Investasi untuk Biaya Pendidikan Anak Dasar dan Menengah

Faktanya, biaya masuk sekolah dasar dan menengah akan naik setiap tahun, bahkan ada yang mencapai hingga 20%. Lalu, bagaimana cara menyiapkan dananya?

Biaya pendidikan adalah momok utama bagi setiap orang tua. Bagaimana tidak, biaya sekolah selalu mengalami kenaikan setiap tahun, bahkan ada yang mencapai hingga 20%. Makanya, uang pangkal bisa mencapai ratusan juta meski hanya sekolah tingkat dasar dan menengah.

Untuk mempersiapkan dana sebanyak itu, orang tua tidak bisa hanya mengandalkan tabungan semata. Bunga tabungan tidak akan mampu mengejar lanjut inflasi. Solusinya? Harus investasi!

Lalu, produk investasi apa yang tepat untuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikan dasar atau menengah? Berikut 4 investasi menjanjikan yang bisa Anda lakukan!

tabungan pendidikan anak

1. Reksadana

Reksadana adalah sebuah wadah investasi kolektif pada instrumen-instrumen pasar seperti saham, obligasi, atau pasar uang, namun diatur sepenuhnya oleh pihak ketiga – yaitu Manajer Investasi.

Reksadana dibedakan berdasarkan jangka waktu dan tingkat resikonya. Untuk biaya pendidikan dasar dan menengah, yang akan digunakan dalam jangka waktu 3-6 tahun, sebaiknya pilih reksadana dengan resiko rendah dan jangka waktu singkat

Reksadana Pasar Uang

biaya sekolah anak

Reksadana jenis ini memiliki resiko terendah, karena penempatan dana investasi juga memilih media pasar uang yang relatif stabil seperti deposito dan surat utang. 

Jika Anda membutuhkan dana untuk biaya pendidikan si kecil dalam waktu 1 - 3 tahun ke depan, maka produk reksadana pasar uang dapat menjadi pilihan tepat.

Reksadana Campuran

Resiko untuk reksadana campuran sedikit lebih tinggi dari pasar uang, namun imbal baliknya juga lebih tinggi. RD ini mencampur instrumen obligasi dan saham dalam portfolionya. 

Untuk tujuan jangka menengah-panjang, seperti persiapan masuk SMP atau SMA, maka reksadana campuran adalah jenis investasi yang tepat.

2. Logam Mulia

Nah, ini jenis investasi kesukaan para ibu!

Karena sifatnya likuid alias mudah dicairkan, logam mulia menjadi pilihan investasi favorit, terutama bagi kaum wanita. Selain itu, harga emas juga dianggap kebal terhadap inflasi dan guncangan ekonomi.

Sama seperti reksadana campuran, investasi logam mulia lebih cocok digunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka menengah-panjang, antara 3-5 tahun. Investasi emas jangka pendek tidak akan memberikan return yang signifikan.

3. Deposito

Tak mau ambil resiko? Siapkan biaya pendidikan anak menggunakan rekening deposito.

tabungan berjangkaInvestasi jenis ini hampir sama dengan menabung, namun deposito tidak dapat ditarik sebelum jatuh tempo. Jika dilakukan, Anda akan terkena potongan atau penalti dari bank.

Deposito memberikan bunga yang lebih tinggi dari bunga tabungan, Besarnya akan tergantung kebijakan bank, jangka waktu, serta nominal setoran awal. Biasanya, antara 6 – 8% per tahun.

4. Tabungan Pendidikan Berjangka

Tabungan pendidikan berjangka tersedia di bank-bank terbaik di Indonesia. Salah satu contohnya: BNI dengan produk Tappenas yang menawarkan bunga lebih tinggi dari tabungan biasa.

Tapenas BNI mensyaratkan setoran bulanan mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 5 juta. Nasabah juga bebas menentukan jangka waktu sesuai dengan kebutuhan, antara 2 tahun sampai dengan 18 tahun.

Jika harus mencairkan dana sebelum tanggal jatuh tempo, Anda akan dikenakan biaya penalti. Tapi, jumlahnya tidak besar. Hanya sebesar 10% dari setoran bulanan.

Jadi, apa pilihan Anda? Beritahu kami di kolom komentar!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama