Ini Nih, Hal yang Meski Diketahui Wanita ketika Berinvestasi

Sebelumnya, kita sudah tahu bahwa perempuan bisa berinvestasi. Tapi, ada beberapa hal prinsip yang harus diketahui wanita. Apa saja sih itu?

Di Indonesia, tidak sedikit keluarga yang menyerahkan urusan keuangannya masih diurus oleh kaum pria alias para suami. Urusan keuangan yang dimaksud misalnya investasi dan dana pensiun. Dalam kasus seperti itu, tidak heran bahwa wanita, sebagai istri, malah kerjaannya hanya belanja dan masak. Bahkan, tidak sedikit wanita rumah tangga malah tidak mengurus keuangan sama sekali. Urusan si wanita cuma urus dapur dan sumur.

Memang betul, itu semua kembali ke pilihan keluarga masing-masing. Ada keluarga dengan tipe yang segala urusan keuangan diurus oleh si istri. Ada juga keluarga dengan tipe istri yang diharapkan hanya mengurus dan merawat anak-anak, sementara tagihan bulanan (misalnya listrik dan telepon) pada umumnya telah dibayar secara autodebet oleh rekening sang suami.

Nah, jika kita berbicara lebih spesifik, para istri tentunya tidak memiliki hambatan dalam berinvestasi, baik di pasar modal maupun pasar uang. Menurut Investor Education Fund, sebuah lembaga non-profit asal Ontario, Kanada, seperti dikutip Readers Digest, kaum wanita harusnya lebih banyak mempersiapkan hal tersebut daripada kaum pria. Apa yang harus dipersiapkan? Kita bisa ambil contoh misalnya dana pensiun.

Di beberapa negara, gaji yang bisa dibawa pulang oleh seorang wanita kerap lebih rendah daripada karyawan pria. Seiring perjalanan waktu, ‘perbedaan’ itu akan menjadi semakin lebar, sehingga kesempatan berkarier seorang wanita akan menjadi lebih lebar daripada pria. ‘Jurang pemisah’ itulah yang secara tidak langsung membuat kesempatan berkarier wanita menjadi lebih sedikit.

Pada sistem norma di Indonesia pada umumnya, wanita adalah orang yang mengurus orang tua dan anak. Secara tidak langsung itu juga menyebabkan mereka kerap tidak masuk kantor. Akibatnya, pendapatan mereka (gaji) mereka juga dikurangi sebagai konsekuensi. Pada umur tertentu, dan dalam sektor formal, karyawan wanita kadang berhenti dan melepaskan pekerjaan formal mereka untuk bisa fokus dalam urusan rumah tangga. Subjektif memang, tapi dalam hal pekerjaan informal, justru titik balik ketika kaum wanita fokus menjadi ibu rumah tangga-lah bisa memulai bisnis sendiri di rumah.

Secara umur, wanita hidup lebih lama daripada pria. Itu sebabnya kaum wanita memerlukan perencanaan pensiun dengan jangka waktu yang lebih panjang. Selain itu, beberapa penelitian menyebutkan, kaum wanita kerap tidak percaya diri bila menyangkut mengambil keputusan berinvestasi. Sisi emosional terkuat wanita kadang tidak bisa diandalkan dalam mengambil keputusan berinvestasi. Itu menjadi tanda bahwa mereka memang membutuhkan sisi logika pria dalam mengambil keputusan.

Maka, berdasarkan hal tersebut, ada empat prinsip yang harus diketahui wanita agar cerdas mempersiapkan masa depan yang lebih aman.

Berapa Dana yang Harus Ditabung

Cermati berapa jumlah dana yang harus ditabung. Ini penting agar pada masa pensiun nanti Anda bisa hidup berkecukupan, walau (misalnya) telah ditinggal sang suami. Perkirakan juga berapa lama Anda akan hidup. Misalnya, katakanlah Anda akan hidup hingga usia 65 tahun. Coba bayangkan, di usia pensiun itu, kehidupan pensiun macam apa yang Anda inginkan, dan berapa uang yang dibutuhkan untuk menikmati gaya hidup tersebut. Hitunglah secara matematika, berapa uang yang harus ditabung tiap tahun agar tujuan itu tercapai. Satu hal yang tidak boleh lupa, dengan instrumen investasi macam apa agar keinginan kehidupan pensiun Anda tercapai.

Rencanakan Pensiun Pribadi

Pernyataan ini bisa jadi pro dan kontra, tapi memang tergantung pilihan Anda. Jangan mengandalkan rencana pensiun pasangan Anda. Jika Anda mengandalkan rencana pensiun pasangan Anda, bisa jadi perencanaan yang dibuat oleh pasangan tidak tercukupi di masa tua. Kendalikan sendiri perencanaan masa depan finansial Anda. Tidak ada kata terlambat untuk perencanaan. Itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Menabunglah secara konsisten dan disiplin. Tetap jalankan rencana keuangan serta pilihlah instrumen investasi yang tetap. Fokuslah dalam hal itu. Dengan demikian, kebutuhan gaya hidup Anda di masa depan bisa terakomodasi.

Produksikanlah Uang Tiada Habisnya

Eits, tunggu dulu. Ini bukan bermaksud memproduksi uang seperti mesin pabrik. Yang dimaksud di sini adalah membuat pemasukan pasif Anda terhadap uang. Salah satu perhatian utama orang yang ingin pensiun muda adalah bagaimana membuat uang mereka tidak habis-habis. Ada banyak cara untuk ini. Rencana terbaik adalah memiliki tabungan yang cukup, sehingga Anda bisa hidup hanya dari penghasilan pertumbuhan investasi dan profit. Itu sebabnya memilih instrumen investasi sangat penting.

Sebagai wanita, coba tanya ke diri sendiri; apakah saya harus investasi untuk tabungan atau pertumbuhan? Bagaimana cara saya menyeimbangkan risiko dan profit? Apakah investasi yang saya pilih bisa pas untuk anak saya? Dari pertanyaan sederhana itulah Anda bisa mencari jalan meningkatkan tabungan, atau investasi, dengan tingkat risiko yang dirasa cukup nyaman. Berani ambil risiko dalam berinvestasi, tentu akan menghasilkan profit yang diinginkan.

Pelajari dengan Seksama Investasinya

Pepatah lama mengatakan, Tak kenal maka tak sayang. Hal yang sama berlaku untuk produk investasi. Semakin banyak Anda membaca mengenai produk investasi tertentu, semakin paham pula Anda dengan investasi. Lebih dari itu, Anda malah bisa mendiagnosis kondisi keuangan secara keseluruhan. Lakukanlah riset dan pahami peran perencanaan pensiun.

Setelah para wanita, bahkan ibu rumah tangga, berinvestasi, biasanya mereka lebih pandai daripada investor pria. Itu mungkin dikarenakan wanita lebih sabar dan memikirkan jangka panjang. Sementara pria lebih agresif dan lebih menyukai cara pandang jangka pendek.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama