Dua Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Anda Berinvestasi

Investasi merupakan langkah finansial yang masih awam bagi masyarakat Indonesia. Memang, sebelum Anda berinvestasi ada tahapan-tahapan yang harus dilalui agar kondisi finansial Anda sehat sebelum mempersiapkan dana untuk investasi.

Berinvestasi merupakan langkah yang penting dalam hal perencanaan keuangan. Bahkan investasi merupakan salah satu komponen utama selain dana darurat dan proteks

(asuransi). Kini, pilihan untuk berinvestasi cukup banyak dari segi produk yang ditawarkan berdasarkan kebutuhan dan tujuan untuk berinvestasi. Bahkan beberapa produk menawarkan kemudahan dan nominal yang kecil. Misalnya reksadana yang kini dapat Anda beli hanya dengan Rp 100 ribu saja atau bahkan pecahan logam mulia 10 gram yang dapat Anda miliki dengan kisaran harga Rp 5 juta. Untuk pilihan produk investasi lainnya juga masih banyak, seperti properti, permodalan bisnis, saham dan lain sebagainya.

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, kapan seharusnya Anda berinvestasi? Bagi para perencana keuangan, investasi merupakan salah satu tahapan rencana keuangan yang membutuhkan kesiapan yang cukup matang bagi seseorang. Dan ditempatkan pada posisi terakhir setelah dana darurat dan juga proteksi (asuransi). Mengapa begitu? Karena sebelum berinvestasi, secara finansial Anda harus siap terlebih dahulu. Setelah Anda menerima penghasilan, hal pertama yang harus dilakukan ialah memperkuat dana darurat sebagai pelindung finansial Anda jikalau dihadapkan situasi genting yang membutuhkan pengeluaran yang cukup banyak tanpa Anda harus berhutang dan mengganggu pos-pos pengeluaran lainnya.

Selanjutnya ialah asuransi pribadi, yang merupakan produk proteksi bagi kesehatan dan jiwa Anda. Produk asuransi yang ditawarkan dapat berupa asuransi kesehatan, asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan. Pertanggungan yang diperoleh didapat dari pembayaran premi rutin yang Anda bayar tiap bulannya. Selain memperoleh pertanggungan disaat Anda memperoleh musibah, tujuan memiliki asuransi ialah menjaga agar keuangan Anda tidak terusik dengan biaya rumah sakit dan perawatan yang besar nantinya.

Nah, setelah kedua hal tersebut terpenuhi, sudah saatnya Anda memikirkan untuk melakukan investasi. Tujuan investasi bisa bermacam-macam berdasarkan rentang waktu yang diinginkan baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Contohnya ialah untuk passive income, dana pensiun, memperoleh modal usaha, dana pendidikan/sekolah anak dan lain sebagainya.

Teliti Sebelum Membeli

Ketika Anda telah menentukan tujuan dari investasi yang akan dilakukan, maka tentukanlah produk dengan resiko yang dimiliki berikut pula rata-rata persentase return/profit yang dihasilkan. Ingat ungkapan “high risk, high return”. Untuk produk investasi yang memiliki resiko tinggi contohnya seperti saham, forex dan juga investasi online berjangka. Sedangkan produk investasi yang memiliki resiko yang cukup rendah ialah obligasi, logam mulia dan deposito.

Namun, Anda juga harus cermat dalam menentukan pilihan berinvestasi, jangan sampai karena iming-iming return yang tinggi, Anda “terjeblos” ke dalam produk investasi “bodong”. Carilah informasi yang jelas mengenai produk investasi yang ditanyakan. Jangan segan-segan untuk bertanya bukan hanya ke penawar produk, tapi juga ke rekan Anda yang lebih tahu mengenai produk-produk finansial atau bahkan mencari sendiri melalui internet dan media lainnya.

Hal lain yang harus diperhatikan, proporsi alokasi dana investasi yang Anda keluarkan jangan sampai melebihi bujet. Lakukan investasi sewajarnya dengan proporsi yang cukup atau tidak membebani pos-pos pengeluaran lainnya. Dengan investasi yang rutin dan konsisten, secara return juga dapat dengan mudah terukur, terutama jika Anda membeli instrument investasi seperti reksadana dan juga deposito.

Langkah-langkah diatas diharapkan dapat membantu Anda untuk memperoleh momentum kapan yang tepat bagi Anda untuk berinvestasi. Jika Anda telah memiliki dana darurat dan juga proteksi berupa asuransi, sudah sepatutnya Anda menyiapkan dana untuk berinvestasi. Berani?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama