Kenali Baik Buruknya Investasi Saham

Anda sudah familiar bukan dengan saham? Tapi apakah Anda benar-benar sudah memahaminya? Jika belum, KreditGoGo akan memberikan gambaran seputar saham.

Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), saham termasuk salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular. Saham adalah instrumen investasi yang banyak dipilih para investor karena dianggap mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik. Mengapa? Karena dengan memiliki saham, baik untuk perorangan maupun badan usaha, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Meskipun saham bersifat fluktuatif yang bergantung pada performa keuangan perusahaan yang Anda miliki dan memiliki resiko yang cukup besar, minat investor untuk bermain di dunia saham tetap tinggi. Jika pandai melihat situasi pasar, Anda akan mendapatkan keuntungan yang sangat menggiurkan sebagai investor.

grafik harga saham

Apa Saja Keuntungan Investor Memiliki Saham?

Pada dasarnya, ada dua jenis keuntungan yang akan didapat para investor, yaitu:

1. Dividen

Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari laba yang dihasilkan suatu korporasi yang akan diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS.

Mendapatkan dividen juga tidak semudah yang dibayangkan. Sebagai investor harus memegang saham dalam kurun waktu yang relatif lama, sehingga Anda sebagai salah satu pemegang instrumen investasi ini dianggap berhak mendapatkan dividen oleh perusahaan tersebut.

Dividen yang akan diberikan perusahaan bisa berupa uang tunai atau saham yang berarti secara otomatis jumlah saham yang dimiliki investor akan bertambah pada korporasi tersebut.

2. Capital Gain

Capital Gain atau keuntungan modal adalah selisih yang didapat antara harga beli dan harga jual ketika membeli saham. Sebagai contoh, investor membeli saham XYZ seharga Rp 4000 per sahamnya yang kemudian dijual kembali dengan harga Rp 5000. Dengan begitu, berarti pemodal mendapatkan Capital Gain sebesar Rp 1000 untuk setiap saham yang berhasil dijual.

Setelah membicarakan keuntungan yanga akan didapat ketika investor membeli saham, ada baiknya Anda juga mengetahui kerugian yang akan didapat apabila Anda salah membeli saham perusahan, yaitu:

1. Capital Loss

Capital Loss merupakan kebalikan dari kondisi Capital Gain, yaitu investor menjual sahamnya lebih rendah dari harga beli. Contohnya, Anda membeli saham XYZ seharga Rp 5000 per saham. Kemudian karena suatu faktor, saham tersebut terus mengalami penurunan hingga Rp 4600 per saham. Karena khawatir terus menurun, saham tersebut dijual seharga Rp 4600, berarti Anda mengalami kerugian sebanyak Rp 400 per saham.

2. Risiko Likuidasi

Ini resiko terbesar yang paling takut dihadapi oleh para investor, yaitu perusahaan yang sahamnya dimiliki dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau perusahaan tersebut dibubarkan.

Lalu bagaimana dengan hak klaim pemegang saham? Ya, hak ini akan diberikan apabila perusahaan telah melunasi seluruh kewajiban perusahaan menggunakan hasil penjualan kekayaan perusahaan yang akan dibagikan secara proposional kepada seluruh pemegang saham.

Tetapi, jika tidak terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka Anda sebagai pemegang saham tidak akan memeperoleh hasil dari likuidasi tersebut.

Faktor Naikan Turunnya Saham

Ada dua faktor yang bisa menentukan naik turunnya nilai saham, faktor internal yang datang dari perusahaan itu sendiri dan faktor eksternal perusahaan.

Faktor Internal Perusahaan

Dari namanya pun sudah terlihat, naik turunnya nilai saham ini datang dari perusahaan itu sendiri. Jika perusahaan melakukan ekspansi atau meningkatkan pemasukan, maka laba bersihnya akan meningkat dan harga saham juga akan otomatis naik. Namun bila perusahaan mengalami rugi, maka harga saham kita juga ikut jatuh. Begitu seterusnya.

Faktor Eksternal Perusahaan

Faktor yang berasal dari luar kendali perusahaan ini atau yang sering disebut dengan systematic risk, bisa datang dari dalam negeri dan luar negeri, yang bisa berupa tingkat suku bunga, psikologi investor, politik dan bencana alam, serta kebijakan pemerintah.

Maka dari itu, Anda sebagai investor harus mampu menganalisa sebelum memutuskan untuk membeli suatu saham perusahaan. Anda harus memperhatikan gejolak-gejolak pasar dan kebijakan pemerintah yang terjadi di berbagai Negara.

Selain itu, masyarakat pemodal pun bisa terus memantau laporan keuangan perusahaan yang akan Anda pilih. Dari laporan keuangannya tersebut, Anda dapat mengetahui kegiatan usaha dan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aktivitas usahanya secara efisien dan efektif serta faktor di luar perusahaan ekonomi, politik, finansial dan lain-lain.

Jadi, apakah Anda mulai tertarik berinvestasi saham?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama