Aakar Abyasa Fidzuno: Akibat Brexit, Indonesia akan Kebanjiran Investasi!

Brexit membawa berkah bagi perekonomian Indonesia dan memberi gambaran masa depan lebih cerah untuk berbisnis serta berinvestasi. Aakar Abyasa Fidzuno dari Janus Financial mengulasnya dengan KreditGoGo secara eksklusif.

Jumlah warga Inggris memilih keluar dari UE (Brexit/British Exit) mencapai 17.410.742 orang (52 persen) berbanding dengan warga yang memilih tetap bergabung dengan UE (Brimain/British Remain) sebesar16.141.241 orang (48 persen).

Keluarnya Inggris dari Uni Eropa membuat banyak negara bereaksi. Untuk Indonesia, Menteri Keuangan RI Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan pengaruh keluarnya Inggris dari kesatuan Uni Eropa memang berdampak terhadap sektor keuangan global, termasuk terhadap gejolak kurs. Hanya saja, pengaruhnya diperkirakan tak akan begitu ekstrem terhadap rupiah.

“Brexit justru berpengaruh bagus untuk Indonesia. Indonesia diuntungkan dengan adanya pengumuman Tax Amnesty minggu lalu bertepatan hasil Referendum Brexit.Jumat lalu ISHG naik 0,8% dan hingga minggu ini terus naik bagus sekali seperti BRI dan Mandiri menjadi 5%,” ungkap Aakar Abyasa Fidzuno Abyasa, CEO & Founder Janus Financial saat ditemui KreditGoGo.com.

Perdagangan dan Investasi

Dari sisi perdagangan, bila dilihat dari pengaruh fundamental dalam hal ini dari perdagangan Inggris dan Indonesia serta investasi langsung (Penanaman Modal Asing/PMA) Inggris di Indonesia terbilang kecil.

Ekspor non migas Indonesia ke Inggris hanya 1.2% dengan nilai 1,53 miliar dollar AS atau hanya sekitar 1,16 persen dari total nilai ekspor Indonesia non migas ke seluruh dunia sebesar US$ 131,73. Inggris menempati urutan ke-21 negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia.

Bila dibandingkan ekspor total ke negara-negara Uni Eropa justru lebih besar yaitu mencapai 10 persen. Dalam hal ini, nilai ekspor Indonesia ke negara-negara UE lebih besar dibanding ke Inggris. Dalam hal ini Brexit tidak akan memberi banyak pengaruh pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Aakar juga melihat dalam waktu 6-12 bulan ke depan Indonesia akan mempunyai kondisi perekonomian bagus. “Indonesia akan kebanjiran investasi ke depannya. Dengan situasi Eropa yang sedang berubah, maka diperkirakan investasi akan mengalir ke Asia, termasuk ke Indonesia. Secara bertahap investasi ini akan bergulir ke bidang keuangan (perbankan dan sebagainya), properti, infrastruktur, dan retail. Akanbanyak kalangan menengah yang akan menghabiskan uang untuk gaya hidup mereka,” tambahnya.

Jadi menurut Aakar secara fakta Brexit yang seharusnya memberi dampak negatif, tetapi untuk Indonesia justru bepengaruh positif. “Tidak perlu khawatir akan hal ini. Belum lagi dengan Tax Amnesty akan banyak uang lokal juga yang masuk ke Indonesia. Dan ini menjadi perkembangan ekonomi yang bagus ke depannya,” jelasnya.

Baca juga:

Menabung Emas di Pegadaian Solusi Investasi Terbaru
Mengenal Lebih Dekat Tentang Menabung Saham

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama