Biaya Apa Saja Sih yang Ada di Reksadana?

Sebelumnya, kita sudah berkenalan dengan reksadana. Sekarang kita coba kupas apa saja sih biaya yang ada pada reksadana.

Reksadana adalah salah satu instrumen investasi yang bisa menjadi salah satu penghasilan selain pendapatan bulanan. Tentu itu juga jika kita sudah memahami dengan cermat semua risiko dan faktor yang dapat memperkecil risiko investasi pada reksadana tersebut, dan pada akhirnya bisa membawa suatu keuntungan.

Berinvestasi pada dasarnya mirip seperti orang yang sedang berdagang. Suasana perdagangan pun selayak suasana pasar, ada risikonya. Itu makanya ada pepatah mengatakan “Jangan menaruh semua telur Anda di dalam satu keranjang”.

Kenapa tidak boleh menaruh semua telur di dalam satu keranjang? Itu karena Anda diharapkan untuk berhati-hati dalam berinvestasi. Tujuannya adalah agar memperkecil peluang pecahnya telur-telur itu secara bersamaan. Analogi pecahnya telur adalah tentu saja kerugian yang didapat.

Pada instrumen investasi reksadana, seluruh dana yang diinvestasikan tidaklah disimpan oleh manajer investasi (baik individual maupun institusi), tapi disimpan di pihak lain, yaitu bank kustodian. Bank kustodian ini berfungsi sebagai administrator yang mencatat dan memberikan suatu konfirmasi atas seluruh transaksi pembelian dan penjualan reksadana, serta menghitung seluruh Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksadana itu setiap harinya.

Sementara itu, NAB sendiri adalah nilai yan menggambarkan total kekayaan reksadana setiap harinya. Nilai ini dipengaruhi oleh pembelian dan penjualan reksadana oleh para investor, selain dari harga pasar dari aset reksadana itu sendiri.

Sebelum Anda berniat berinvestasi di reksadana, ada baiknya ketahui terlebih dahulu biaya apa saja yang mungkin ada. Sekadar informasi, biaya dibawah ini adalah biaya yang dibebankan pada keuntungan (return) reksadana yang diperoleh investor.

Biaya Reksadana, Biaya Reksa Dana

1. Biaya pembelian (subscription fee)

Biaya ini adalah biaya yang dikenakan setiap kali kita membeli reksadana. Dalam biaya ini, kita bisa pilih apakah bisa ditambah dengan sebesar biaya pembelian, atau juga bisa meminta agar komponen ini dipotong dari investasi yang kita masukkan. Besaran biaya ini bergantung dari masing-masing produk reksadana. Itu pun masih bervariasi berdasarkan informasi manajer investasi. Berdasarkan saran Bapepam-LK, kita harus dengan seksama membaca prospektusnya. Lalu, belilah reksadana dengan biaya pembelian pada kisaran 0%-3%.

2. Biaya penjualan kembali (redemption fee)

Komponen ini adalah biaya yang dikenakan setiap kali mencairkan reksadana. Biaya ini pada umumnya akan langsung dipotong begitu mencairkan reksadana. Kok bisa begitu? Iya. Itu bertujuan agar kita tidak lagi melakukan pembayaran apa pun. Sekali lagi, besaran biaya ini bergantung pada masing-masing produk reksadana yang dipilih. Untuk komponen biaya ini, Bapepam-LK menyarankan agar memilih reksadana dengan biaya 0,5%-2%.

3. Biaya pengalihan (switching fee)

Komponen ini adalah biaya yang dikenakan setiap kali Anda mengalihkan investasi dari reksadana yang satu ke produk reksadana lainnya, tapi masih dikelola oleh manajer investasi yang sama. Praktisnya, coba cari reksadana dengan biaya 0%-1%.

4. Biaya imbal jasa manajer investasi

Biaya ini adalah harga yang diberikan (dibayarkan) kepada manajer investasi sebagai imbalan atas jasanya dalam mengelola reksadana. Biaya ini dihitung setiap hari berdasarkan Nilai Aktiva Bersih produk reksadana. Jadi bayar setiap hari dong? Tidak. Kita tidak perlu pusing. Biaya ini sudah dihitung bank kustodian, dan membebankannya pada Nilai Aktiva Bersih yang bisa dilihat per unitnya tiap hari. Coba cari produk reksadana yang paling baik dengan biaya jasa manajer investasi dengan kisaran 0,75%-3% per tahun.

5. Biaya jasa bank kustodian

Biaya ini diberikan kepada bank kustodian sebagai imbalan atas jasa mereka melakukan administrasi reksadana. Biaya ini dibebankan pada Nilai Aktiva Bersih per unit yang dipublikasikan tiap hari. Biaya ini berkisar 0,2%-0,25% per tahun.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama