Investasi Tanah Vs Investasi Rumah

Mana yang lebih untung, investasi tanah atau rumah? Nah, sebelum memilih, berikut kelebihan dan kekurangan masing-masing agar Anda bisa menimbang lebih jauh sebelum berinvestasi.

Investasi rumah

Indonesia adalah salah satu negara yang sedang mengalami pertumbuhan yang signifikan pada bidang properti, sehingga hal ini bisa menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi, khususnya properti.

Ada banyak pilihan investasi properti yang diminati seperti investasi tanah, investasi rumah, hingga investasi apartemen.

Investasi apartemen memang sedang marak di Indonesia berhubung sedang banyak pengembang properti yang mengembangkan bisnis apartemennya di kota-kota besar di Indonesia.

Tetapi, bagi Anda yang masih lajang dan ingin menginvestasikan sebagian uang Anda untuk membeli tempat tinggal di masa depan, pilihan investasi tanah atau rumah lah pilihannya.

Hal ini dikarenakan, dibandingkan dengan apartemen, tanah atau rumah bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman dan luas ketika Anda menikah dan sudah memiliki keluarga.

Lalu mana yang lebih untung, investasi tanah atau rumah?

Nah, sebelum memilih antara investasi tanah atau rumah, berikut kelebihan dan kekurangannya agar Anda tidak salah memilih dan bisa menimbang lebih jauh sebelum berinvestasi.

Mana yang Lebih Untung, Investasi Tanah atau Rumah

Antara investasi tanah atau rumah, keduanya memang sangat baik dan menarik untuk dipillih, apalagi apabila Anda masih sangat muda dan lajang serta berniat untuk berinvestasi dimasa depan.

Kedua pilihan investasi ini merupakan pilihan yang baik. Tetapi sebelum memilih diantara keduanya, ada baiknya kita jabarkan terlebih dahulu kelebihan serta kekurangannya masing-masing.

1. Investasi Tanah

Investasi tanah

Membeli tanah tentu lebih murah daripada membeli rumah karena belum ada bangunan yang berdiri di atasnya.

Sebagai gambaran, harga rumah sekitar 20% lebih mahal daripada harga tanah kavling di area dan luas yang sama. Jadi, jika harga tanah di sebuah area adalah Rp10 juta/m2, maka jika sudah ada rumahnya, harganya menjadi sekitar Rp12 juta/m2.

Kelebihan membeli tanah adalah harganya yang lebih murah dan dikemudian hari Anda juga bisa membangun rumah sesuai selera Anda, serta harganya yang cenderung meningkat setiap tahunnya, dan minim biaya perawatan.

Sementara kekurangannya adalah Anda masih memiliki tugas untuk membangun rumah di tanah tersebut. Dan sayangnya investasi tanah jarang menghasilkan penghasilan tambahan karena jarang ada yang mau menyewa.

Tetapi tanah bisa dibilang seperti emas, yaitu tidak mengenal inflasi dan harganya terus meningkat, apalagi jika tanah yang Anda miliki berada di lokasi yang strategis. Rata-rata kenaikan nilai tanah adalah sekitar 20 -25% setiap tahunnya.

2. Investasi Rumah

Dana Investasi Rumah

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, harga rumah lebih tinggi daripada harga tanah. Namun, kebijakan pemerintah dalam menciptakan program subsidi yang bisa dinikmati oleh Anda yang berpenghasilan rendah, yaitu dengan adanya program Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Program KPR membuat DP rumah hanya diberikan sekitar 10% dengan bunga cicilan flat hanya 5% dari harga rumah.

Lalu kelebihannya, rumah juga relatif mudah dijual dan juga mudah diagunkan ke bank. Selain itu, Anda juga dapat menyewakannya sehingga Anda mendapatkan tambahan penghasilan.

Rumah bisa dijadikan hanya sebagai instrumen investasi atau bisa pula ditempati. Untuk kenaikan harga rumah per tahunnya berkisar antara 15-20%.

Hal yang perlu dipertimbangkan dalam berinvestasi rumah adalah biaya perawatannya. Jika Anda tinggal di komplek, maka akan ada iuran perawatan, kebersihan dan keamanan yang perlu dibayarkan secara rutin. Belum lagi biaya untuk membayar pajak.

Meskipun kesannya mudah untuk dilakukan, namun investasi properti bukanlah hal yang murah. Demi mendapatkan kesejahteraan hidup, Anda memerlukan dana yang cukup besar. Bahkan tidak sedikit juga yang harus meminjam uang ke bank sebagai modal berinvestasi.

Pinjaman Pribadi untuk Modal Berinvestasi

KTA untuk investasi

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan dari masing-masing investasi tanah dan rumah, Anda bisa mulai memilih investasi mana yang tepat untuk Anda dan menyiapkan dananya dari sekarang.

Anda bisa memanfaatkan tabungan yang sudah ada ataupun deposito untuk menyiapkan dana untuk berinvestasi.

Namun apabila Anda ingin cepat memulai investasi Anda, manfaatkan dana pinjaman pribadi atau kredit tanpa agunan (KTA) dari bank-bank terbaik di Indonesia.

Standard Chartered Bank KTA adalah produk pinjaman pribadi yang dapat memberikan Anda suntikan modal untuk berinvestasi hingga Rp200 juta dengan tenor waktu hingga 5 tahun.

Keistimewaannya, pinjaman ini memiliki bunga ringan dengan metode pembayaran cicilan tetap sehingga Anda tidak akan diberatkan dengan suku bunga berjalan.

Anda pun bisa mengajukan langsung secara online dan dana akan diproses dalam waktu 3 hari kerja setelah dokumen dan persyaratan yang ditentukan sudah lengkap.

Ajukan secara online sekarang juga di KreditGoGo dan dapatkan Powerbank Xiaomi 10400 mAh yang canggih untuk mendukung kinerja smartphone Anda.

#InvestasiProperti

Baca juga: Susah Tembus KPR, Ini Jalan Alternatif Punya Rumah
Pertimbangan Penting Antara Membeli Tanah dengan Mencicil Rumah

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama