Analisis 3 Hal yang Mempengaruhi Pasar Saham

Sebelum Anda bermain di pasar saham, ada beberapa hal yang wajib Anda perhatikan, seperti kapitalisasi, sentimen, dan sektor yang mempengaruhinya.

Bermain di pasar saham memang jauh lebih menguntungkan dibandingkan menyimpan uang di deposito atau berinvestasi di obligasi. Wajar jika pasar ini tidak pernah sepi peminat. Tapi di sisi lain, bermain saham pun bisa menyebabkan kerugian yang cukup besar bila Anda tidak membaca situasi pasar dengan baik.

Kerugian yang akan Anda alami di pasar saham bukan lagi dikisaran harga ratusan ribu atau jutaan, malainkan puluhan juta. Maka dari itu, Anda harus pandai membaca situasi sekitar, baik dari sisi kapitalisasi, sentimen dan sektor pasar.

belajar saham

Kapitalisasi Pasar

Pilih saham yang mempunyai kapitalisasi pasar besar. Mengapa? Karena jika kapitalisasi pasar dari suatu saham kecil maka saham tersebut dengan mudahnya dapat naik turun.

Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), total kapitalisasi pasar saham di Indonesia per 30 Desember 2014 menanjak sebesar 23,91 persen menjadi Rp 5.228 triliun dibandingkan pada akhir tahun Desember 2013 Rp 4.219 triliun. Sedangkan untuk Indeks Saham Gabungan (IHSG) naik 77,06 poin (+1,50%) ke level 5.226,95.

Berikut 10 Emiten yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia saat artikel ini dipublikasikan:

1.Bank Central Asia Tbk (BBCA), sebesar Rp320.36 triliun,

2.Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), sebesar Rp300,89 triliun,

3.Astra International Tbk (ASII), sebesar Rp300,59 triliun,

4.Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), sebesar Rp288,79 triliun,

5.Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), sebesar Rp284,52 triliun,

6.Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), sebesar Rp248,90 triliun,

7.Unilever Indonesia Tbk (UNVR), sebesar Rp246,45 triliun,

8.Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), sebesar Rp145,45 triliun,

9.Gudang Garam Tbk (GGRM), sebesar Rp116,79 triliun, dan

10.Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), sebesar Rp112,62 triliun.

Sentimen Pasar

Perhatikan sentimen pasar, karena sering menjadi penentu naik turunya harga saham. Ada 3 faktor yang mempengaruhinya, yaitu:

1. Indeks harga saham regional

2. Kenaikan harga komoditas yang mempengaruhi saham perusahaan

3. Angka-angka perekonomian secara umum, seperti angka laju pertumbuhan ekonomi, naik turunnya suku bunga oleh bank sentral, angka inflasi, angka pengangguran, angka order retail, sentimen konsumen, secara umum angka daya beli konsumen.

Sektor Pasar

Terdapat 9 sektor BEI yang didasarkan pada klarifikasi industri, JASICA (Jakarta Stock Exchange Industrial Classification), yaitu:

1. Sektor Pertanian

2. Sektor Pertambangan

3. Sektor Industri Dasar dan Kimia

4. Sektor Aneka Industri

5. Sektor Industri Barang Konsumsi

6. Sektor Properti dan Real Estat

7. Sektor Infrastruktur, utilitas & transportasi

8. Sektor Keuangan

9. Sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi

Penting bagi Anda yang ingin bermain di pasar saham untuk mengetahui ke arah mana pertumbuhan ekonomi. Dari kesembilan sektor yang ada, Anda harus bisa menganalisa, sektor mana yang paling banyak diminati saat ini.

Jika salah satu dari sektor di atas pertumbuhannya sedang meningkat, maka inilah saat yang tepat untuk berinvestasi. Tetapi, apabila pertumbuhannya sedang kurang bagus, sebaiknya Anda beralih ke pangsa pasar yang lebih baik.

Setelah mengetahui hal apa saja yang harus diperhatikan pada saat bermain saham, berikut KreditGoGo berikan tips bagi Anda yang masih pemula di pasar investasi ini.

Pelajari Track Record Perusahaan

Sebelum berinvestasi saham. Anda terlebih dahulu harus mempelajari track record perusahaan yang Anda incar. Pelajari sejarahnya secara mendalam dari berbagai aspek. Pilih perusahaan yang punyai laporan yang baik dalam memberikan keuntungan.

Simak Karakteristik Unik Saham

Saham pun memiliki karakteristik unik. Ada waktu-waktu tertentu dimana saham tersebut naik atau turun. Biasanya pada bulan April – Mei cenderung naik karena adanya antisipasi publikasi laporan keuangan dan pembagian dividen. Pada bulan September – Oktober cenderung turun, tidak ada berita dan aktivitas. Sementara pada akhir tahun saham cenderung naik sebagai antisipasi window dressing dan menyambut January effect.

Bermain Dalam Jumlah Kecil

Anda yang masih awal terjun di dunia ini, ada baiknya investasi saham dalam jumlah kecil terlebih dahulu, sekitar Rp 10 – 20 juta. Anggap saja uang yang keluarkan ini sebagai percobaan untuk mengetahui bagaimana cara agar Anda dapat menghasilkan keuntungan. Jika sudah mengetahui celahnya dan mulai merasa nyaman, secara perlahan Anda dapat menambah jumlah dana untuk diinvestasikan.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama