Beli Rumah atau Apartemen, Penting Pertimbangkan Ini

Harga tanah dan properti sekarang mengalami kenaikan 20%. Apakah rumah atau apartemen masih jadi investasi yang menguntungkan? Bagaimana cara memilih hunian yang ideal?

Persoalan tentang rumah selalu menarik untuk dibicarakan. Apalagi, harga tanah dan properti sekarang mengalami kenaikan 20%, sementara gaji per bulan yang didapat hanya 10%.

Kenyataan tersebut memang tidak seimbang dan bikin dahi jadi mengerut. Tetapi bukan berarti Anda tidak bisa membeli rumah. Rencanakan secara tepat dengan memperhatikan beberapa faktor penting berikut ini:

Rumah Vs. Apartemen

Menentukan tipe hunian jadi fase pertama dalam perburuan properti. Sebagai investasi jangka panjang, landed house atau rumah tanah lebih menjanjikan. Namun, agaknya sulit untuk memilikinya jika mengingat harga landed house di Jakarta cukup tinggi hingga lebih dari Rp1 miliar.

Oleh karena itu, apartemen menjadi pilihan yang baik bagi kaum pekerja di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan lainnya.

Sejalan tingkat usia

Anda yang berusia 40 tahun, bekerja dan memiliki jenjang karier yang mapan, maka akan berpikir untuk membeli landed house. Pada usia ini, Anda akan lebih mengutamakan stabilitas sekaligus menjadikan rumah sebagai salah satu investasi masa depan.

Baca juga: Dokter Finansial: Cerdas Berinvestasi Lewat Properti

Bukan berarti apartemen investasi yang buruk. Sifat apartemen yang individual, lebih private jarang bertemu tetangga, praktis dalam hal pemeliharaan, serta dinamis dari segi lokasi, cenderung lebih dipilih oleh mereka yang berusia di bawah 40 tahun.

Anggaran maintenance

Ketika Anda memutuskan untuk membeli rumah, jangan melupakan biaya perawatan. Ini merupakan salah satu tanggung jawab yang harus Anda penuhi.

Sebuah landed house dengan luas tanah yang lumayan dan berlokasi di kawasan elit, sudah pasti biaya maintenance-nya lebih mahal. Bandingkan dengan apartemen di kawasan pinggiran bisa jadi tidak terlalu mahal.

Lokasi di pusat kota atau suburban

Lokasi jadi pemandu Anda berikutnya. Apakah lokasi itu begitu mendukung aktivitasnya sehari-hari? Misalnya, kawasan macet atau tidak, akses yang mudah dicapai, dan sebagainya.

Landed house di lokasi strategis, seperti pusat kota, dekat kawasan perniagaan, atau akses jalan besar, nilainya dipastikan melambung tinggi hingga mencapai miliaran rupiah. Apartemen tipe studio bisa jadi alternatif yang masih terjangkau.

Lain hal bila Anda memilih properti di kawasan suburban yang letaknya jauh dari kota, harganya bisa jadi lebih murah.

Problematika soal harga

Meski masih diperdebatkan, harga sudah bukan menjadi faktor utama. Buktinya, apartemen harga Rp6 miliar di daerah Semarang pun laku terjual sampai habis.

Semahal apapun harga sebuah properti, pasti selalu dicari. Sebab, nilai properti hampir tidak pernah turun. Artinya, properti merupakan investasi yang baik.

Simulasinya begini, Anda membeli rumah dengan harga Rp1,5 miliar dengan jangka waktu pelunasan 15 - 20 tahun.

Baca juga: Kredit Rumah Bunga Rendah dengan BPJS Ketenagakerjaan

Selama rentang waktu yang lama tersebut, harapannya adalah jumlah cicilan setelah 10 tahun angsuran maka akan menngecil sejalan dengan nilai inflasi yang fluktuatif. Jadi, nominal angsurannya tak lagi terlalu mahal.

Kini juga ditawarkan berbagai unit apartemen dengan harga dibawah Rp500 juta. Yang jadi masalah adalah, harga tersebut beberapa tahun lalu ditawarkan sekitar Rp200 jutaan. Harganya melonjak dua kali lipat jadi Rp400 jutaan. Dua tahun lagi, mungkin harganya menjadi Rp600 juta.

Rasa Kenyamanan

Dari beberapa faktor di atas, satu hal yang terkadang dilupakan yaitu rasa nyaman. Padahal, kenyamanan perlu diperhitungkan.

Anda yang menginginkan hunian dengan tingkat privasi bisa mempertimbangkan apartemen. Perumahan komplek, terutama cluster atau town house dengan jumlah hunian yang lebih sedikit dalam satu area, bisa membuat kehidupan Anda mau tidak mau terekspose oleh para tetangga.

Contoh lainnya, apabila pernah terjadi kasus kriminal di hunian atau area sekitarnya. Apakah Anda akan merasa nyaman?

Hunian punya energi tersembunyi

Apakah perlu memperhatikan faktor Feng Shui dalam memilih apartemen atau rumah? Fenghsui sebenarnya berhubungan dengan chi (energi) tata letak.

Salah satunya, sebelum membeli apartemen, sebaiknya jangan membeli rumah dengan pintu utamanya menghadap selatan. Sebab, sisi selatan berkaitan dengan dunia astral.

Secara energi, jarang bisa diatasi. Tetapi dapat diminimalisir dengan diberi pencahayaan yang terang pada lorong depan agar menciptakan rasa aman.

Baca juga: Renovasi Rumah Tapi Tak Punya Dana, Inilah Solusinya

Hal tersebut juga berlaku untuk landed house yang juga menghadap selatan akan jauh dari matahari yang diyakini membawa rezeki.

Selain arah pintu yang menghadap selatan, faktor unit di dekat lift juga mempengaruhi energi. Logikanya saja, berada di dekat lift yang dilewati orang-orang yang keluar masuk suasananya akan ramai dan berisik.

Pencahayaan yang tepat

Pencahayaan dalam rumah merupakan elemen penting. Banyakanya cahaya yang masuk ke dalam sebuah hunian memberikan energi positif bagi seluruh isi rumah.

Jadi, pastikan sebelum memilih unit Anda sudah memeriksa ruang-ruang akan mendapat sinar matahari melimpah

Setelah memahami seluk-beluknya, apakah Anda sudah bisa menentukan hunian idaman yang jadi pilihan? Jika masih ada pertanyaan, silakan tulis pesan melalui kolom komentar kami.

Tentang Kontributor

Steven Eric Lazuardi

Business Consultant & Feng Shui Expert

FB: stevenericl

E: hokipluskonsultasi@gmail.com

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama