Yuk, Cek Kekayaan Orang-orang Terkaya Di Indonesia!

5 orang terkaya di Indonesia pernah mengalami pasang surutnya usaha mereka. Bagaimana cara mereka mendapatkan kembali kesuksesannya? Simak kisahnya.

Apakah Anda pikir orang-orang terkaya di Indonesia dengan finansial yang luar biasa adalah bawaan sejak lahir? Tidak, perjuangan dan usaha keras pasti menemani perjalanan mereka.

Pasang surut usahanya merupakan bumbu penyedap di dunia bisnis mereka yang justru berhasil membawa mereka ke level yang lebih tinggi.

Penasaran siapa saja mereka dan cara yang dipakai untuk mencapai kesuksesannya? Berikut 5 orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

Djarum Group, R. Budi dan Michael Hartono

Djarum Group terdaftar sebagai orang terkaya pertama di Indonesia dengan kekayaan yang dimiliki R. Budi dan Michael Hartono bersaudara mencapai USD 15,000 M atau Rp 165 triliun. Di dunia, R. Budi sebagai CEO Djarum Group terdaftar sebagai orang terkaya urutan 173 dan Michael Hartono sebagai Co owner Djarum Group diurutan 184.

Pada tahun 1963, pabrik rokok kretek Djarum yang didirikan oleh Oei Wie Gwon habis terbakar dan menjadi tidak stabil, sehingga perusahaan ini diwariskan kepada kedua anaknya. Tahun 1972 saat pabrik ini dipegang oleh Hartono bersaudara kembali bangkit, Djarum menjadi perusahaan besar di Indonesia dan mulai mengekspor produknya ke luar negeri dan menginovasikan produknya dengan menghadirkan dua jenis, Djarum Filter dan Djarum Super, dan sangat laku di pasaran.

Bahkan group ini juga memperluas bisnisnya ke bidang elektronik seperti Polytron, membangun kompleks bisnis di kawasan Hotel Imdonesia, memiliki 51% saham BCA, dan memilki 65.000 hektar kebun kelapa sawit di Kalimantan Barat.

Saat ini usia R. Budi adalah 73 tahun sedangkan Michael Hartono adalah 72 tahun.

Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja

Eka Tjipta Widjaja adalah seorang triliuner yang tidak tamat SD tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia urutan kedua. PT Tjiwi Kimia merupakan perusahaan pertama Sinar Mas Group, kerajaan bisnis milik Eka Tjipta Widjaja. Tahun 1982, beliau membeli 1.000 hektar kebun kelapa sawit dan Bank Internasional Indonesia (BII). Saat ini, perkebunan kelapa sawitnya tercatat sebagai perkebunan terluas kedua di dunia dengan luas 459.500 hektar.

Berkat kesuksesannya, sekarang Sinar Mas Group menaungi perusahaan Asuransi Sinar Mas, Sinar Mas Land, Sinar Mas Pulp dan Kertas, serta telekomunikasi Smartfren. Wajar jika kekayaannya mencapai USD 7,000 M setara dengan Rp 77 triliun.

Salim Group, Anthoni Salim

Saat ini Salim Group hanya menaungi 2 perusahaan besar di Indonesia yaitu PT Indofood Sukses Makmur dan PT Bogasari Flour Mills, yang sebelumnya membawahi 5 perusahaan besar di Indonesia, PT Indomobil Sukses Internasional, PT BCA, dan PT Indocement Tunggal Perkasa. Walaupun Salim Group pernah mengalami kritis keuangan sebesar Rp 52 triliun pada tahun 1998, group yang saat ini dipimpin oleh Anthoni Salim kembali bangkit menjadi orang terkaya ketiga di Indonesia dengan kekayaan sebesar USD 6,300 M atau Rp 69,3 triliun.

Dimasanya, Anthoni Salim yang bernama asli Om Liem disegani para konglomerat dan dekat dengan presiden RI kedua, Presiden Soeharto.

PT Gudang Garam, Susilo Wonowidjojo

Saat ini PT Gudang Garam dipimpin oleh Susilo Wonowidjojo yang saat ini berusia 57 tahun, dikenal sebagai orang yang adil, ulet, pekerja keras, dan sangat selektif dalam memilih orang yang akan bekerja pada perusahaannya.

Kerja kerasnya membuahkan hasil, menjadikan dirinya menjadi orang terkaya keempat di Indonesia dengan kekayaan sebesar USD 5,300 M atau Rp 58,3 triliun. Nilai ini hampir setara dengan pendapatan liga premier Inggris musim 2013-2014, yaitu sekitar Rp 59 triliun. Dahsyat!

CT Corp, Chairul Tanjung

Chairul Tanjung yang merupakan orang terkaya kelima di Indonesia dan berdasarkan versi Forbes 2012 dia berada di urutan 375 di dunia, memulai bisnisnya saat berkuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, seperti usaha fotokopi, usaha konveksi, berjualan buku kuliah, membuka toko peralatan kedokteran dan laboratorium. Saat ini total kekayaan yang dimiliki olehnya mencapai USD 4,000 M atau Rp 44 triliun, setara dengan aksi beli investor asing di bursa saham pada awal tahun lalu. Wow!

Chairul Tanjung membidik tiga bisnis inti untuk dijalankan, yaitu keuangan, properti, dan multimedia dengan mendirikan CT Corp yang menaungi Mega Corpora, Trans Corp, dan PT CT Global Resource. Dan tahukah Anda bahwa Trans Studio Bandung adalah taman rekreasi indoor pertama di Indonesia yang dibangun oleh CT Corp.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama