Ciri Investasi Bodong yang Harus Anda Tahu

Pernah mengalami hal sial ini? Investasi bodong? Ya, betul. Akibat ketidaktahuan kita tentang investasi, ujungnya malah rugi. Yuk, belajar apa saja sih ciri-ciri investasi bodong itu.

  1. Berbadan hukum yang tidak jelas
  2. Jaminan dari pemerintah? Jangan percaya
  3. Jangan terbuai imbal hasil tinggi
  4. Testimoni yang di buat-buat

Di era modern, jenis investasi semakin berkembang. Tekniknya pun semakin rumit. Ciri masyarakat perkotaan adalah melek dalam hal keuangan, atau finansial. Namun, tidak sedikit masyarakat perkotaan pun pernah mengalami hal ini. Masyarakat di pedesaan pun pasti ada yang pernah mengalami ini. Modusnya? Ada banyak. Bermacam-macam pula. Dari investasi tanah, sawah, bangunan (properti), hingga emas.

Memiliki sebuah investasi di suatu perusahaan tentu membantu pendapatan kita di masa tua nanti. Berinvestasi juga adalah salah satu cara untuk bisa menambah pemasukan kita, dengan tanpa melakukan pekerjaan secara langsung atau pun juga melakukan secara langsung.

Nah, tidak jarang ada berbagai jenis investasi yang diberi embel-embel tawaran yang sangat menggiurkan. Ada yang mulai dari profit yang tinggi selama sebulan. Ada yang diberi tambahan deposito dengan imbal hasil per tahun. Ada yang investasi tanah. 

Ada pula yang diembeli-embeli hadiah batangan emas. Pada awal investasi, ada yang memang memberi imbal hasil sesuai pada kurun setahun pertama. Tapi sesudah itu, malah tidak lagi memberikan hasil (untung). 

Ujung-ujungnya, malah buntung. Maka, terciptalah persepsi di antara masyarakat kita bahwa segala bentuk investasi itu adalah tidak baik. Padahal tidak semua bentuk investasi tersebut berujung kecurangan oleh pihak lain. Cermat adalah kuncinya.

Kasus seperti ini pun kerap terjadi di Indonesia ini. Contoh yang baru-baru ini terjadi adalah artis terkenal Ferdi Hasan yang mengaku habis hingga 12 miliar rupiah karena instrumen investasi yang ia tanam tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

Tidak bisa dipungkiri, masyarakat kita ada banyak sekali yang kurang paham mengenai investasi. Maka, sejauh itu pula edukasi keuangan/finansial harus dipelajari. 

Tujuannya agar jangan ada lagi masyarakat yang menjadi korban atas investasi yang tidak membuahkan hasil. Namun sebaliknya, melek tentang investasi harusnya juga melek tentang keuangan/finansial. 

Dan melek tentang finansial harusnya bisa membuahkan sesuatu, yaitu imbal hasil keuangan.

Tapi memang tidak bisa dipungkiri, Indonesia yang dijuluki negara dengan ekonomi tinggi memang menjadi ‘incaran’ para perusahaan investasi bodong. 

Perusahaan investasi bodong itu tentu memanfaatkan kekurangtahuan masyarakat kita agar meneguk untung bagi perusahaan bodong tersebut. Untuk menambah pengetahuan, berikut adalah ciri-ciri investasi bodong yang dihimpun dari Yahoo Indonesia.

Berbadan hukum yang tidak jelas

Jika masih awam dalam hal investasi, hal utama yang harus Anda lakukan adalah meneliti secara rinci perusahaan yang memberikan penawaran investasi tersebut. Pertama, selidiki tentang izin usaha dari perusahaan tersebut. 

Cari tahu tentang kewibawaan perusahaan itu. Bagaimana rekam jejak portofolionya. Sebuah perusahaan haruslah memiliki badan hukum Indonesia dan mempunyai izin usaha. 

Anggaplah si perusahaan sudah memiliki izin usaha, tapi banyak yang tanya, “Izinnya ada kok! Tapi pemiliknya melarikan diri ke luar negeri!”

Dalam hal itu, Anda mesti cari tahu riwayat berdirinya perusahaan tersebut. Ujilah terlebih dahulu produk investasi yang ditawarkan. Tidak mungkin perusahaan yang baru berdiri lima tahun lalu bisa menghasilkan imbal hasil tinggi tiap bulan untuk anggota baru?

Selain itu, izin usaha yang dimaksud dalam tulisan ini bukan seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan semacamnya. 

Izin SIUP pada umumnya bukan dikeluarkan untuk perusahaan yang melakukan penghimpunan dana dari masyarakat atau melakukan pengelolaan dana investasi. 

Tidak sedikit perusahaan berlabel surat izin ini melakukan aktivitas keuangan yang tidak seharusnya. Jika aktivitas utama suatu perusahaan adalah melakukan penghimpunan dana dari masyarakat atau mengelola investasti, coba cek perusahaan tersebut di Bapepam atau Bank Indonesia.

 Lakukan juga koordinasi ke badan seperti Otoritas Jasa Keuangan jika memang ada indikasi pengelolaan dana investasi yang tidak jelas.

Jaminan dari pemerintah? Jangan percaya

Ciri utama dari perusahaan investasi bodong adalah memberikan imbal hasil atau jaminan yang tinggi kepada para nasabahnya. Apa pun jenis investasinya, misalnya saham, deposito, bentuk turunan emas, Anda wajib hati-hati dan waspada. 

Orang yang ingin bermain tidak jujur di kalangan bisnis investasi ini biasanya menawarkan keuntungan tinggi. Bahkan dalam kasus-kasus tertentu, orang macam ini malah bisa memastikan keuntungan dalam persentase tertentu. 

Faktanya, investasi sebenarnya pasti memiliki tingkat risiko yang sebanding dengan keuntungannya. “High risk, high gain.” Semakin tinggi Anda menginginkan imbal hasil, semakin tinggi risiko yang harus Anda tanggung.

Tidak sedikit orang macam ini mengatakan bahwa produk investasi ini mendapatkan jaminan dari pemerintah. Maka, sikap yang patut Anda lakukan adalah jangan ragu untuk melaporkan secara langsung ke Otoritas Jasa Keuangan untuk indikasi yang dicurigai tersebut.

Jangan terbuai imbal hasil tinggi

Perusahaan yang menawarkan produk investasi bodong juga biasanya menawarkan keuntungan yang membuat Anda tergiur. Jika saja Anda tergiur dengan imbal hasil tersebut, pasti bukan tidak mungkin Anda langsung menanamkan uang untuk produk investasi tersebut. 

Seperti yang saya katakan sebelumnya di atas, ciri utama sebuah perusahaan bodong adalah menawarkan keuntungan yang pasti tiap bulan. Padahal, di dalam bisnis yang riil, keuntungan yang didapatkan setiap bulan pasti mengalami perubahan.

Ciri lainnya, perusahaan bodong ini biasanya juga menawarkan kemudahan untuk Anda bisa mencairkan imbal hasil tersebut. Melalui trik ini, maka bisa dengan mudah terperangkap dalam jebakan produk investasi bodong tersebut.

Testimoni yang dibuat-buat

Coba perhatikan, jika Anda pernah melihat sebuah produk investasi yang dibubuhi testimomi dari pejabat terkenal, tentu Anda merasa percaya. Betul, bukan? 

Cermati kembali testimoni-testimoni tersebut. Apa yang tidak mungkin di bumi ini? Bisa saja testimoni-testimoni tersebut dibuat seolah-olah asli. Padahal tidak. 

Satu hal lagi yang patut diwaspadai, sebuah perusahaan investasi tidak perlu membuat testimoni dari sebuah artis terkenal karena telah mendapat imbal hasil dari perusahaan itu. Itu hanyalah trik agar bisa mendapat kepercayaan dengan mudah dari calon investornya. Faktanya, dalam dunia bisnis, kepercayaan tidaklah mudah didapat.

Oke, semoga tercerahkan ya!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • henni theodora tindaon

    begitulah mbak terkadang kita pengen sukses. saya sendiripun lg mencari investasi apa yg berbadan hukum dgn sistem penanaman saham tanpa saya yg mengerjakannya.

    Reply
    • Henny Nur Farida

      setuju..
      kita harus cermat dalam memilih investasi yang aman..
      banyak masyarakat awam yang tergiur dengan investasi yang menghasilkan keuntungan tinggi dan cepat balik modal dalam tempo relatif singkat mungkin karena banyak masyarakat awam yang kurang pengetahuannya tentang apa itu investasi,macam2 investasi yang ada (saham,reksadana dll) serta resiko dari tiap investasi.
      Investasi bodong cuman menawarkan janji manis doang (seolah-olah investasi mereka 1000% aman, 1000%menguntungkan) sehingga masyarakat awam begitu mudahnya tertarik bujuk rayu mereka (uang jutaan rupiahpun melayang sia-sia) .

      Reply