Cara Berinvestasi Rumah Kontrakan yang Tepat Sasaran

Banyak orang yang mencari rumah kontrakan. Jadikan hal ini sebagai peluang bisnis Anda. Mulai investasikan dana untuk properti. Agar berjalan sukses, apa saja yang harus dipersiapkan? Simak tipsnya!

Di beberapa kota besar yang banyak didatangi para perantau, rumah kontrakan lebih diminati dibanding apartemen. Selain karena nyaman, harga sewanya dinilai lebih murah. Tidak heran jika jumlah rumah kontrakan di Ibu Kota kian meningkat. Prospek dalam bisnis ini sungguh menjanjikan.

Di luar itu, properti merupakan salah satu jenis investasi yangmemiliki capital gain cukup besar dengan risiko yang kecil. Harga tanah dan rumah yang selalu naik setiap tahun dan hampir tidak pernah turun.

investasi properti

7 Langkah Memulai Bisnis Rumah Kontrakan

Besarnya peluang usaha di bidang properti jadi pertimbangan bagus untuk menginvestasikna dana Anda. Tapi jangan salah langkah! Meski terlihat sederhana, bisnis rumah kontrakan perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Jenis Investasi Rumah Kontrakan

Ada dua pilihan jenis investasi rumah kontrakan, yakni beli tanah dan beli jadi. Dari keduanya, membeli rumah jadi untuk kemudian disewakan memang lebih mudah dan cepat.

Tetapi Anda harus teliti memperhatikan tipe dan materi bangunannya. Lihat dengan seksama, apakah ada sisi-sisi yang perlu perbaikan atau renovasi terlebih dahulu sebelum disewa orang lain.

Baca juga: Target Punya Rumah Sebelum Nikah, Persiapkan Hal Ini!

Jika Anda memiliki banyak waktu dan tidak terburu-buru, lebih baik membeli tanah untuk dibangun rumah kontrakan. Dengan begini, Anda bisa memilih bahan-bahan bangunan dengan kualitas yang bagus sehingga rumah kontrakan bisa awet dan tahan lama.

2. Cari Letak Strategis

Anggap saja Anda sedang mencari kediaman untuk diri sendiri. Rumah kontrakan juga harus memperhatikan akses transportasi dan juga lingkungan sekitar. Oleh karena itu, sebaiknya pilih lokasi dekat dengan kawasan perkantoran, industri, serta pusat perbelanjaan yang jarak tempuhnya terjangkau.

Kebanyakan orang yang mengontrak rumah adalah karyawan yang ingin cepat sampai di rumah untuk beristirahat setelah pulang kantor.

3. Desain Ruang yang Nyaman

interior design minimalis modern

Selain lokasi yang strategis, Anda juga harus mempertimbangkan desain rumahnya. Jika Anda membangun sendiri, maka Anda bisa memilih desain minimalis yang bikin ruangan tampak lebih luas.

Lakukan sedikit perombakan jika Anda membeli rumah jadi. Tak perlu merenovasi ulang, karena dana yang akan dikeluarkan pasti bertambah. Cukup mengecat ulang dinding dan pagar serta mengganti beberapa piranti seperti keran air, kloset, jendela, serta pintu yang sudah terlihat kusam atau rusak.

Baca juga: Kredit Rumah Tanpa DP, Lebih Untung?

4. Nilai Tambah yang Istimewa

Peluang rumah kontrakan memang besar, tapi pesaingnya juga cukup banyak. Rumah kontrakan Anda harus memiliki kelebihan yang bisa dijadikan sebagai nilai tambah saat dipasarkan nanti.

Ada banyak nilai plus yang bisa Anda banggakan seperti sumber air yang jernih, suasana lingkungan yang aman dan nyaman, bebas daerah banjir, dan lain sebagainya.

5. Kompromi Harga Sewa

Dalam menentukan harga sewa, pertimbangkan keempat poin di atas serta target calon penyewa. Adakan survei kecil terlebih dahulu dengan bertanya pada orang-orang di lingkungan sekitar. Ketahui rata-rata harga sewa rumah kontrakan di daerah tersebut sehingga Anda memiliki gambaran.

Biasanya harga sewa dihitung tak kurang 5% dari harga jual rumah kontrakan. Misalkan, jika rumah kontrakan Anda dijual senilai Rp300 juta x 5% = harga sewanya sekitar Rp15 juta per tahunnya.

Baca juga: Strategi Pilih KPR Berdasarkan Gaji Bulanan

Menetapkan harga sewa yang tinggi bisa membuat calon penyewa kabur, sementara jika terlalu rendah Anda pun merugi. Harga sewa yang ditetapkan ada dua macam, yakni bulanan dan tahunan. Memilih harga sewa tahunan akan lebih menguntungkan Anda karena tak perlu repot menagih dan mencari penyewa baru saat kontrak selesai.

6. Perawatan yang Maksimal

Banyak rumah sewa dengan harga murah yang terlihat tidak terawat. Anda tidak akan tahu pasti karakter si penyewa rumah nantinya. Jika dapat penyewa yang kurang bertanggung jawab, maka resiko kerusakan yang Anda hadapi pun sangat tinggi.

Oleh karena itu, Anda harus menyediakan biaya maintenance agar kondisi rumah kontrakan tetap terawat. Sisihkan dana sekitar 10-20% dari uang sewa per tahun dan selalu lakukan pengecekan rutin agar saat terjadi kerusakan tidak terlanjur parah.

7. Berikan Perlindungan yang Tepat

Rumah kontrakan tak hanya dianggap sebagai investasi, tapi juga merupakan aset properti yang harus dijaga dari segala macam resiko yang tak diinginkan seperti kebakaran, kerusuhan, tertabrak kendaraan, ledakan, banjir, gempa bumi, angin topan, serta bencana alam lainnya.

Bayangkan bila penyewa tidak sengaja lupa mematikan kompor saat keluar rumah dan menyebabkan kebakaran. Kerusakannya tentu tidak cukup hanya dengan menyisihkan biaya perawatan per bulan. Untuk itu, sekiranya perlu asuransi yang mampu melindungi investasi Anda.

Baca juga: Gaji Pas-pasan? Simak Panduan Berburu Rumah!

Semoga informasi di atas bisa memberikan kejelasan bagi Anda yang akan investasi rumah kontrakan. Satu hal lagi yang perlu Anda ingat, selalu teliti dalam mengontrakkan rumah kepada orang lain.

Anda harus meminta kartu identitasnya terlebih dahulu dan lapor pada pejabat setempat seperti RT/RW saat akan menyewakan rumah kontrakan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan nantinya.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama