7 Kesalahan Umum Saat Pilih Investasi

Investasi ibarat koin bermuka dua, bisa untung dan merugi. Oleh karena itu, kenali kesalahan yang sering terjadi dan cara mengatasinya agar dana Anda terus meningkat.

Investasi dinilai sebagai salah satu cara untuk meningkatkan nilai aset. Dengan kata lain, dapat memberikan Anda keuntungan yang lebih banyak.

Dalam berinvestasi, tak jarang ada orang yang gagal dan justru mengalami kerugian karena salah langkah.Untuk menghindarinya dan meminimalisasi kerugian finansial, pelajari kesalahan-kesalahan paling umum ini sebelum Anda memilih investasi.

Cukup dengan Menabung

Jenis investasi ada banyak. Mulai dari tabungan, deposito, emas, saham, properti, obligasi, hingga reksa dana. Tabungan memang terbilang lebih aman dibanding jenis investasi lainnya karena dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).

Tapi yang perlu Anda tahu adalah kalau nilai uang dalam tabungan akan terus turun akibat tergerus oleh inflasi. Dengan inflasi mencapai 3-5% per tahunnya, maka nilai uang yang disimpan pada tabungan bisa merosot secara signifikan.

Sebaiknya, tabungan difungsikan untuk membiayai keperluan tak terduga dan dana darurat karen bisa Anda ambil sewaktu-waktu.

Maju Tanpa Strategi

Dengan banyaknya jenis investasi, orang pun berpikir untuk mencoba satu hingga menemukan yang tepat. Kadang, tanpa merencanakan secara matang. Pemikiran seperti itu tidaklah efektif. Investasi bukan sekadar bahan percobaan. Risiko investasi terlalu besar untuk menjadi percobaan Anda.

Baca juga: 5 Langkah Gunakan Marketplace Untuk UKM

Jadi, saat memutuskan ingin berinvestasi, sebaiknya Anda sudah melihat terlebih dahulu kesehatan dan sejauh mana kemampuan keuangan. Tanpa perencanaan yang baik, bukan mustahil kalau nantinya Anda malah terlilit hutang untuk menambahkan dana investasi yang tidak cukup.

Fokus Pada Satu Jenis Investasi

investasi properti

Rumus dasar dalam berinvestasi adalah “don’t put all your eggs in one basket”. Bagi, Namun, investor pemula umumnya enggan mengalokasikan dana pada sumber investasi lain jika sudah merasa nyaman pada satu bidang tertentu.

Akibatnya, jika terjadi kerugian pada aset tersebut, maka seluruh investasinya akan merugi. Di sini, Anda perlumendiversikasi aset dengan membaginya pada beberapa post investasi. Tujuannya adalah menyebar resiko investasi dan mengurangi dampak kerugian resiko yang parah.

Percaya Pada Insting

Berinvestasi tanpa tujuan yang jelas ibarat mobil tanpa kemudi. Jangan sampai Anda melakukan investasi karena ikut-ikutan atau terbawa arus.

Cobalah pikirkan kembali, tujuan Anda berinvestasi. Apakah tujuannya untuk jangka pendek atau jangka panjang?

Baca juga: Cara Berinvestasi Rumah Kontrakan yang Tepat Sasaran

Dengan tujuan yang jelas, Anda bisa menentukan jenis investasi yang akan Anda pilih. Misalkan saja, Anda ingin berinvestasi agar nantinya bisa dijadikan dana pensiun. Maka jenis investasi yang cocok untuk Anda adalah investasi jangka panjang seperti investasi properti, reksadana, dan obligasi.

Tapi jika Anda ingin berinvestasi jangka pendek, maka pilihan jenis investasi seperti deposito, forex trading, dan saham cocok untuk Anda pilih.

Asuransi Sebagai Investasi

Anda tahu asuransi unit link? Jenis perlindungan ini menggabungkan produk asuransi dengan memberikan manfaat investasi pada pemegang polisnya.

Produk ini cukup populer karena masyarakat menilai unit link bisa memberikan keuntungan premi yang tidak hangus alias uang bisa kembali.

Jika tujuan Anda memang untuk memiliki proteksi diri, silakan saja ambil produk ini. Premi yang diberikan kembali bisa jadi bonus “investasi” untuk Anda.

Baca juga: 3 Jenis Perlindungan Diri yang Dinilai Sama Tapi Beda Manfaat

Namun, jika tujuan Anda adalah murni untuk investasi, maka sebaiknya Anda memilih jenis investasi murni lainnya. Sebab, ada potongan biaya yang relatif besar dalam unit link, yang membuat dana menjadi lebih kecil di lima tahun pertama.

Selain itu, Anda hanya bisa menempatkan dana di pengelola yang sudah ditentukan sehingga Anda tidak bisa mengubah atau menggantinya sesuai dengan keinginan Anda.

Pilih yang Paling Menguntungkan

Investasi memang bertujuan untuk meraih keuntungan, tapi jangan sampai hal ini membuat Anda buta dan hanya melihat keuntungan semata tanpa mempertimbangkan resiko yang akan Anda hadapi. Ingat selalu, high risk high return.

Semakin banyak keuntungan yang ditawarkan pada investasi, maka semakin besar resikonya. Pahami dengan jelas saat Anda akan memilih jenis investasi sehingga Anda bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi resiko dan mencari jalan keluar untuk menurunkan tingkat resiko tersebut.

Lupa Harus Bayar Pajak

Hal ini seringkali terlupa oleh para investor pemula. Beda jenis investasinya, beda pula pajak yang akan dikenakan.

Ada produk-produk investasi dengan resiko tinggi yang memiliki beban pajak ringan seperti investasi saham dan reksa dana. Pada investasi saham, biasanya Anda akan dikenakan pajak sebesar 0,1% dari transaksi yang dilakukan.

Lain halnya dengan investasi emas, properti, dan deposito yang minim resiko. Perhitungan pajak yang dikenakan justru lebih besar, dibandingkan jenis investasi beresiko tinggi.

Jadi, sebaiknya saat Anda menentukan jenis investasi yang akan dipilih, Anda sudah menghitung terlebih dahulu perhitungan pajak yang akan dikenakan nantinya.

Ketahui Detail Saat Akan Berinvestasi

Ketika Anda untuk memutuskan berinvestasi, jangan terburu-buru! Pelajari dengan lebih cermat hal-hal yang berkaitan dengan investasi dan pahami ketujuh kesalahan di atas agar nantinya Anda tidak akan menyesal memilih jenis investasi tertentu.

Baca juga: Hindari Penggunaan Pinjaman Pribadi Untuk 3 Hal Ini!

Setelah memilih investasi, Anda juga harus terus mengevaluasi kinerja investasi secara berkala setiap tahunnya agar tidak ada perubahan atau resiko yang bisa merugikan Anda.

Semoga penjelasan di atas bisa membantu Anda agar bisa berinvestasi dengan lancar.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama