Bingung Dirikan Usaha Sendiri atau Waralaba? Cek Di Sini

Hidup di zaman yang serba sulit seperti sekarang memaksa banyak orang untuk memiliki usaha sendiri. Bagi yang mau ikut terjun di dalamnya, ada dua jenis yang bisa menjadi pilihan, yaitu mendirikan sendiri atau ikut skema waralaba?

Dalam beberapa tahun terakhir, mulai bermunculan para pengusaha baru yang menjalankan bisnisnya sendiri. Baik dengan mendirikan sendiri maupun lewat metode waralaba, keduanya sama-sama diharapkan untuk mendatangkan uang bagi pemiliknya.

Setiap orang pasti bermimpi bisa mendapat kesuksesan. Ada banyak jalan yang dapat ditempuh untuk meraihnya. Di Indonesia sendiri, kebanyakan masyarakatnya masih berlomba-lomba untuk mencari pekerjaan kantoran yang menjanjikan kehidupan mapan. Namun, jangan salah, dalam beberapa tahun belakangan, pamor mencari penghasilan sebagai entrepreneur sedang naik-naiknya. Banyak orang yang rela meninggalkan karir dan terjun menjadi seorang pengusaha.

Memang, banyak keuntungan yang ditawarkan dari kerja kantoran, seperti pendapatan bulanan yang pasti, jam kerja yang teratur, serta berbagai fasilitas tunjangan lainnya. Tetapi, apakah semudah itu untuk mendapatkannya? Tentu tidak. Jumlah pengangguran yang ada sudah tidak sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia, sehingga perusahaan pun semakin selektif dalam memilih calon pegawai.Itulah sebabnya, belakangan ini banyak orang yang beralih menjadi seorang enterpreneur

Kenapa Harus Membuka Usaha Sendiri?

Daripada menjawab pertanyaan tersebut, lebih baik merubah pertanyaannya menjadi, kenapa kita harus sikut-sikutan untuk bersaing mencari pekerjaan kalau kita punya kesempatan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain? Menurut data Badan Pusat Statistik, di bulan Februari 2014, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,15 juta orang. Meski menurun dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 7,2 juta, nyatanya angka tersebut masih sangat tinggi.

Karena itu, potensi untuk mengembangkan bisnis di Indonesia sangatlah besar. Saat ini ada banyak sekali pengusaha yang bermunculan dan sukses. Salah satu yang membuat mereka berhasil adalah karena sejak awal sudah menyadari bahwa jadi pengusaha adalah pilihan hidup yang tepat.

Tidak sedikit dari mereka yang sekarang sudah memiliki puluhan sampai ribuan pegawai. Namun, semudah itukah mengembangkan sebuah usaha? Jelas tidak. Kesuksesan sebuah bisnis tidak diciptakan secara instan dalam semalam. Itu adalah sebuah proses yang harus dijalani dengan sabar. Tidak seperti pegawai yang kerja sebulan lalu mendapatkan hasil dari pekerjaannya.

Mau Mendirikan Usaha Sendiri atau Franchise?

Jika Anda sudah membulatkan tekad untuk menjadi seorang pengusaha, ada dua pilihan untuk memulai bisnis tersebut. Yaitu adalah mau merintis usaha sendiri atau mengambil usaha yang sudah jadi yang lebih dikenal dengan skema waralaba atau franchise.

Menurut Hengky Eko, seorang konsultan usaha dan pemilik waralaba Bakso Kota Cak Man menyebutkan, Jika ingin menjadi pebisnissejati, sebaiknya membuka usaha secara mandiri. Namun, jika hanya ingin menjadi investor, maka kita bisa membeli tawaran kemitraan atau waralaba yang saat ini banyak beredar.

“Untuk memulainya, kita harus memiliki kesiapan, baik secara waktu dan modal, memulai usaha dengan brand sendiri sangat mungkin untuk dilakukan, yang penting harus fokus dan konsisten untuk mengelolanya kepada masyarakat," ujar Hengky.

1. Usaha Rintisan Sendiri

Ketika memulai sebuah usaha, belum tentu apa yang Anda rintis bakal langsung mendatangkan keuntungan. Inilah yang menjadi kekurangan utama bisnis dengan cara mendirikannya sendiri. Di mana ada tahap trial and error yang mesti dilalui.

Supaya orang lain melihat keseriusan kita dalam membangun sebuah usaha, tentu saja Anda harus menyiapkan modal yang cukup untuk mendukung keberadaan bisnis Anda. Mungkin saja, selama bulan-bulan pertama, bukan mendapat laba, malah kerugian yang tidak sedikit.

Namun, berbagai masalah tersebutlah yang nantinya akan mendatangkan keuntungan. Karena dari hal tersebut, mental pengusaha kita menjadi lebih terasah. Anda sudah memiliki pengalaman untuk merasakan kegagalan dan kembali bangkit dengan strategi-strategi bisnis yang lebih matang.

2. Usaha Waralaba

Selain dengan rintisan sendiri, Anda juga bisa menggunakan bisnis berskema waralaba atau franchise. Jenis usaha ini sangat cocok untuk orang-orang yang baru terjun sebagai pengusaha ataupun bagi pegawai yang ingin berbisnis tapi mau tetap berkarir di kantor.

Sebab salah satu keunggulan waralaba adalahpengelolaannya yang lebih sederhana sehingga Anda tidak perlu repot melakukan promosi. Selain itu, pihak pewaralaba tentu akan memberi pelatihan tentang konsep, sistem dan strategi usaha.

Selain itu, keuntungan dan benefit yang tak ditemukan pada bentuk usaha yang dibikin sendiri adalah permodalan yang ditawarkan skema ini sangat bervariasi. Dengan modal awal jutaan hingga ratusan juta, seseorang dapat menjalankan bisnis tanpa harus memulainya dari nol.

Namun, bisnis waralaba bukan berarti tanpa risiko, karena tetap mempunyai suatu risiko meski lebih ringan karena sudah dibagi bersama antara pewaralaba dengan terwaralaba. mengambil suatu waralaba bukan berarti tanpa risiko.

Faktor-faktor yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya usaha franchise adalah unsur lokasi bisnis dan ketertarikan konsumen.

Bagaimana Permodalannya?

Pada dasarnya, setiap bisnis baik itu dirintis sendiri ataupun secara waralaba memerlukan modal, karena itu adalah fondasi awal sebuah usaha yang akan dibangun. Biasanya, para pebisnis mencari dana dengan dua cara yaitu, dari diri sendiri dan meminjam.

Bila menggunakan dana sendiri, Anda bisa menggunakan uang simpanan yang sudah ditabung selama ini. Jika tidak cukup, kita bisa menutupi kekurangan tersebut dengan menjual sebagian aset berharga seperti emas atau perhiasan lain.

Di samping itu, modal juga didapat dengan mencari pinjaman ke teman, kerabat, keluarga, atau dengan berbagi beban modal jika risih meminjam uang tunai kepada mereka. Asal ide bisnis yang dicetuskan itu masuk akal dan punya prospek yang bagus.

Kalau seluruh cara tersebut tidak berhasil, kita bisa mengajukan permohonan pinjaman usaha ke Bank atau Koperasi. Namun, sebelum mendapatkannya, biasanya keduanya ingin mengetahui profil bisnis yang akan didirikan dalam bentuk proposal lalu meminta Anda untuk menyampaikan Feasibility Study untuk menilai kelayakannya.

Setelah mendapatkan pinjaman, Anda harus mengembalikan dana tersebut dalam jangka waktu tertentu ditambah bunga pinjaman yang besarannya bisa di atas 10% per tahun.

Meminjam Modal Usaha dari Bank dengan Bunga Terbaik

Mencari modal usaha dengan meminjam di bank bisa menjadi jawaban ketika kita membutuhkan modal usaha. Yang paling populer adalah dengan menggunakan Kredit Tanpa Agunan atau KTA meski sasaran utama produk ini adalah nasabah yang berpenghasilan tetap.

Meski judulnya tanpa agunan, tetap perhatikan skema dan suku bunganya yang sering diterapkan biasanya lebih tinggi. Meski begitu, tidak semua bank menerapkannya, ada banyak bank lain yang menawarkan produk kredit tanpa agunan berbunga rendah.

Berikut adalah 6 produk KTA dari beberapa bank yang menawarkan pinjaman dengan bunga paling bersaing.

1. ANZ Moneyline

Bank ANZ memberikan layanan pinjaman pinjaman melalui mesin ATM tanpa biaya cicilan, tenor hingga 5 tahun, prosedur yang mudah, kredit mulai dari 4juta, dan bunga ringan 0,99%.

2. Bank Mandiri KTA Payroll

Bank Mandiri menawarkan produk kredit tanpa agunan payroll terhadap nasabahnya mulai dari Rp 5-200 juta, tenor sampai 5 tahun, pencairan selama 15 hari, dan bunga 10,8%.

3. Mandiri KTA Reguler

Hampir sama seperti Mandiri KTA Payroll, produk ini menawarkan pinjaman tanpa agunan kepada nasabahnya mulai dari Rp 5-200 juta, tenor sampai 5 tahun, pencairan selama 14 hari, dan bunga 10,8%.

4. BNI KTA Flexi Payroll

Produk pinjaman tanpa agunan dari Bank BNI yang menawarkan kemudahan proses, pembiayaan antara 5-100 juta. pencairan cepat dalam 14 hari, suku bunga 10,50-12,5%, dan tenor sampai 5 tahun.

5. Standard Chartered Bank KTA Online

Produk KTA dari Standard Chartered yang menawarkan fitur pencairan dalam 3 hari, bunga 11,88-17,88%, pembiayaan antara 30-200 juta, dan tenor sampai 5 tahun.

6. BCA KTA

Kredit Tanpa Agunan dari Bank BCA yang menawarkan layanan pembiayaan mulai dari 1-100 juta, tenor sampai 5 tahun, bunga 12-12,84%, dan waktu pencairan selama 14 hari.

Tertarik tidak menggunakan produk-produk KTA di atas? Jika ya, tunggu apalagi? Segera daftar secara online di KreditGoGo.com dan nikmati kemudahan mengajukan aplikasi pinjaman tanpa harus datang ke bank secara langsung di sana!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama