MLM, Yes or No?

Bisnis MLM makin marak. Namun, tak sedikit orang yang mengecapnya sebagai bisnis pembohongan. Sebenarnya, apa yang terjadi di dalam MLM? Cek ulasannya di sini!

Tidak sedikit orang yang mengecap bahwa Multi Level Marketing (MLM) adalah sebuah bisnis yang berakhir pada pembohongan. Proses perekrutan member yang terkesan ‘memaksa’, belum lagi janji-janji selangit, membuat banyak orang menghindari segala hal yang berbau MLM.

Namun, apa saja yang sebenarnya terjadi di dalam MLM? Mengapa bisnis ini sering dicap sebagai pembohongan? Dilansir dari kompas.com, berikut adalah penjelasannya.

Penjualan Berjenjang

MLM adalah sebuah metode penjualan berjenjang yang dilakukan oleh sekelompok orang. Mereka diatur ke dalam jenjang seperti bangun piramida untuk memasarkan produk kepada konsumen. Setiap produk yang Anda beli atau jual, sebenarnya sudah diperhitungkan keuntungan bagi penjualnya, hingga orang yang memberikan referensi.

Bahkan, keuntungan bukan hanya dari yang memberikan referensi kepada Anda, tapi orang yang memberikan referensi kepada rekan Anda yang mengenalkan produk kepada Anda. Boleh dikatakan bila Anda anak, maka yang mengenalkan kepada Anda adalah ayah, maka yang mengenalkan produk kepada rekan Anda (si ayah) adalah kakek.

Ketika Anda (anak) menjual produk, maka baik ‘ayah’ dan ‘kakek’ juga mendapatkan keuntungan. Dan tentunya, ketika orang lain Anda tawarkan untuk menjual, di situlah Anda menjadi ‘ayah’. Dalam MLM dikenal dengan jaringan atau level kedalaman.

Wajib Memiliki Surat Ijin Usaha Penjualan Langsung

Setiap perusahaan MLM wajib memiliki Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL), bukan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa membuat sebuah perusahaan MLM perlu memiliki SIUPL. 

Surat izin tersebut juga harus menempel pada sebuah produk MLM. Bisa saja dalam sebuah perusahaan MLM memiliki produk A dan B, lalu yang telah diberikan izin SIUPL adalah produk A, sehingga dengan menjual A dan B secara MLM, sebenarnya produk B dapat dikatakan ilegal.

Menjual Produk

Bisnis MLM tentunya perlu memiliki produk. Produknya bisa apapun, dengan penjualan berbasis MLM. Bila tidak ada produknya, maka perlu dipertanyakan lebih detail. Sebab hingga saat ini, penerbitan SIUPL bagi jasa yang di-MLM-kan masih belum jelas. Dalam hal ini, perlu ditanyakan kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM.go.id).

Dari Mana Keuntungan Perusahaan MLM?

Pada umumnya, produk MLM lebih mahal dibandingkan produk sejenis. Selain itu, bila perusahaan ini berhenti melakukan rekrutmen penjual baru (member), apakah masih bisa bertahan? Anda bisa mempelajari kelemahan-kelamahan dari sistem MLM yang bisa ditemukan di dunia maya yang begitu banyak informasinya. 

Misalkan, bagaimana pembayaran maksimum dari sebuah keuntungan dan lainnya, karena sebuah sistem tidak akan ada yang sempurna.

Mengapa Dicap Pembohongan?

Lalu, apa hubungannya dengan pembohongan? Seperti yang sudah dijelaskan bahwa perusahaan MLM memang telah memperhitungkan keuntungan barang yang Anda jual, yang tentunya tidak ada masalah dalam bagi-bagi keuntungan.

Dengan metode MLM, sebenarnya perusahaan bukan memboroskan uang dengan membagi-bagi keuntungan kepada para penjualnya, melainkan bisa menghemat biaya distribusi dan pemasaran (biaya iklan). Karena biaya iklan adalah biaya yang mahal dalam sebuah industri perdagangan.

Selain itu, masalah dari MLM gadungan adalah mereka tidak pernah menjalankan bisnis multilevel, tapi hanya menebar janji-janji akan mendapatkan keuntungan.

Oleh karena itu, sebaiknya jangan terburu nafsu terjun dalam dunia MLM. Pelajari terlebih dahulu apa saja keuntungan dan kerugiannya. Ingat, ketika Anda menjual produk MLM, Anda sedang ‘menjual diri’ Anda kepada orang yang ditawarkan. Bila produk tersebut bermasalah, maka Anda juga bisa menjadi tersangka karena ikut menawarkan.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama