4 Tips Menghindari Investasi Bodong

Investasi kini menjadi salah satu kebutuhan dari banyak masyarakat modern. Namun Anda perlu berhati-hati dalam memilihnya agar tidak terjebak investasi bodong.

Sekarang ini tawaran investasi semakin marak. Apalagi iming-iming hasil yang diberikan menunjukkan angka yang tinggi. Sehingga hal ini membuat siapa saja tertarik melakukan investasi. Namun tahukah Anda banyak sekali pembohongan yang berkedok investasi.

Beragam kasus pembohongan investasi dilaporkan ke pihak berwajib, Seolah-olah praktek investasi bodong seperti ini tidak ada matinya. Anda pasti sering melihat berita di surat kabar mengenai berbagai kasus investasi bodong alias kejahatan yang berkedok dengan tawaran investasi menjanjikan.

Akibat tergiur imbal hasil yang tinggi dengan waktu yang relatif singkat ataupun cara yang mudah sudah tidak terhitung berapa banyak masyarakat terjebak dan rugi ratusan miliar Rupiah. Untuk membantu Anda memilih investasi yang tepat dan terhindar dari pembohongan investasi Anda bisa baca tips berikut ini.

1. Perhatikan Hasil Keuntungan yang Dijanjikan

 berinvestasi

Ketika Anda ingin berinvestasi perhatikanlah tingkat pengembalian atau imbal hasil yang ditawarkan. Perhatikanlah tingkat kewajaran yang dihasilkan dari investasi tersebut. Ciri pertama pembohongan investasi adalah fixed return / imbal balik yang lebih tinggi dari deposito bank.

Semakin tingginya keuntungan yang dihasilkan maka akan semakin besar juga risiko yang ditanggung investor. Jadi bila mendapatkan penawaran investasi dengan iming-iming imbal hasil yang tinggi terlebih dalam waktu singkat Anda perlu waspada.

Ketika perusahaan melakukan investasi biasanya memerlukan waktu untuk menghasilkan profit atau keuntungan. Jadi kalau ada investasi yang menawarkan keuntungan cepat padahal baru memulai investasi dan akhir bulan sudah dapat profit pikirkan kembali.

2. Kenali Dan Pelajari Produk Investasi

Produk Investasi

Anda harus lebih cerdas ketika ingin berinvestasi. Sangat disarankan untuk mencari berbagai informasi terlebih dahulu sebelum melakukannya. Anda perlu tahu tentang bidang investasi yang ingin digeluti, bagaimana karakter produknya, maupun risiko dari produk investasi yang ditawarkan.

Yang terpenting adalah jangan mudah dibujuk Anda harus lebih teliti menelaah tawaran investasi. Tidak perlu membuat keputusan cepat untuk nasib keuangan masa depan Anda. Jangan mudah percaya meski penawaran datang dari orang yang sudah dipercaya.

Baca juga: Memahami Tingkat Risiko Investasi Obligasi

3. Pelajari Cara Kerjanya

Mekanisme investasi

Apabila perusahaan investasi menawarkan investasi tersebut dengan memberikan keuntungan sebesar katakan 30% setahun, maka yang harus Anda lakukan adalah mempelajari bagaimana caranya perusahaan itu bisa menjanjikan keuntungan sebesar itu.

Pelajarilah penawarannya melaui brosur atau minta mereka melakukan presentasi kepada Anda dan tanyakan bagaimana mereka bisa memberikan keuntungan sebesar 30%. Kalau cara yang mereka jelaskan tidak masuk akal, lupakan tawaran itu.

Ingatlah bahwa aturan terpenting dalam berinvestasi adalah jangan pernah berinvestasi kalau Anda tidak mengerti cara kerjanya. Tetapi, kalau penjelasan yang diberikan itu memang “masuk” akal, barulah Anda bisa mempertimbangkannya.

4. Identifikasi Perusahaannya

Aturan OJK

Perusahaan investasi resmi harus terdaftar di salah satu institusi seperti Bapepam, BI, Bappebti dan OJK Daftar-daftar perusahaan yang secara legal berhak menerima uang dari masyarakat untuk tujuan investasi umumnya terdaftar di perusahaan-perusahaan tersebut.

Umumnya perusahaan investasi abal-abal hanya memiliki waktu berjalan satu sampai tiga tahun. Ketika uang yang ada tidak cukup untuk membayar investor, maka pemilik perusahaan akan kabur serta merta dengan uang investor.

Selain itu di dalam perusahaan investasi ada dua pihak harus Anda kenal, manajemennya dan pemegang sahamnya. Pelajari siapa orang-orang yang duduk di jajaran manajemen, cari tahu siapa tiga pemegang saham terbesarnya.

Lihat bagaimana reputasi mereka di masyarakat. Lupakan perusahaan yang tidak mau memberitahukan siapa pemegang sahamnya. Kalau mereka tidak mau jujur kepada Anda, bagaimana mereka juga akan jujur terhadap pengelolaan usahanya?

Memilih investasi yang benar akan sangat mempengaruhi masa depan Anda. Jangan mudah terbuai dengan tawaran-tawaran yang menjanjikan keuntungan dalam waktu cepat. Semoga keempat tips di atas dapat menjadi referensi dan mengurangi risiko Anda dalam berinvestasi.

Baca juga: Inilah Investasi Menguntungkan di 2016

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama