Kenapa Investasi Itu Penting? Ini Dia Alasannya

Yakin masa depan Anda akan cerah? Memang belum bisa dipastikan, namun paling tidak bisa dipersiapkan sejak awal. Salah satunya dengan cara berinvestasi.

  • investasi
  • infografis
  • infographic
  • keuangan
  • obligasi
  • reksadana
  • saham
  • forex
  • logam mulia

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana kehidupan Anda di masa depan nanti? Apakah akah hidup sejahtera, atau malah merana? Tentunya pilihan kedua sama sekali tidak diharapkan untuk terjadi. Dengan alasan itu pula, sekarang sudah mulai berbondong-bondong untuk menyiapkan hari tuanya dengan berinvestasi. Mengapa hal itu perlu dilakukan?

Salah satu jawabannya, yang jelas adalah untuk mengolah uang Anda sehingga uang tersebut bekerja untuk Anda. Investasi sendiri diartikan sebagai suatu proses menabung yang berorientasi pada tujuan tertentu dan bagaimana mencapai tujuan tersebut. Misalkan, dalam 10 tahun dari sekarang, Anda ingin memiliki kekayaan di atas Rp1 miliar. Dengan berinvestasi, maka hal tersebut bisa saja menjadi kenyataan, di samping hanya bekerja di kantor dari pagi sampai malam.

Bagi para pakar keuangan, alasan seseorang melakukan investasi karena dipicu oleh kebutuhan akan masa depan. Tapi sayang, banyak di antara kita yang belum memikirkan hal tersebut, entah karena tidak mengetahui betapa pentingnya hal itu atau justru meremehkannya. Padahal, kalau saja mereka tahu semakin ke depan, biaya hidup seseorang semakin bertambah.

Apakah Anda Termasuk Orang Seperti Itu?

Dalam hal ini, sebaiknya jangan menjadi orang yang tidak pernah memikirkan masa depan. Seseorang yang menyadari bahwa kebutuhan masa depan akan lebih besar, tentu mereka akan menyiapkannya sedini mungkin seperti dengan menghemat keuangannya. Mereka jelas akan melakukan perencanaan dan berinvestasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Selain mempersiapkan masa depan, alasan orang melakukan investasi karena dipicu oleh banyaknya ketidakpastian dalam hidup ini. Sebagai contoh, Anda bisa saja berada dalam kondisi bangkrut, sakit parah,mendapat musibah, terjebak dalam kondisi krisis negara, dan lainnya. Itulah tantangan tambahan yang harus dihadapi.

Jenis-Jenis Investasi

Saat ini, sudah ada beragam jenis investasi yang ditawarkan banyak pihak, baik itu bank dan perusahaan keuangan lain. Apa saja macam-macamnya? Ini dia.

1. Tabungan dan Deposito

Tabungan dan deposito sendiri dianggap sebagai instrumen investasi yang paling sederhana. Mengapa? Karena sebenarnya menabung sudah dimulai sejak kita kecil. Tabungan merupakan alat investasi yang paling likuid sehingga bisa dicairkan setiap saat dan memiliki resiko yang kecil. Namun keuntungan yang ditawarkan juga rendah. Sementara itu, deposito hampir sama dengan tabungan dan memberikan bunga yang lebih tinggi, namuna proses pencairannya agak sulit.

2. Saham

Saham adalah satuan nilai dalam instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Bila kita memiliki saham dari sebuah perusahaan, maka kita akan berperan sebagai pemegang saham atau investor danberhak menerima pembagian keuntungan perusahaan sesuai dengan yang dialokasikan oleh perusahaan tersebut (dividen).

Namun, saham memiliki sesuatu yang disebut dengan volatilitas. Artinya, harganya bisa naik dan turun begitu juga dengan nilai devidennya. Karena itu, tingkat risikonya relatif tinggi sehingga tidak ada garansi Anda pasti akan untung dari investasi tersebut. Oleh sebab itu, cermatlah dalam memilih saham dari perusahaan yang akan Anda beli.

3. Obligasi

Obligasi adalah surat hutang yang memiliki masa tenggang atau jatuh tempo pada waktu tertentu. Surat ini biasanya diterbitkan oleh pemerintah, perusahaan, ataupun lembaga lainnya. Dengan membeli obligasi, Anda telah meminjamkan sejumlah uang terhadap pihak yang menerbitkannya.

Mungkin,obligasi yang paling aman adalah yg diterbitkan oleh pemerintah, bahkan investasi ini sering dianggap tidak memiliki risiko sama sekali. Namun jika dibandingkan dengan obligasi perusahaan, nilai keuntingannya tetap lebih kecil.

4. Reksadana

Reksadana adalah kumpulan dari saham dan obligasi. Investasi ini mengumpulkan dana dari para investor yang kemudian dikelola oleh Manajer Investasi yang berwenang. Tipe reksadana juga beragam, seperti reksadana saham, reksadana campuran, reksadana pasar uang, dan sebagainya.Tingkat risikonya memang cukup tinggi, tapi masih lebih rendah dari saham.

5. Properti

Investasi properti kini sedang hangat-hangatnya di Indonesia. Kebanyakan dari yang terjun di dalamnya lebih memilih untuk membeli rumah, apartemen, ruko, atau kantor. Alasannya, jelas karena tingkat keuntungan yang ditawarkan sangat menggiurkan, apalagi kalau yang diambil berada di pusat kota, tentu akan lebih menguntungkan lagi. Sayangnya, investasi ini tidaklah murah, karena harganya yang rata-rata di atas Rp100 juta, bahkan miliaran per unit.

6. Logam Mulia

Logam mulia ini sudah dianggap sebagai salah satu produk investasi yang paling aman dan menjanjikan. Salah satu jenisnya yang sering dijadikan alat investasi adalah emas. Bisa dibilang, emas memang selalu menjadi favorit bagi semua orang yang ingin berinvestasi. Terutama bagi mereka yang tidak ingin menelurkannya uang di sektor saham atau lainnya yang dianggap memiliki resiko besar. Karena dia memiliki nilai yang relatif tetap.

7. Forex

Investasi Forex adalah pemanfaatan sejumlah dana ke perputaran mata uang asing melalu perusahaan pialang forex atau valuta asing. Hampir sama seperti saham, berinvestasi di sektor forex membutuhkan langkah yang cermat dan kehatian-hatian. Jangan sampai Anda salah langkah dan menyebabkan kerugian karena sifatnya sangat berfluktuatif.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama