Jenis-Jenis Deposito Di Indonesia

Deposito merupakan Instrumen investasi yang minim resiko. Ada 3 jenis produk deposito yang ada di Indonesia. apa saja? berikut ini penjelasannya

investasi deposito

Banyak orang yang akan memulai berinvestasi namun belum mengerti produk investasi apa yang akan dipilih. Jenis investasi pun beragam salah satunya adalah deposito. Deposito termasuk instrument investasi yang terbilang memiliki resiko rendah, cocok bagi yang baru memulai investasi.

Pengertian Deposito

bunga deposito tinggi

Deposito adalah produk simpanan bank yang penyetorannya ataupun penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja. Tidak sama seperti tabungan yang bisa ditarik kapan saja, deposito memiliki jangka waktu tetentu yang sudah ditentukan.

Jangka waktu yang tersedia biasanya mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan seterusnya, simpanan tersebut hanya dapat dicairkan ketika jangka waktunya habis, jika anda mencairkan sebelum jangka waktu biasanya akan terkena denda yang besarnya berkisar antara 0,5% hingga 3% dari total deposito.

Deposito memiliki bunga yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan bunga tabungan. Hal tersebut karena uang yang diinvestasikan akan dikunci selama jangka waktu tertentu, sehingga bank akan menjanjikan bunga yang tinggi dibandingkan rekening tabungan.

Jenis-Jenis Deposito

Saat ini ada empat jenis deposito yang dikenal di Indonesia, yaitu deposito berjangka, sertifikat deposito, dan yang terakhir adalah deposito on call. Berikut ini ulasan lengkapnya:

1. Deposito Berjangka

Deposito berjangka merupakan produk simpanan yang memiliki jangka waktu, penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu sesuai tanggal yang dijanjikan antara deposan dan bank. Jangka waktu deposito biasanya bervariasi mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan sampai 24 bulan.

Deposito berjangka diterbitkan atas nama baik perorangan maupun lembaga. Penarikan bunga deposito berjangka dapat dilakukan secara tunai maupun pemindahbukuan dan setiap bunga deposito dikenakan pajak dari jumlah bunga yang diterimanya.

2. Deposito Automatic Roll Over

bunga deposito tinggi

Deposito automatic roll over adalah bentuk lain dari deposito berjangka, dimana simpanan masyarakat (dalam bentuk deposito) yang telah jatuh tempo sesuai dengan jangka waktu yang diperjanjikan, namun pihak deposan belum mengambilnya maka secara otomatis akan dilakukan perpanjangan waktu tanpa menunggu persetujuan dari deposan.

3. Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito memiliki kesamaan dengan deposito berjangka dalam penerapan jangka waktu yang berlaku. Yang membedakannya adalah sertifikat deposito menerbitkan sertifikat keterangan dari deposito itu sendiri dan dapat diperjual-belikan atau dipindah-tangankan kepada pihak lain. 

perbedaan yang lainnya adalah dalam segi pencairan bunga, sertifikasi deposito dapat dilakukan di muka.

4. Deposito On Call

Deposito On Call (DOC) merupakan deposito yang dikhususkan untuk deposito dalam jumlah yang besar, pada setiap bank besarnya berbeda-beda nya tergantung ketentuan masing-masing bank yang bersangkutan, minimal bisa 50 juta, 70 juta, atau bahkan 100 juta.

Tidak seperti deposito lainnya deposito on call memiliki jangka waktu yang singkat minimal 7 hari dan maksimal kurang dari 1 bulan. Kelebihannya adalah dalam menentukan besaran bunga, Anda tidak harus mengikuti ketentuan bank, bunga ditentukan dari negosiasi antara deposan dan bank bersangkutan.

Besarnya bunga deposito on call umumnya dihitung perbulan dan untuk menentukan jumlah bunga yang diberlakukan terlebih dahulu dilakukan negosiasi antara nasabah dengan pihak Bank. Pencairan bunga dapat dilakukan dengan memberitahu terlebih dahulu pihak bank dari  tiga hari sebelumnya, bahwa yang bersangkutan akan mencairkan depositonya.

Cara Memilih Deposito

deposito berjangka

Setelah memahami jenis-jenis deposito yang ada di Indonesia selanjutnya adalah bagaimana cara memilih jenis deposito yang tepat dengan Anda. Sebaiknya Anda perhatikan terlebih dahulu 3 hal di bawah ini :

1. Reputasi bank. Dalam penyetoran dana tentunya harus mencari bank yang tepat, pastikan bank yang dipilih memiliki reputasi baik dan memenuhi standar kualifikasi dari Bank Indonesia. Selain itu, bank yang dipilih harus mampu memberikan tingkat kompetitif bunga deposito bahkan Tinggi.

2. Bandingkan deposito. Sri semua jenis deposito bandingkanlah mana yang lebih tepat untuk Anda. Seperti sistem pembayaran bunga, ini bisa menjadi indicator untuk mempertimbangkan ragam deposito yang dipilih. Bandingkan tingkat deposito yang ditawarkan masing-masing bank.

3. Waspadalah terhadap bunga yang tinggi. Jangan dahulu tergiur dengan bunga yang tinggi, Anda harus berhati-hati dengan bank yang menawarkan tingkat suku bunga diataas ketentuan Lembaga Penjamin Pinajaman. Karena, Peraturan Bank Indonesia hanya memungkinkan bank untuk memberikan deposito maksimum atau di bawah tingkat suku bunga LPS.

Nah itulah ulasan mengenai jenis-jenis deposito di Indonesia, semoga informasi ini dapat membantu Anda memilih produk deposito yang paling tepat untuk Anda.

Baca juga: Deposito: Untung Maksimal, Resiko Minimal

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama