Apa Saja Sih Risiko Umum Berinvestasi di Reksadana?

Di tulisan sebelumnya, kita pernah berkenalan dengan yang namanya reksadana. Kali ini, kita akan menambah wawasan kita tentang apa saja sih risiko berinvestasi di reksadana. Yuk, mari!

Di tulisan sebelumnya, kita pernah berkenalan dengan salah satu produk investasi, yaitu reksadana. Seperti halnya orang berdagang, atau menanam di suatu kebun, bercocok tanam uang di instrumen investasi pasti memiliko risiko. Jika Anda ingin belajar lagi tentang produk keuangan satu ini, coba pahami apa saja sih risiko umum yang biasa dihadapi ketika kita berinvestasi di reksadana.

Keuntungan tidak dijamin

Calon investor pertama-tama harus menyadari bahwa bercocok tanam uang mereka di instrumen investasi reksadana memiliki risiko. Salah satu risikonya adalah tidak ada jaminan untuk mendapatkan pembagian dividen, keuntungan, atau pun kenaikan modal investasi.

Risiko umum pasar modal

Seperti halnya kita berdagang, setiap pembelian efek akan melibatkan beberapa unsur risiko pasar. Nah, karena itu, instrumen investasi reksadana juga rentan terhadap perubahan kondisi pasar. Kondisi pasar ini umumnya dipengaruhi beberapa faktor, yaitu;

  • Global, regional, atau perkembangan nasional
  • Kebijakan pemerintah atau kondisi politik
  • Perubahan kebijakan nasional, hukum, dan isu tertentu
  • Pergerakan suku bunga secara umum
  • Sentimen investor yang luas
  • faktor eksternal (misalnya bencana alam, demonstrasi, kerusuhan, atau perang)

Risiko likuiditas

Risiko ini bisa juga didefinisikan sebagai seberapa mudah sebuah efek yang dapat dijual dengan mendekati nilai wajar investasi tersebut. Itu juga masih tergantung pada volume yang diperdagangkan di bursa.

Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Bulanan.

Risiko inflasi

Salah satu risiko yang paling umum dihadapai oleh instrumen investasi reksadana adalah risiko inflasi. Inflasi yang hampir tiap tahun naik bisa meningkatkan risiko potensi kerugian daya beli investasi Anda. Mengapa? Itu karena adanya kenaikan rata-rata harga konsumsi.

Risiko pembiayaan pinjaman

Hal yang dimaksud dari risiko pembiayaan pinjaman adalah misalnya Anda membeli unit investasi reksadana dari dana pinjaman, maka hal yang perlu Anda cermati adalah;

  • Dana pinjaman Anda bisa mungkin tidak terlepas dari untung dan rugi
  • Jika nilai investasi turun di bawah level tertentu, atau level yang terendah dari yang bisa ditoleransi,investor mungkin akan diminta untuk menambah agunan, atau opsi lainnya mengurangi jumlah pinjaman ke level yang bisa disyaratkan.
  • Selain itu, biaya pinjaman juga bisa bervariasi dari waktu ke waktu, tergantung dari fluktuasi suku bunga.
  • Pembelian unit reksadana dengan menggunakan pinjaman harus Anda pertimbangkan secara matang dan hati-hati karena mengandung risiko.

Risiko manajer investasi

Kinerja setiap reksadana sangat bergantung, antara lain, pada pengalaman (baik pengalaman individual maupun pengalaman korporasi), pengetahuan, keahlian, dan teknis/proses investasi yang diterapkan oleh Manajer Investasi. Kekurangan dari syarat tersebut pun tidak bisa terlepas dari dampak buruk pada kinerja reksadana.

Cermat dengan risiko investasi, maka kita bisa nikmati hasilnya. Semoga dengan pengetahuan risiko ini, Anda bisa lebih cermat dalam memilih jenis reksadana yang cocok.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama