetor rutin Rp 100-250 ribu per bulan, kemudian autodebet uangnya untuk dibelikan saham.
  • Layaknya tabungan, dana dalam bentuk saham yang sudah dibeli tadi akan dibiarkan mengendap dalam jangka waktu tertentu, barulah saham bersangkutan bisa dijual kembali.
  • Dalam jangka waktu tersebut, investor dapat terus menambah nilai investasinya secara rutin dengan nilai terjangkau. Sehingga investor akan mendapat keuntungan ganda karena dana yang mengendap semakin besar sekaligus mendapat imbal hasil semakin besar.

Dalam 10 tahun terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia tumbuh 24%. Jika dibandingkan dengan deposito berjangka hanya dikisaran 7,2%-an. Artinya, kalau bisa berinvestasi saham secara rutin seperti orang menabung, maka untungnya bisa berlipat-lipat.

Baca juga: Ketahuilah 7 Hal Ini Sebelum Terjun ke Pasar Saham

Keunggulan Menabung Saham

Berikut adalah beberapa keunggulan dari menabung saham.

  • Mengajarkan untuk berdisiplin secara rutin melakukan investasi.
  • Karena uang menabung saham tersebut diinvestasikan, maka dana dapat berkembang dalam jangka panjang, dibandingkan bila hanya menempatkan di produk perbankan.
  • Dengan berinvestasi saham, maka bisa membantu meningkatkan perekonomian negara. Hal tersebut juga bisa dilihat dari beberapa negara dengan tingkat korupsi rendah, maka tingkat investasi negara tersebut tinggi. Itu disebabkan dengan berinvestasi, maka transparasi pendapatan juga akan menghindarkan suatu intansi atau individual melewatkan wajib pajak.
  • Masyarakat memang tidak secara cepat mendapat keuntungan dari menabung saham. Hal ini membutuhkan kesabaran dan keberanian dalam bermain saham. Namun, program ini dirasa efisien untuk membantu perekonomian dalam jangka panjang.

Kelemahan Menabung Saham

Akan tetapi, menabung saham pun memiliki beberapa kelemahan. Apa sajakah?

  • Nominal investasi. Ketika mencicil beli saham, maka jumlah nominal dana yang harus disiapkan tidak mungkin dalam nominal kecil. Hal ini mengingat untuk membeli saham tidak dijual dengan jumlah lembaran, tapi dijual per 1 lot.
  • Sementara itu, 1 lot sendiri adalah berjumlah 100 saham. Sehingga apabila dikalikan dengan harga lembar saham diatas Rp 1.000, maka dibutuhkan lebih dari Rp 100 ribu untuk membeli 1 lot saham.
  • Bisa dibilang, sangat jarang saham-saham bagus (Blue Chips) dengan harga dibawah Rp 1.000 per lembar saham. Artinya untuk mendapatkan saham bagus, berarti Anda harus berinvestasi dengan nominal lumayan. Sementara apabila kemampuan cicilan terbatas, maka pilihan saham bagusnya menjadi semakin sedikit.
  • Diversifikasi. Ketika menggunakan metode menabung saham, maka Anda hanya fokus membeli 1 jenis saham saja, sehingga tidak terjadi diversifikasi. Artinya, risiko investasi juga meningkat.

Sebelum memutuskan untuk menabung saham, yang terpenting adalah Anda mempelajari dan mengetahui risiko-risikonya terlebih dahulu. Karena setiap investasi, pasti mengandung risiko.

Baca juga: Larangan-Larangan dalam Investasi Saham

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama