Yuk, Kenali Jenis-Jenis Rambu Lalu Lintas

Setiap pengendara wajib mematuhi rambu lalu lintas. Karena salah satu faktor pendukung ketertiban dan keselamatan berkendara di jalan raya adalah mematuhi rambu lalu lintas.

Baru-baru ini, masyarakat Indonesia sempat dikejutkan dengan peristiwa argumen polisi versus sopir taksi. Dimana, seorang sopir taksi terekam tengah diberhentikan oleh seorang polisi lalu lintas sambil beradu argumen tentang rambu lalu lintas mengenai perbedaan berhenti dan parkir.

Peristiwa tersebut ada dalam sebuah tayangan yang diunggah ke YouTube dengan judul “Polisi Tegas Masuk TV VS Supir Mengerti Undang-Undang, Berhenti Atau Parkir?"

Polisi menilang sopir taksi karena mobilnya berada di pinggir jalan. Tidak jauh dari lokasi taksi, ada rambu dilarang parkir. Mendengar alasan polisi menilangnya, sopir taksi keberatan.

Menurut sang sopir, ia tidak sedang parkir, tetapi sedang berhenti sehingga tidak relevan jika harus ditilang karena melanggar rambu dilarang parkir. Sopir taksi beranggapan ada perbedaan antara berhenti dan parkir.

Kenali Rambu Lalu Lintas

Merujuk pada peristiwa tersebut, timbul pertanyaan, apakah masyarakat Indonesia tahu tentang rambu lalu lintas? Padahal, salah satu faktor utama pendukung ketertiban dan keselamatan berkendara di jalan raya adalah mematuhi rambu lalu lintas.

Penjabaran tentang rambu lalu lintas diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 13 Tahun 2014 Tentang Lalu Lintas. Dalam Bab 1 Pasal 1 dijelaskan:

Rambu Lalu Lintas adalah bagian perlengkapan jalan yang berupa lambang, huruf, angka, kalimat, dan/atau perpaduan yang berfungsi sebagai peringatan, larangan, perintah, atau petunjuk, bagi pengguna jalan."

Perihal bentuk, warna, lambang, arti, dimensi, ukuran huruf, letak, dan ketinggian rambu lalu lintas diatur di dalam peraturan tersebut.

Terdapat dua jenis model rambu lalu lintas, yaitu konvensional dengan bahan alumunium dan mampu memantulkan cahaya, serta elektronik yang informasinya dapat diatur secara elektronik.

Berikut adalah jenis-jenis rambu lalu lintas yang biasa ditemui di jalan raya.

Rambu Peringatan

Rambu jenis ini digunakan untuk memberi peringatan kemungkinan adanya bahaya atau tempat berbahaya di depan pengguna jalan. Rambu peringatan berfungsi meningkatkan kewaspadaan kepada pengguna jalan.

Ciri-ciri rambu peringatan antara lain berwarna dasar kuning, garis tepi hitam, lambang hitam, dan huruf atau angka hitam. Misalnya, peringatan daerah rawan kecelakaan, permukaan jalan licin, dan banyak pejalan kaki.

Rambu Larangan

Rambu larangan menunjukkan perbuatan yang dilarang dilakukan oleh pengguna jalan.

Ciri-ciri rambu ini antara lain menggunakan warna dasar putih, garis tepi merah, lambang hitam, huruf atau angka hitam, dan kata-kata merah. Misalnya, dilarang masuk, berhenti, parkir, atau memutar balik.

Rambu larangan berlaku di area yang ditentukan atau tidak lagi berlaku hingga terdapat rambu batas akhir larangan. Rambu batas akhir berwarna putih, garis tepi hitam, lambang hitam, huruf atau angka hitam. Rambu ini bisa dikenali sebagai versi hitam-putih rambu larangan.

Rambu Perintah

Rambu ini menyatakan perintah yang harus dilakukan oleh pengguna jalan. Rambu perintah berbentuk bundar berwarna biru dan lambang atau tulisan berwarna putih, serta merah untuk garis serong sebagai batas akhir perintah.

Misalnya, perintah mengikuti arus, belok kiri langsung, batas kecepatan minimum, atau jalur untuk pejalan kaki.

Rambu Petunjuk

Rambu petunjuk berfungsi memandu pengguna jalan selama perjalanan atau memberikan informasi lain kepada penguna jalan. Rambu ini biasanya menunjukan jurusan, batas wilayah, serta lokasi fasilitas umum.

Berikut adalah rincian jenis rambu petunjuk:

  • rambu pendahulu petunjuk jurusan, rambu petunjuk jurusan, rambu penegas jurusan yang menyatakan petunjuk arah untuk mencapai tujuan (kota, daerah, atau wilayah), serta rambu yang menyatakan nama jalan, dinyatakan dengan warna dasar hijau dengan lambang atau tulisan warna putih;
  • khusus rambu petunjuk jurusan kawasan dan objek wisata dinyatakan dengan warna dasar coklat dengan lambang atau tulisan warna putih;
  • rambu petunjuk yang menyatakan tempat fasilitas umum, batas wilayah suatu daerah, situasi jalan, serta rambu berupa kata-kata serta tempat khusus, dinyatakan dengan warna dasar biru.

Papan Tambahan

Adalah rambu yang memberikan keterangan tambahan bagi pengguna jalan. Rinciannya adalah sebagai berikut.

  • Papan tambahan digunakan untuk memuat keterangan yang diperlukan dalam waktu, jarak, atau jenis kendaraan tertentu. Bisa juga sebagai hasil manajemen dan rekayasa lalu lintas.
  • Papan tambahan ditempatkan dengan jarak 5cm hingga 10cm dari sisi terbawah daun rambu. Ketentuannya adalah lebar papan tambahan secara vertikal tidak melebihi sisi daun rambu.
  • Persyaratan papan tambahan antara lain menggunakan warna dasar putih dengan tulisan dan bingkai berwarna hitam, serta tidak boleh menyatakan suatu keterangan yang tidak berkaitan dengan rambunya sendiri.
  • Pesan dalam papan tambahan harus bersifat khusus, singkat, jelas, mudah, serta cepat dimengerti oleh pengguna jalan.
Rambu Nomor Rute Jalan

Rambu yang memberikan keterangan tambahan dari suatu jalan. Ciri-ciri rambu ini antara lain papan berbentuk persegi enam dengan warna dasar putih, angka serta garis tepi berwarna hitam, warna tulisan putih, latar tulisan biru (untuk PROPINSI) serta latar tulisan merah (untuk NASIONAL).

Selain mematuhi rambu lalu lintas, sebagai pengendara, Anda juga diwajibkan memiliki SIM serta STNK. Yuk, jaga ketertiban dan keselamatan berkendara di jalan raya!

Baca juga: Berapa Biaya untuk Pembuatan SIM?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama