4 Langkah Investasi Reksadana untuk Mahasiswa

Dewasa ini, semakin banyak masyarakat yang tertarik berinvestasi reksadana. Bagi Anda mahasiswa yang ingin terjun ke dunia saham ini, simak 4 langkah berikut.

Salah satu jenis investasi yang cukup menjanjikan untuk masa depan adalah reksadana. Ya, reksadana bisa menjadi pilihan bagi masyarakat muda seperti mahasiswa. Mengapa? Karena reksadana merupakan investasi yang aman dan dapat menjanjikan keuntungan yang cukup tinggi.

Sebagai contoh, investasi saham ini telah mengantarkan Warren Buffett menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Hingga kini, miliuner yang membeli saham pertamanya saat berusia 11 tahun ini memiliki kekayaan mencapai USD 70,2 miliar.

Namun sebelum terjun ke dunia saham, sebaiknya Anda mengenal terlebih dahulu apa itu reksadana. Dilansir dari market.bisnis.com, berikut adalah 4 langkah investasi reksadana.

Pahami Risiko Reksadana

Sebelum memulai, tentukan dahulu apa tujuan investasi Anda. Pahami bahwa investasi reksadana juga mengandung peluang risiko, sama seperti investasi lainnya. Keuntungan investasi ini tidak bisa dijamin, sehingga mungkin saja timbul kerugian akibat turunnya nilai investasi.

Di Indonesia, ada ratusan produk reksadana yang dijual. Untuk mengetahui fakta atau informasinya secara lengkap dan rinci, Anda wajib membaca prospektus reksadana.

Alternatif lain untuk mendapatkan informasi produk reksadana adalah melalui dokumen Fund Factsheet. Umumnya, Fund Factsheet bisa ditemukan di dalam situs yang dikelola oleh Manajer Investasi dan Agen Penjual.

Kemudian, pilihlah produk reksadana yang sesuai dengan tujuan investasi, kemampuan ekonomi dan profil risiko Anda.

Tentukan Tempat Membeli Reksadana

Anda bisa membeli reksadana dari Manajer Investasi, yang merupakan lembaga pengelola dan penerbit produk reksadana. Keuntungan membeli langsung melalui Manajer Investasi biasanya jumlah investasi yang lebih terjangkau dan biaya yang lebih murah.

Beberapa Manajer Investasi menawarkan produk reksadana dengan minimal pembelian sebesar Rp 100.000 hingga Rp 250.000.

Anda juga dapat membeli reksadana melalui bank yang memiliki izin sebagai Agen Penjual Reksadana (APERD). Selain pilihan produk yang lebih banyak, Anda juga dapat membeli produk reksadana dari Manajer Investasi yang berbeda.

Langkah Pembelian

Pertama, untuk membuka rekening reksadana, Anda akan diminta untuk mengisi formulir, menyiapkan persyaratan fotokopi beberapa dokumen, dan menyiapkan dana yang hendak Anda investasikan. Memiliki KTP dan NPWP merupakan kewajiban bagi yang ingin berinvestasi di reksadana.

Kedua, transaksi diproses berdasarkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit. NAB adalah nilai yang menggambarkan total kekayaan reksadana setiap harinya. Selain harga pasar dari aset reksadana itu sendiri, NAB juga dipengaruhi oleh pembelian dan penjualan reksadana oleh para investor.

Unit Penyertaan adalah satuan yang menunjukkan kepemilikan Anda di dalam reksadana tersebut. Jadi, NAB per unit adalah harga yang didapatkan dari NAB reksadana dibagi dengan total unit penyertaan yang beredar pada hari tersebut.

Ketiga, ada batasan waktu (cut off time) untuk penerimaan transaksi setiap harinya, baik pembelian atau penjualan kembali.

Terakhir, Anda akan menerima Surat Konfirmasi Transaksi pembelian reksadana yang diterbikan oleh bank kustodian selambat-lambatnya 7 hari bursa setelah formulir asli dan dana diterima oleh bank kustodian.

Menghitung Imbal Hasil Investasi Reksadana

Cara menghitungnya cukup mudah, yakni dengan menghitung jumlah unit penyertaan reksadana yang Anda miliki dikali dengan selisih dari harga NAB jual dengan harga NAB beli reksadana.

Sebagai contoh, setahun yang lalu Anda membeli reksadana XXX senilai seratus ribu rupiah di harga NAB 1.000, sehingga Anda mendapatkan (Rp 100.000/1.000) = 100 unit penyertaan.

Saat ini, harga NAB reksadana XXX di 1.200. Apabila Anda melakukan penjualan semua unit reksadana XXX pada harga NAB saat ini, maka keuntungan yang didapatkan adalah 100 unit dikali (1.200-1.000) = Rp 20.000.

Hasil perhitungan imbal hasil mungkin akan dikenakan biaya seperti pembelian unit penyertaan, biaya pengalihan unit penyertaan, dan biaya penjualan kembali unit penyertaan.

Mudah bukan? Kini, reksadana juga ditunjang dengan kemajuan teknologi. Sehingga Anda bisa dengan mudah mencari informasi mengenai reksadana. Bahkan, beberapa Manajer Investasi dan bank penjual memberikan layanan online untuk mempermudah Anda. Selamat berinvestasi!

Baca juga: 8 Faktor yang Perkecil Risiko Investasi Reksadana

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama