Gaji Pas-pasan? Simak Panduan Berburu Rumah!

Punya rumah adalah impian semua orang. Namun, tidak mudah dan tak murah mewujudkannya. Apalagi, dengan gaji yang pas-pasan. Tak perlu khawatir, simak tips ini untuk mendapatkan hunian idaman Anda!

Sandang, pangan, dan papan merupakan kebutuhan primer manusia. Untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan mungkin relatif tak begitu berat, tapi beda cerita dengan papan atau rumah.

Tanpa sarana untuk berlindung dari terik matahari dan derasnya hujan tersebut, apa jadinya hidup manusia? Namun, sekali lagi, bukan perkara gampang untuk memiliki sebuah hunian.

Apalagi, di tengah kesulitan perekonomian seperti saat ini. Tak pelak, orang pun terpaksa harus rela mengontrak atau menyewa rumah bertahun-tahun. Sebab, dana belum juga cukup untuk membeli rumah.

Gaji pun tidak kunjung mengalami peningkatan, sementara harga rumah semakin melambung tinggi. Boro-boro membeli rumah, gaji saja pas-pasan untuk membiayai hidup sehari-hari.

Jadilah, hasrat untuk memiliki rumah idaman tersimpan lama dalam angan. Predikat "kontraktor" alias orang yang setia ngontrak rumah pun kian melekat.

Beli Rumah atau Kontrak?

Yang menjadi pertanyaan besar adalah, sampai kapan Anda bertahan sebagai "kontraktor"? Jika diteliti, sangat rugi membiarkan diri kita jadi penyewa rumah dalam waktu betahun-tahun.

Bukankah sewa kontrakan pun makin tinggi dari waktu ke waktu? Biayanya bisa jadi setimpal dengan Anda mencicil rumah. Bayar sewa kontrakan atau kredit rumah? Keduanya memiliki beban nilai yang sama berat.

Namun, beban tersebut akan terbantukan dengan mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terbaik yang, tentu saja, lebih banyak untungnya.

Sampai tua membayar kontrakan rumah, kadang-kadang berbeban ikut merenovasi jika terjadi kerusakan, rumah itu tetap bukan milik kita.

Sebaliknya, setengah mati mencicil KPR setiap bulan, namun akhirnya bisa mendapatkan rumah idaman sebagai milik pribadi secara utuh, pasti lebih bahagia.

Lakukan Survei dan Hitung Teliti

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah survei ke wilayah atau daerah yang Anda minati. Cari info sebanyak-banyaknya tentang kisaran harga rumah dan tanah di wilayah incaran tersebut.

Dari situ Anda bisa mengukur kemampuan finansial dan mengatur jangka waktu untuk mengambil rumah di kawasan tersebut. Tentunya dengan tidak lupa menghitung perkiraan kenaikan harga rumah dan tanah. Artinya, jika nantinya hal buruk terjadi, Anda mengalami masalah dalam pelunasan kredit dan harus menjualnya, Anda tetap untung.

Langkah selanjutnya, siapkan down payment (DP) atau uang muka. Pemerintah melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) memutuskan keringanan DP KPR dari 30% menjadi 20% hingga 10%, dari harga jual agar tidak membuat pusing kepala di kemudian hari.

Sisa cicilan lalu diukur sesuai dengan kemampuan finansial dan sebaiknya besaran cicilan KPR tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan Anda.

Pilih KPR Tepat

Dengan gaji pas-pasan, mustahil memiliki rumah tanpa melibatkan KPR. Nah, tentukan bank mana yang tepat dan bersahabat untuk menjadi partner dalam penentuan KPR. Tentunya, bank yang menerapkan suku bunga paling rendah dan yang menjanjikan berbagai kemudahan lainnya.

Selain itu, teliti betul segala persyaratan agar Anda bukan untung tetapi malah buntung karena terjebak pada cicilan yang mencekik leher.

Rata-rata KPR menawarkan tenggat waktu sama dalam kisaran 10 – 15 tahun. Di sini Anda perlu berhati-hati dalam menentukan tenor. Pasalnya, semakin lama tenggat waktu yang Anda ambil akan berpengaruh terhadap besarnya cicilan per bulan.

ANZ Home Loan pantas untuk dipertimbangkan. Produk KPR ini menerapkan suku bunga JIBOR (Jakarta Interbank Offered Rate) yang transparan dan dievaluasi setiap bulan.

Selain menerapkan bunga rendah sebesar 7,99% tiap tahun, ANZ Home Loan juga menawarkan tenor hingga 20 tahun.

Anda tentu tak ingin terbenam sepanjang usia sebagai ‘kontraktor’ bukan? Semakin lama Anda memutuskan, semakin membubung harga rumah. Beranilah mengambil keputusan tepat dan terukur kemampuan. Tahun baru rumah baru, mengapa tidak?

Segeralah ajukan aplikasi ke KreditGoGo untuk meraih berbagai kemudahan dan keuntungan. Keputusan ada di tangan Anda!

#KPR

Baca juga:
Panduan Investasi Sambil Bayar Utang
Strategi Berburu Rumah Sitaan

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • Sugianto

    Bisakah kredit rumah dengan usia saya sekarang sudah 58 thn, tapi masih aktif sebagai karyawan perusahaan swasta? Karena sampai hari ini saya belum punya rumah. Terima kasih atas bantuan dan perhatiannya.

    Reply