Mari Kenali Investasi Obligasi

Dari sekian banyak investasi, obligasi merupakan jenis investasi dengan hasil yang lumayan besar. Lalu apa itu obligasi? Berikut pembahasannya.

Menabung bukan satu-satunya cara untuk menyimpan dana yang dimiliki. Ada pilihan yang lebih efektif dan bahkan menguntungkan keuangan Anda, yaitu melalui investasi. Ada berbagai macam jenis investasi yang bisa Anda gunakan, salah satunya obligasi.

Apa itu Obligasi?

Obligasi adalah surat hutang jangka panjang dengan masa jatuh tempo 5 sampai 20 tahun yang diterbitkan oleh perusahaan, pemerintah pusat, atau pemerintah daerah dengan nominal tertentu. Dengan investasi ini, berarti Anda sebagai pemiliki dana memberikan pinjaman ke sebuah instasi yang nanti uang dan bunganya akan dikembalikan pada tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan. Semakin lama waktu oblgisa, maka akan semakin banyak pula keuntungan yang akan didapat.

Keuntungan yang didapat dari obligasi lebih besar dibandingkan dengan investasi saham, tabungan, dan deposito, yaitu berkisar antara 8,75-9,25 persen, dengan tingkat bunga tetap (fixed). Wajar apabila investor lebih melirik investasi ini, bunga yang didapat cukup besar. Lalu bagaimana sistem pembayaran bunganya? Berikut pembahasannya.

Sistem Pembayaran Bunga

Terdapat dua jenis sistem pembayaran bunga, yaitu:

1. Obligasi Kupon

Obligasi kupon atau Coupon Bond adalah obligasi yang bunganya dibayarkan secara periodik, misalnya setiap triwulan, semester, atau tahunan. Biasanya, pada surat obligasi terdapat bagian yang bisa dirobek, bagian inilah yang disebut obligasi kupon, yang berarti setiap 1 kupon mendefinisikan jumlah bunga yang dapat diambil pada peiode tertentu.

2. Obligasi Tanpa Kupon

Obligasi tanpa kupon atau Zero Coupon Bond adalah bunga yang akan diberikan pihak terhutang kepada pihak peminjam pada saat pembelian obligasi.

Misalnya, Anda sebagai pemodal membeli Obligasi tanpa kupon seharga Rp 10 juta dengan bunga yang ditetapkan 10%. Maka, Anda hanya cukup membayarkan Rp 9 juta saat pembelian. Dan saat tanggal jatuh tempo tiba, uang pokok akan dibayarkan dengan penuh oleh pihak terhutang, dalam hal ini perusahaan, yaitu sebesar Rp 10 juta.

Jaminan Obligasi

Jika, investasi saham Anda dapat menjaminnya dengan memiliki hak sebagai ssalah satu pemegang hak perusahaan. Lalu, bagaimana dengan jaminan obligasi? Terdapat lima jenis jaminan, yaitu:

1. Collateral

Collateral meruapakn sebuah perjanjian yang apabila pada saat jatuh tempo obligasi pihak penerbit tidak dapat membayarkan nilai nominal, maka mereka akan menyediakan sejumlah asset milik perusahaan sebagai jaminannya. Hal ini akan memperkuat tingkat kepercayaan pemodal bahawa mereka tidak akan mengalami kerugian.

2. Debenture

Lain dengan collateral yang menjamin dengan aktiva tertentu untuk membuat pemodal percaya dengan obligasi yang dikeluarkan. Debenture akan menjaminnya dengan tingkat likuiditas perusahaan. Jadi semakin likuid perusahaannya, maka semakin besar pula tingkat kepercayaan pemodal untuk mendapat bunga dan nilai nominal obligasi, karena mereka dapat mencapai laba dari besaran dana yang dipinjamkan.

3. Subordinate Debenture

Subordinate debenture merupakan jaminan obligasi dengan tingkat resiko yang tinggi. Jaminan ini hanya akan menguntungkan sebelah pihak, karena adanya perjanjian kontrak tentang siapa yang akan dibayarkan terlebih dahulu apabila perusahaan mengalami kebangkrutan.

4. Obligasi Pendapatan

Obligasi tipe ini tidak menjamin pemodal dengan asset tertentu dan perusahhan penerbit tidak memiliki kewajiban untuk membayar bunga secara periodik. Mereka hanya akan membayarkan bunga apabila laba yang dicapai perusahaan bisa mencapai nilai tertentu, sehingga cukup untuk membayarkan bunga. Maka jika tidak sampai pada target tertentu, penerbit obligasi ini tidak memiliki kewajiban untuk membayar bunga.

5. Obligasi Hipotek

Obligasi hipotek atau mortgage adalah jenis jaminan yang akan mengagunkan tanah atau gedung milik pihak penerbit obligasi sebagai agunannya. Jadi, apabila perusahaan melalaikan janjinya, maka agunan tersebut dapat dijual untuk menutupi kewajiban kepada pihak pemodal.

Obligasi hipotek akan menyebutkan secara jelas agunan apa yang akan digunakan apabila tidak dapat melunasi bunga dan nilai nominal pada jatuh tempo.

Kelemahan Obligasi

Obligasi sangat bergantung pada stabilitas perekonomian Negara, maka dari itu investasi ini memiliki kelemahan, seperti tingkat suku bunga. Tingkat suku bunga pasar keungan dengan harga obligasi memiliki hubungan negatif, apabila harga naik maka tingkat bunga akan turun. Begitu pun sebaliknya. Tingkat likuiditas perusahaan yang rendah pun bisa menjadi bumerang bagi para pemodal, karena dikhawatirkan perusahaan tidak dapat membayarkan kewajiban kepada pemberi obligasi. Selain itu, investasi ini pun rentan terhadap resiko kecurangan. Apabila perusahaan penerbit memiliki masalah likuiditas dan tidak mampu melunasi kewajibannya atau bahkan bangkrut, maka yang paling dirugikan adalah pihak pemegang obligasi.

Dari beberapa pembahasan di atas, setidaknya sekarang anda memilki gambaran apabila ingin berinvestasi di obligasi. Selalu pelajari saat akan berinventasi agar tidak mengalami kerugian yang besar.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama