Ingin Membeli Rumah Lelang? Ini Tipsnya!

Salah satu cara mendapatkan rumah dengan harga miring adalah membeli melalui lelang. Namun sebelum melakukannya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Membeli rumah melalui lelang kerap memberikan keuntungan bagi pembeli. Sebab, harga yang didapat dari hasil beli lelang biasanya lebih murah atau harga di bawah pasar.

Rumah lelang biasanya merupakan rumah sitaan bank yang terjadi karena adanya kredit macet. Bisa dikatakan karena ketidakmampuan kreditur dalam membayar kewajibannya seperti melunasi cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang harus dibayarkan setiap bulan.

Berikut adalah beberapa hal yang menyebabkan rumah masuk dalam sitaan sehingga masuk pelelangan.

  • Rumah yang dibeli oleh kreditur dengan sistem KPR seharusnya dicicil setiap bulannya hingga lunas. Namun, tidak dibayarkan oleh kreditur selama beberapa bulan berturut-turut, sehingga terjadilah penyitaan oleh pihak bank pemberi kredit. Selanjutnya, bank akan memasukkan rumah tersebut ke daftar pelelangan.
  • Rumah lelang bisa juga terjadi karena seseorang memberikan sertifikat rumahnya sebagai agunan untuk mendapatkan pinjaman dari bank. Kemudian pemilik rumah tersebut mengalami kredit macat sehingga bank melakukan penyitaan.
  • Berikutnya, rumah lelang bisa terjadi karena perorangan atau perusahaan tidak membayarkan kewajiban perpajakan yang seharusnya dibayar, sehingga mendapat sanksi penyitaan oleh pihak terkait.

Banyaknya rumah masuk lelang bisa jadi memberikan keuntungan bagi mereka yang ingin membeli rumah murah.

Untuk melaksanakan proses pelelangan dapat dilakukan dengan dua cara, yakni melalui Balai Lelang dan Penetapan Peradilan. Biasanya sebelum waktu lelang akan dimulai, pihak penyelenggara lelang akan memberitahukan jadwal lelang.

Tata Cara Membeli Rumah Lelang

Mendapatkan rumah lelang merupakan hal yang susah-susah gampang. Anda harus rajin mendatangi tempat-tempat lelang properti atau bisa juga mendatangi bank. Berikut adalah tata cara dalam membeli rumah lelang.

Rumah dengan Tulisan dari Bank

Carilah rumah bertuliskan atau bercat dalam pengawasan bank. Rumah seperti ini sudah pasti merupakan rumah yang akan dilelang. Pada tulisan atau cat, biasanya Anda bisa melihat bank mana yang menyita rumah tersebut.

Datangi Kantor Cabang Bank

Setelah mendapatkan informasi bank mana yang menyita, datangi kantor cabang tempat pembeli melakukan pinjaman kredit rumah. Jika sudah di kantor cabang, Anda cukup menemui customer service untuk bisa mendapatkan informasi bagaimana cara membeli rumah lelangan tersebut.

Mengisi Formulir

Biasanya, Anda akan diminta mengisi formulir pengajuan untuk bisa di-review berapa jumlah peminat yang ingin membeli rumah lelang tersebut.

Minta Informasi Lelang

Mintalah informasi mengenai jadwal pelelangan kepada customer service bank. Anda akan mendapatkan informasi mengenai lokasi dan waktu dari proses lelang tersebut. Biasanya, sebuah bank memiliki jadwal pelelangan yang akan dilakukan dalam kurun waktu satu tahun.

Selanjutnya, Anda bisa langsung mengikuti proses lelang. Namun sebelum itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan ketika akan mengikuti lelang:

  1. Mendaftar ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) atau pihak swasta yang ditunjuk bank.
  2. Membayar uang muka sebesar 20—50% dari batasan harga rumah lelang. Jika tidak menang lelang, uang ini akan dikembalikan kepada Anda.

Jika menang dalam lelang, Anda harus melunasi keseluruhan biaya harga rumah dalam kurun waktu yang telah ditentukan (biasanya 3 hari). Apabila Anda lalai dalam hal melunasi, maka uang muka akan hangus.

Setelah melunasi lelang, KPKNL akan memberikan surat atau berkas yang harus dibawa ke bank. Nantinya, surat atau berkas ini akan ditukar dengan sertifikat rumah.

Tips Membeli Rumah Lelang

Bila tidak dilakukan dengan cermat, maka membeli rumah melalui lelang bisa saja membawa masalah. Maka itu, berikut kami hadirkan tips dalam pembelian rumah lelang.

Pelajari Perjanjian Kredit

Sebaiknya, Anda mempelajari dan memahami mengenai Perjanjian Kredit (PK) dan Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) beserta kelengkapan dokumen lainnya mengenai perjanjian bank dengan pemilik rumah.

PK berfungsi menggambarkan secara lengkap mengenai tata cara lelang rumah. Jika sudah tertulis jelas kesepakatan antara bank dengan pemilik rumah sebelumnya, maka nantinya rumah tidak akan bermasalah.

Pastikan Surat-Surat Rumah

Biarpun bank penyita sudah memastikan dokumen kelengkapan rumah, Anda sebaiknya melakukan pengecekan ulang surat-surat rumah. Dokumen yang wajib dicek antara lain Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sertifikat tanah dan rumah, serta Pajak Bumi dan Bangunan.

Datangi Langsung Lokasi Rumah

Anda bisa langsung mendatangi rumah lelang tersebut untuk melihat kondisinya. Sebab, ada juga rumah lelang yang sudah berantakan atau tidak layak huni, sehingga Anda harus merenovasinya dulu.

Bahkan, ada juga pemilik sebelumnya enggan meninggalkan rumah tersebut sehingga rawan terjadi sengketa ke depannya. Selain itu, pastikan ada sambungan listrik, air dan telepon sehingga Anda tidak perlu memasang baru.

Siap Siaga dengan Notaris

Menghubungi seorang notaris paling lambat 2 minggu sebelum proses lelang berlangsung adalah cara tepat. Dengan didampingi notaris, maka segala sesuatu yang berkaitan dengan legalitas KPR akan lebih terasa aman.

Setelah melakukan hal-hal di atas, maka Anda tidak perlu khawatir saat ingin membeli rumah melalui lelang. Anda bisa dapat rumah dengan harga miring, tanpa takut terkena masalah di kemudian hari.

Baca juga: Syarat-Syarat Mengajukan KPR

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama